Perjalanan

Jalan-jalan bersama Waka Land Cruise

Mr. SoeYo guys, what’s up?? I’m back with some new experiences in tour and travel activities. Setelah lama tidak menulis, akibat berbagai aktifitas mulai urusan rumah tangga, masyarakat, hingga melewati beberapa pemilu; tiba-tiba muncul keinginan saya untuk menuangkan beberapa pengalaman jalan-jalan yang asik, seru dan menantang.

Ok, saya sekarang sudah pensiun di dunia surfing dan beberapa kali pindah pekerjaan. Sampai akhirnya terdampar di bisnis tour & travel. Saya beruntung mendapatkan posisi sebagai operation staff, yang memungkinkan saya melakukan site inspection ke hotel-hotel dan merasakan beragam atraksi wisata yang menarik.

Well guys, tanggal 20 Oktober 2007 saya mendapat kesempatan mencoba serunya ber-off road ria bersama Waka Land Cruise. Seperti yang kami ketahui Waka grup mempunyai beberapa atraksi wisata yang menarik dan mempunyai jalur-jalur wisata alternatif yang menantang.

Yup, salah satunya adalah Waka Land Cruise, yaitu perjalanan wisata dengan mobil cruiser dengan mengambil jalur jalan spesial menembus hutan dan melintasi areal persawahan. Saya bersama Wayan Parka (Operation Executive) dan Widi (fotografer) dijemput jam 9. Jadwal molor 30 menit (schedule berangkat 08.30) karena hujan turun dengan derasnya, sehingga Bli Ardika (driver, guide) terlebih dahulu menjemput Mr Desmond (Waka-guest) di hotel Melasti, Kuta.

So, total yang berangkat hari itu adalah 7 orang termasuk Mr Desmond bersama istri dan anaknya. Oya, Mr Desmond berasal dari Irlandia. Irish rules!!!! Seperti yang kami ketahui, Irlandia memang terkenal dengan kepala batunya dan tidak mau masuk ke koloni Inggris. Coba CD Sex Pistols milik saya masih utuh, pasti Mr Desmond langsung kepincut dengerin single God Save The Queen-nya Vicious cs..hehehehe..

Let’s continue. Kemudian kami berangkat menuju Belayu, jalur Denpasar – Margarana tepatnya ke desa Tegaljadi. Kami memasuki jalan kecil, yang merupakan jalur khusus Waka Land Cruise menuju areal pengumpulan material batu paras. Kami diberikan kebebasan untuk mengamati bagaimana proses pengambilan batu paras ini. Kebanyakan penduduk desa Tegaljadi berprofesi sebagai pengumpul batu paras, disamping sebagai petani tentunya.

Yang menarik dari tour ini adalah kami tidak selalu berada dalam mobil, tetapi sesekali turun ke tempat-tempat unik dan menarik yang sudah dipaketkan oleh Waka. Kami juga menuruni jalan yang terjal dan licin menuju sungai dimana batu-batu paras tersebut diambil. Sesudah puas melihat proses pengumpulan material batu paras, kami berjalan kaki melintasi beberapa areal persawahan. Nah, saya dan Mr Desmond asik ngobrol, topiknya tentu saja perbedaan situasi di negaranya dengan situasi disini (lagi-lagi saya ingat single God Save the Queennya Vicious cs..hahaha)..

Well, sesudah puas berjalan kaki, kemudian perjalanan dilanjutkan ke desa Malgunung. Tujuan kami adalah ke rumah Bapak Made Adiasta, yang mana tekstur rumah beliau merupakan salah satu daya tarik wisata ini. Rumah mungil ini bisa dibilang rumah rakyat ‘tempo doeloe’, dengan segala ornamen – ornamen pedesaan yang khas.

Resto  Resto Toilet

Oleh Waka, rumah ini dibiarkan seperti aslinya tanpa merubah strukturnya ke bentuk modern. Ada perkecualian, toilet disini sudah disesuaikan dengan ‘western style’, yang terjaga kebersihannya. Nah, disini muncul ide saya untuk membuat slogan untuk trip ini: Kebersihan suatu tempat dapat dinilai dari kebersihan toiletnya..hehehe.

Nah, sementara Pak Made Adiasta menjelaskan bentuk ornamen rumah tradisionalnya kepada tamu, saya beristirahat sejenak di bale jineng (bangunan berbentuk gazebo, yang bagian atasnya dipakai menyimpan padi). Dalam program Waka, di rumah ini adalah waktu untuk coffee break. Dengan cekatan, Bli Ardika menyiapkan coffee set lengkap dengan jajan Bali kering. Ketika para tamu sedang asik mendengarkan penjelasan Pak Made, saya diberikan kesempatan ngopi terlebih dahulu dan diberikan kebebasan membuat sendiri kopi di dapur.

Kopi LuwakKopi ‘made in Malgunung’ terasa banget tendangannya, trus ada rasa jahenya dikit. Ternyata kopi ini adalah kopi ‘Luwak’ yang sangat langka. Kopi ini merupakan ‘sisa kotoran’ binatang Luwak. Luwak memakan biji kopi, kemudian kotorannya dikeluarkan dan sisa kotoran ini dikeringkan. Ini merupakan jenis kopi yang paling langka dan paling mahal harganya. Wah, beruntung sekali dapat mencicipi kopi ini. What a strong taste!!! Setelah cofee break selesai, perjalanan kami lanjutkan ke Jati Luwih. Jalur yang dilalui bukan jalan raya, tetapi jalan berbatu yang berkelak-kelok. Sesekali melewati rimbunnya hutan bambu.

Pinggir SawahJati Luwih merupakan areal yang diusulkan oleh UNESCO sebagai World Heritage karena pemandangan sawahnya yang terhampar luas. Mudah-mudahan hal ini secepatnya terlaksana, sehingga tidak terjadi pembangunan villa yang menjamur di tengah sawah. Disini, kami turun sejenak dan foto bersama. Hawanya yang sejuk dan segar, membuat saya merasa nyaman dan betah melihat pemandangan sawah yang menghampar. Emancipate yourself from mental slavery, none but ourselves can free our mind… Jadi ingat Redemption Song-nya Uncle Bob..hehehe..

Akhirnya tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 dan waktunya makan siang. It’s lunch time. Kami melanjutkan perjalanan menuju Waka Rainforest Restaurant. Setelah melewati beberapa perkampungan, akhirnya kami sampai. Untuk menuju ke restoran, kami harus berjalan kaki melalui jalan setapak yang menanjak. Lagi-lagi saya surprise banget, ternyata restorannya terletak di tengah-tengah hutan bambu.

Lintah di kakiNah, pas perjalanan ke tengah hutan bambu kami harus rada hati-hati karena wilayah ini terkenal basah dan licin. Selain itu kami juga harus ekstra hati-hati terhadap pacet atau lintah. Teman saya, Parka terkena lintah di kaki kirinya. Tips apabila terkena lintah, jangan panik dan mencoba melespakan gigitan lintah dengan paksa. Lebih baik dibiarkan saja, sebab apabila sudah penuh, biasanya lintah itu akan lepas sendiri. Tips yang lain adalah selalu membawa tembakau, sebab lintah tidak kuat dengan aroma tembakau.

Kebetulan Parka tidak panik saat itu. Dengan tenang dia mengambil rokok, kemudian mengeluarkan tembakaunya dan dicampur air untuk dioleskan pada bagian yang tergigit lintah. Setelah sekian menit berlalu, lepas juga lintahnya. Oya, perlu diketahui juga lintah dipakai pengobatan alternatif juga looh. Lintah mempunyai semacam enzim khusus, yang menyebabkan kami tidak merasa sakit ketika darah kami dihisap. Konon, darah tersebut adalah darah kotor yang sudah tidak diperlukan tubuh. Berani mencoba? Tetapi bagi saya, tetap saja lintah itu mengerikan. Hiiiiiyyy!!!

Daripada mikirin lintah, lebih baik langsung hajar buffee menu lunch-nya..hehehe..Dsini ada dua pelayan yang ramah dan cantik, yaitu Mbak Erna dan Mbak Anik yang siap membantu dan melayani kami. Pertama saya coba appetizer-nya, yaitu sup jagung dengan roti renyah..Mmmm, langsung terasa krenyes – krenyes rotinya. Trus, welcome drink-nya kami bisa pilih sendiri bir atau soft drink. Saya pilih satu gelas Coke dingin, lumayanlah menambah suasana dingin tambah dingin..hehe..

Oya, perlu saya jelasakan disini bahwa menu lunch yang disediakan adalah buffee menu (prasmanan) bukan ala carte (pesan). Jadi harap maklum, untuk menikmati apa yang disediakan. Tapi, menurut saya buffee menu-nya top bangget. Pokoke east meet west lah!!! Jatiluwih merupakan daerah penghasil beras merah no 1 di Bali, jadi ada nasi beras merah disini. Rasanya legit bangget. Saya mencoba menu beragam, yaitu nasi merah dan nasi goreng plus sayur urap. Entah kenapa perut saya seperti membuat semacam penampungan bagi beragam jenis makanan ini..hehehe..

Setelah puas makan, kami kembali dimanjakan dengan dessert yang menggugah selera: apple pie ala Western dan bubur injin (ketan hitam) ala Bali. Dengan secangkir teh hangat, pokoke maknyuuuuusss. Dan lagi – lagi perut saya membuat sekat untuk menampung makanan ini..hahahaha.. Makan dengan suasana alunan rindik (gamelan dari bambu), membuat saya betah disini. Juga disediakan pernik – pernik yang dijual sebagai cinderamata, tapi dengan rate dollar.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14.20 dan saatnya kami melanjutkan perjalanan ke sumber air panas di Banjar Belulang.Kira-kira 30 menit, akhirnya kami tiba di sumber air panas. Penduduk sekitar percaya dengan mandi di pemandian air panas ini, maka akan dapat menyembuhkan penaykit kulit. Sore hari suasanya lumayan ramai. Dengan suhu air kira – kira 30 o C, membuat kita merasa nyaman. Terdapat pancuran dan kolam kecil disini. Rute Waka Land Cruise berakhir disini dan pada pukul 15.20 kami berangkat balik ke Denpasar.

“..Kebersihan suatu tempat dapat dinilai dari kebersihan toiletnya”

Tentang Penulis

the greatest tdb crew ever after. dulu mengasuh kolom “Board Surfing” (kini sudah di-eliminasi). Desription: ex beach surf maniac yang sudah bertobat dari lembah hitam. Kini menjabat sebagai operation di sebuah tour agent. Big fans of punk rock and alternative music, plus comedy rock! Ikut menyumbangkan beberapa tulisan yang so-coool tentang perjalanan hidup dan arti kehidupan *halah. pesan dari soe, please stop being a victim and start to constantly thank god for providing a nice life!

  • rik

    nice writing bro. kapan aku ditraktir jalan2 kesana? ratenya berapa bro?

  • soe

    rate ma brosurnya ada di pak admin (asn)

  • nazar

    Funtastic Story. I’m gonna try someday ( at least my son get 4 years old//now 15 months ).
    btw…
    on May 2008, saya berencana liburan seminggu ke Bali bersama istri & my Lovely Son of course…. mudah2an saya bisa mendapatkan pengalaman yang seru dan fantastic tentunya ( diferent person have different way tentunya…).

  • Hendro Bawono

    Bagus bgt viewnya….klo mau ikut tour packagenya berapa ya?,,trus klo mau register dimana neh?

  • soe

    @hendro: silakan bro,lewat kita bisa..kirim bookingan ke tdb,ada paket untuk domestik juga koq..silakan hub pak admin (asn)

  • Artofbo

    Bro keren banget deh tuh gw ngebayangin tour nya. gw dah sering bolak balik bali, terakhir maret kemaren neh. gw perlu suasana baru kaya gini nih kayanya, secara setiap gw ke bali paling dapatin suasana yang gitu gitu lagi. boleh kirimin rate nya dong bro admin, karena saat gw ke bali lagi nanti gw ingin merasakan pengalaman kaya gini nih…thanks yak!!

  • upik

    btw kl pk biro n jasa tu pst asyik bgt y,,,scra ad kuncen bt direction to kinds of tourism places there,,,well WAKA LAND CRUISE one day I hope u can be my guide tour there,,because during study tour at 2002 ago it’s not make satisfied,,, cz gw pgn bgt k besakih,,pure yg paling elok dnsa…..

  • http://huskython.com/ ega

    Pokoknya g pernah bosan deh jalan2 ke bali….selalu menarik….and pengin balik lagi kesana…

  • PhITrEe

    ya,,,,,
    blh donk kt jln sama2????????????

  • HESTY

    slam knal yah,,
    wah,,crita ny seruh bgt,,,jdi pngen ngerasain jalan2 bareng bersama Waka Land Cruise,,,pzty menyenangkan skali..kira2 rate ny brp y???

  • rina

    mau minta info rate nya , tx