home kontak kita
Tour de Bali - Bali buat Paramuda

Taukah Kamu?

wanita yang sedang datang bulan dilarang keras memasuki area pura. hal ini penting untuk diketahui mengingat ada beberapa pura di bali yang juga dijadikan obyek wisata.

Kasus PMDK SMUN 4 Denpasar

Baru-baru ini terjadi skandal yang menurut gue memalukan. Berapa SMA favorit terbukti melakukan pemalsuan nilai yang menyebabkan UNUD mencekal siswa2 peraih PMDK dari SMA2 tersebut. Berawal dari terbuktinya SMUN 4 Denpasar (SMA gue dulu, hiks…), yang akhirnya dengan terpaksa merambat ke SMA2 yang lain.

Gue sendiri nggak tau kenapa baru sekarang pihak UNUD berani mengungkapkan hal ini. Dan kenapa pula dimulai dari SMUN 4 Denpasar.Soalnya gue tau, (ini adalah pendapat pribadi gue dan kalo ada yang komplin hubungin gue deh) pemalsuan nilai di SMUN 4 ini udah lama berjalan, kayaknya sebelum angkatan gue deh. Dan gue juga tau SMUN 4 tidak sendirian, mereka berani karena bareng2 dan dengan pertimbangan siswa dari sini kualitasnya lebih bagus dari yang lain.
Terbukti siswa PMDK ke Universitas favorite seperti UI (bahkan UNUD) selalu berprestasi lebih dibanding mahasiswa reluger (UMPTN). Agar jatah yang disediakan oleh UI (dan juga UNUD) terpenuhi dan supaya kulitas siswa PMDK meyakinkan untuk pertama kali pandang, nilai rapor merekalah yang diotak-atik. Zat’s why, Kupo. All I know bout da s#!*.

Anyway, ada dua hal yang lucu menurut gue. Pertama reaksi SMUN lain (selain SMUN 4) saat SMUN4 terkena skandal ini. Mereka ikut memberatkan dan saat tudingan itu beralih ke mereka semua dan terbukti, mereka malah membantah. Maling teriak maling. Yang kedua adalah sikap UNUD dalam menangani masalah ini. Setelah semua terbukti mereka malah pake kekerasan, semua siswa dari SMU 1, SMU 3, SMU 4, SMU 7 serta beberapa SMA dari luar Denpasar yang ketahuan nilai rapornya dimark up langsung didiskualifikasi.

Menurut gue mereka keterlaluan, soalnya 29 orang tidak bisa kuliah tahun ini gara2 ulah orang2 yang nggak profesional (kalo bisa dibilang nggak bertanggung jawab). Ini kan bukan salah mereka (sepenuhnya), jadi pikirkan juga donk nasib mereka. Emang enak nganggur selama setahun, sambil liat temen2 yang lain pada kuliah nyengir melihat kita terdampar gara2 salah yang nggak kita perbuat (sepenuhya).

Perkembangan selanjutnya adalah UNUD tetap ngotot dengan pendirian mereka walaupun orang tua para siswa udah unjuk gigi. Pihak UNUD bahkan berlindung di balik hukum bahwa tindakan mereka sah. Gue setuju kalo masalah kasus nilai ini diselesaikan secara hukum sehingga nggak ada lagi yang mengulangi di kemudian hari. Tapi kalo masalah 29 siswa ini gue nggak setuju, setidaknya kasi mereka kesempatan kedua dengan memberikan ujian untuk memperjuangkan kursi mereka kembali.

Dalam analisa gue (yang seadanya), kasus ini di luar Bali udah tercium dari dulu dan sudah diantisipasi oleh universitas2 favourite yang benar2 mementingkan kualitas lulusan mereka. Contoh ITB dan ITS tidak menerima PMDK, UI cuman ke SMA2 tertentu yang menurut mereka mark nilai SMA tersebut sebanding dengan kualitas siswanya, yang lain gue nggak tau. UNUD baru sadar sekarang dan langsung keluarkan jurus ekstrem (seperti street fighter aja). Gue nggak tau mereka kemana aja.

Ah, bosan ngomongin masalah memalukan ini. Lebih baik kita semua belajar sebaik-baiknya, do your best and always positif. Stay away from drugs, free sex and alcohol. Kamu bisa hebat tanpa harus kuliah di universitas favorite. Selama kamu belajar dan membuka dirimu untuk maju kamu bisa mengalahkan mereka yang kuliah. Mutu pendidikan di negara ini masih jelek (yang ini gue berani ngomong di depan Mendikbud). Terlihat dari munculnya kasus2 seperti pemalsuan nilai ini, cara mereka mengatasinya, cara masyarakat memandang lulusan luar negeri dan semakin banyaknya sarjana2 yang ngganggur.

Parah lagi banyak dari mereka yang bekerja tidak pada bidangnya, ini kan udah nggak sesuai dengan apa yang dicita-citakan pendidikan nasional. Oh ya sekali lagi tulisan ini gue turunkan karena gue prihatin dengan kasus ini, banyak emosi yang gue ungkapkan.

IMPORTANT: Gue nggak berharap kamu setuju dengan pendapat2 gue diatas, yang gue minta adalah kamu semua bersikap dan berfikir kritis akan semua masalah termasuk masalah ini. Jangan seperti pers kita yang menulis apa yang mereka lihat dan dengar dengan seadanya tanpa disertai analisa ilmiah yang cukup mendalam. Gue berharap pihak UNUD dan semua pihak yang terlibat memandang masalah ini dari dua sisi yang berkepentingan, sehingga maslah ini nggak terjadi lagi dan nggak ada cama yang dirugikan.

From Asn to Rik: Gile loe, ndro…
From Asn to readers: Ambil sisi baeknya. Kru TdB dan semua siswa yang laen mungkin hanya minta 1 hal, “Let’s make a better education-system….

| Versi cetak | Email ke temen | 3,114 views

Artikel laen yang rada2 masih terkait:

Leave a Comment

Gravatar

Arik said,

October 22, 2006 @ 10:27

Hi Asn,

Gw ngikutin SMA 4 sejak dulu, emg metoda pengajarannya cukup baik, secara qualitas mutu yang dihasilkan pun cukup baik tapi kenapa org pintar selalu membuat jalan pintas dengan kepintarannya (jalan pintas dianggap pantas???)
Kalo boleh gw sebut, SMA 4 adalah pendidikan moral terburuk di tingkat pendidikan tingkat dasar setara white crime!!!
Bagaimana gw bisa menyebut seperti ini? Ini bukan konon tapi fakta, SMA 4 melakukan kecurangan saat EBTANAS selama bertahun tahun, soal test dijawab oleh para guru dan diletakkan di toilet, kemudian para siswa dengan berpura2 ke belakang untuk buang air mengambil jawaban tsb dan disebar didlm ruangan. Tindakan criminal ini dibentuk oleh kepala sekolah secara offline dan dijamin oleh beliau.
Sepupu gw salah seorang pelakunya yang langsung mdpt instruksi dari kep-sek!!

Alhasil, nilai NEM SMA 4 jauh diatas rata2. Tapi ketika bareng di ITS, SMA 4 bukanlah apa2, biasa2 saja! NEM mereka tidak memberikan cerminan bhw mereka orang yang special bahkan org yang disebut prof di SMA 4 hanya meraih IPK 2.8 itupun lulus 1 tahun dibelakang kita!!

Ketika kita mengabaikan aturan main, awal kekacauan akan terjadi, ketika kita melangkahi aturan main, rasa keadilan org akan teraniaya, jika SMA 4 percaya diri dengan kualitasnya, knp harus berbuat curang? Kalo orang2 SMA 4 yang juga rakyat Indonesia ingin melihat Indonesia maju dan pejabatnya bebas korupsi kenapa harus mendidik manusia pintar tapi tak bermoral, bukankah ini adakah cikal bakalnya.

Kalopun peserta PMDK itu tidak bisa kuliah lantaran dieleminasi, sudah sewajarnya!, salah mereka mau diajak berbuat curang dan dari sana kita bias melihat kualitas mereka! Bahkan akan menjadi bencana jika mereka bias lolos, apalagi suatu saat bisa menjadi pejabat?!! Recovery Indonesia akan delay lagi deh. Think twice pls!!
Dan bayangkan jika jatah loe diambil oleh org2 curang seperti itu, tidak sakit??

Menurut gw, UNUD gak salah dan tidak perlu melakukan tindakan apapun! Karena UNUD tidak berkepentingan dengan masalh ini bahkan UNUD dibohongi! Saat kita masuk kesebuah system, kita harus mentaati aturan main dlm system tersebut! Gw rasa ini sudah cukup adil, seorang penjahat mendapat ganjaran!!
Adioz…!

Arik - Mahe

Gravatar

inay said,

October 30, 2006 @ 11:09

Hi..

Wah seru banget yach! gue sendiri sih agree kalo emang UNUD bisa menerapkan system yg bersih, lebih mengutamakan kualitas SDM yg akan dihasilkan oleh para alumninya entar. Hal ini dimulai dari seleksi yg bersih dalam penerimaan calon mahasiswanya, tapi apakah ini juga bisa menjamin akan terjadi kejujuran dalam segala proses perkuliahan setelah jadi mahasiswa disana..? gue rasa ampe sekarang itu NOL besar, gue sendiri sering banget denger keluhan dari mahasiswa & ortu siswa di situ. So percuma juga donk sok ketat tapi kalo gak bener2 menerapkan system itu dlm segala proses dan kegiatan yg berhubungan dengan aktivitas perkuliahan di UNUD.

Yach.. susah untuk brantas itu kalo gak dimulai dari diri sendiri. Gue sih lebih setuju ama si ” kompiang” orang yg pintar dan sucses gak mesti lahir dari kampus yg favorit, kembali lagi ke pribadi orangnya, kalo dia emang punya motivasi untuk pintar dg belajar sendiri pun bisa sucses juga.

Inay

Gravatar

archon said,

November 6, 2006 @ 13:20

hmmm.. dulu pasti pada ingat…
kasus nilai nem… whuakakakakakakakakkakakakakakaka…
ga ngaruh sih.. gw mo dikasi no 1, no bontot… makan tuh ranking..
yg penting gw fight w/ my own utk umptn…
sempet keki jg sih.. ya cuman sehari aja sih… dah hrs berjibaku lagi ama itu ganesha :D :D

ambil contoh “org pintar&sukses ” itu, ya owner site ini..
one of my best friend, temen sebangku dulu.. di smun4… :D
temen yg ikut ngakak waktu gw nantangain guru kimia..
en sampe tamat itu guru masih bete kayaknya ama gw :D…
wakakakakaka
ampe waktu pemeriksaan drugs, tas gw lama bgt dikobel2.. nemu obat..
lgs girang… ga taunya obat sakit perut… duhh… kasian deh…

Gravatar

Raija said,

January 9, 2007 @ 15:46

Saya salut atas keberanian ASN mengomentari sistem pendidikan yang ada di bumi (baca: Bali) ini. Sebuah kenyataan yang sangat pahit dan memalukan. Tetapi fakta adalah fakta, sepahit apapun haruslah diakui itu sangat getir. Lantas konon ada upaya pihak Perguruan Tinggi untuk memperbaiki kinerja SMU yang main mark-up mark-upan dengan cara cekal mencekal. Kita tunggu hasilnya apakah para tikus-tikus pendidikan ini mampu disadarkan oleh mbahnya musang pendidikan. Question mark.

Ngomong-ngomong soal pendidikan, apa ada relevansinya dengan dunia kerja, maksud saya penyerapan tenaga kerja. Dunia pendidikan mampu mencetak manusia-manusia siap pakai pada bidangnya, tetapi dunia kerja berkata lain. Ini saya alami pada jaman saya, dimana seorang sarjana pertanian misalnya tidak terserap dibidang kerja pemerintah lantas menjadi pegawai Bank. Seorang sarjana hukum terpaksa harus menjadi teknisi komputer lantaran tidak terserap di sektor yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Itu artinya sekian tahun menjalani pendidikan di perguruan tinggi menjadi mubazir. Sekian banyak biaya yang dikeluarkan orang tua siswa menjadi terbuang begitu saja. Orang yang bersangkutan pun harus mulai belajar dari nol di meja kerjanya masing-masing. Ini kenyataanya.

Lantas ada (pejabat) yang berkata bahwa menempuh pendidikan bukanlah untk mendapatkan pekerjaan. Lantas untuk apa? Apa hanya untuk buang-buang waktu dan biaya? Semoga hal seperti itu tidak terjadi lagi di masa sekarang ini. Dunia pendidikan seyogyanya sudah mampu menciptakan the right men in the right place, agar negeri ini menjadi lebih maju.

Gravatar

Asn said,

January 10, 2007 @ 09:52

wow..! the journalist is back :) thanks pak raija!

Gravatar

Bagoes Zijsltra said,

March 7, 2007 @ 06:35

In the case of PMDK SMA 4, gw sih kagak heran sama sekali. Pengalaman gw sendiri waktu sekolah di kampung sendiri sangat menyakitkan. Tamat SD juara umum tdk diterima di SMP Negeri. Sedangkan anak2 guru dan anak pejabat keterima. Dan tamat SMP swasta dgn NEM 44,83 juga diterima di SMA di Negeri padahal minimum nem yg diterima 42. Akhirnya gw masuk SMA swasta lagi dan lumayan sukses. Dan ikut UMPTN juga keterima di Fakultas Kedokteran tapi gw malah pergi ke Jkt. Ijrah dari FK di Jkt malah gw mulai lagi kuliah di Belanda dgn waktu 3 tahun selesai S1. Selesai dari kuliah nyasar di sebuah Investment Banking papan atas multinational di Bld. Ambil MBA dgn cum-laude. All in all, di SMP/SMA swasta atau negeri hampir sama tergantung dari bibit seseorang. Perlihatkan kwalitas di saat yang paling penting dlm hidup. Cari kerja jauh lebih susah dari pada cari sekolah. That is the fact, bukannya cari kerja di bantu ama nenek/kakek….semuanya di tangan mu. Nilai raport atau ijazah tdk ada artinya kalau tdk bisa dipertanggung jawabkan. Be yourself and belief in you self 2.

Gravatar

gus adi said,

March 30, 2007 @ 09:47

Ebad3…
Saya salut sama pendapat2 kalian..
Bener2 cermin seorang pemikir yang kritis..
Setidakna saya yang skarang duduk di kelas 3 (sma tsb)., merasa tidak dirugikan atau diuntungkan..Karena balik ke masalah smula,,saya menganggap smwa pekerjaan akan memuaskan apabila dikerjakan sendiri..dan kualitas siswa memang dari sononya bukan dari sekolah tmpat mereka belajar..
Salam kenal bwat smwana ya..
Saya sangat senang bsa membaca smwa artikel yang kalian tulis,,
Memberikan pandangan dan wawasan yang lebih pada saya yang hanya seorang pelajar dgn hasrat keingintahuan yang tinggi..
It’s a great site..
Congratulations..

Gravatar

atut said,

May 16, 2007 @ 01:11

he…kita mo berkunjung ke SMA 4 bsok juni..mg ma Kep.Seknya di bolehin!!

Gravatar

gex andra said,

July 20, 2007 @ 17:06

Wow…jadi smu favourite sekelas SMU 4 ada bobrokna juga yah..
Padahal dulu udah sakit ati aja ga dapet disana n di SMU negeri yg laen cos nemku kurang lagi nol koma, tp banyak temen2 SMP gw yg terhitung ortuna tajir n bisa kongkalikong ama pihak SMU favourite, bisa diterima! Keki banget!
Tapi sekarang aku ga nyesel aku ga masuk sana, cos aku brani bilang saat ini aku lebih expert dr mereka di bidang kerjaan…
Thanks udah menyadarkan. Semestinya dari dulu aku baca nih site.
Great job bro!

Gravatar

Ardani said,

August 6, 2007 @ 14:27

hallo…………………
aku ardani, anak sma 4 dps angk. 24, pertama-tama aku mau say THANKS BGT!!!!buat kritikan temen2 tentang sma 4 karena itu bisa kami jadikan jalan ngebuat foursma (julukan kami buat sma 4 kami tercinta) lebih baik lagi…tapi aku juga pingin ngelurusin sedikit pendapat kalian tentang sma 4.. karena ngga semua anak sma 4 itu seperti yang diberitakan diatas.. mungkin memang angkatan diatas kami atau senior2 kami ada beberapa yang melakukan hal yang ngga jujur tersebut.. tapi kalian ngga bisa bilang kalau semua anak sma 4 itu ngga jujur dan hanya bermodalkan nama besar sma 4 untuk mendapatkan PTN ternama..banyak senior2 aku yang diterima di PTN ternama lewat PMDK, mereka memang memiliki kepintaran yang cukup luar biasa dan hampir sebagian dari mereka pernah mewakili sekolah dalam lomba2 akademis baik ditingkat propinsi dan internasional dan kami murid yang bersekolah di sma 4 adalah murid-murid yang lulus tes masuk disana…sebagian besar (hampir seluruh) murid yang diterima disini diterima dengan cara yang jujur dan bukan atas dasar kekayaan orang tua kami semata…aku juga sedih membaca berita diatas.. karena kesalahan beberapa orang kami semua warga sma 4 ikut terkena imbasnya..padahal tidak semuanya yang berperilaku curang buktinya tahun ajaran 2006/2007 banyak seniorku yang diterima di Udayana dan Udayana pun telah memberikan kesempatan bagi kami untuk melamar sebagai mahasiswa disana…

ThNKs bGt Yaw…………………..
bWt kritikannya………………

kami ngga akan bisa maju tanpa kritik………………

Bye………..see you!!!

Gravatar

Indra Syahreza said,

August 20, 2007 @ 22:27

Waduh Hebad Sajan pendidikan Bali tahun ini, gw sbg alumni Sma di Denpasar turut prihatin….tapi memang dari dulu pendidikan di Denpasar terutama SMP dan SMA negeri di Dps udah salah dari lama banget. . Anak “Sekolah negeri” setiap hari blajar 2 kali sehari untuk siang hari khusus mengerjakan soal-soal pentig yang nantinya akan keluar pada EBTANAS nantinya. Karna Udah tau jawabannya yah jai ngga heran pada saat keluluan NEM (Nilai Ebtanas Murni) anak negeri bisa sampai 58 (Fantastis skali)……
Gw anak SLUA 1 lulusan 93. Terima Kasih……

Gravatar

bubble adja said,

October 10, 2007 @ 17:17

wah,, lumayan juga kritikan2 ini..
gue jadi ada perbandingan buat masuk SMA yang favorite dan benar2 favorite..
jadi ntar nya gue gag salah ambil SMA..
and gag nyesel..
but,,apa SMA 4 masi bertindak curang begitu?
mudah-mudahan saja tidak..
tapi kenapa sampai sekaran belum tersebar luas tentang hal ini?
apa sudah ditindak lanjuti lagi?
couz gue pindahan dari malaysia n jkarta,,jadi kurang tau..
cayo,,SMA 4..!!!

Gravatar

NiCe_RaNg² said,

December 2, 2007 @ 17:50

waaaah… mungkin ada 1 pepatah buat UNUD *Lebih baik terlambat daripada diem ditempat* ( Ups.. sorry sengaja) - -a
kok bisa ampe kecolongan gtu sech *waaah.. jangan mpe kecolongan lage y pak rektor* ^_^ v…
gw lebih s7 klo sistem penerimaannya SPMB.. tapi harus clear y, kek SPMB jaman gw dolo.. dmna pengawasnya ada 2-3 orang n smuanya jalan2 meriksa hasil kerja para peserta ujian jadi peserta g sempet kasi tau jawaban ke tmen yang laen apa lagi buat nyontek, ya walaupun kesempatan nyontek slalu ada ** slalu ada niat dan kesempatan untk melakukan kejahatan**

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI