home kontak kita
Tour de Bali - Bali buat Paramuda

Taukah Kamu?

di bali, memegang kepala orang laen, apalagi orang yang lebih tua atau berkasta, adalah perbuatan tidak sopan. jadi, peganglah bagian2 yg laen bro :D

Arsip Penulis

Page 3 of 8«12345»...Last »

Desa Pejaten

Kira-kira 4 km barat daya dari Kediri terletak sebuah desa tradisional penghasil kerajinan dari tanah liat dan keramik. Desa ini diapit dua sungai dengan luar kira-kira 1,5 km persegi. Kesan desa ini adalah jauh dari peradaban dan teknologi modern. Namun, masyarakat disini telah menambang tanah liat merah (bahan dasar keramik) sejak awal berdirinya desa dan mereka bereksperimen sendiri dalam membuat keramik, sampai akhirnya persediaan tanah merah tersebut menipis pada tahun 80-an.

Pada tahun 1985 masyarakat desa mulai menguasai teknik pembuatan keramik dengan temperatur tinggi. Walaupun masih menggunakan tanur-tanur tradisional dengan bahan bakar batok kelapa, namun keramik yang dihasilkan berkualitas tinggi dan artistik. Baca lanjutannya dong »

Bangli

Kota Bangli terletak di sebelah timur laut Denpasar, kira-kira satu jam perjalanan ( 40 km ). Pada awal Dinasti Gelgel, Kerajaan kuno Bangli menjadikan Bali paling berkuasa pada pertengahan abad-19. Pada saat itu Bangli merupakan kota yang paling tenang dari seluruh kota dengan iklim sedang, tidak panas dan juga tidak dingin (panas dingin).

Delapan puri raja adalah salah satu tempat di sekitar perempatan utama kota, tapi sekarang hanya Puri Denpasar yang dibuka untuk umum sebagai istana ( yaitu adanya Artha Sastra Inn ). Baca lanjutannya dong »

Pulaki

Pura ini sebenernya adalah pusat dari beberapa pura yang mengelilinginya. Sebut aja Pura Melanting, Pura Kertha Kawat, Pura Pabean dan Pura Pemuteran. Tapi kamu kudu sedikit berhati-hati kalo kamu ke pura ini, pasalnya di pura ini ada beberapa ekor kera yang milih tinggal disana.

Menurut kata orang, pura ini dibangun oleh seorang pendeta dari jawa, Dang Hyang Niratha di awal abad ke 16 (kapan itu ya?). Konon nih, beliau dateng ke Bali karena putrinya dipaksa menikah dengan raja. Jadinya beliaupun ngungsi ke tempat ini lalu dengan kesaktiannya membuat daerah ini ndak kelihatan. Hebat kan? Nah, beliau pun lalu membangun sebuah pura disini, ya Pura Pulaki ini.Ada lagi yang lain, yaitu sumber air panas. Jadi, mandi disini bikin badan kamu seger and sehat, deh….

Monkey Forest

Kalo kamu pernah dengar ada hutan yang khusus tempat monyet di Bali yaitu Sangeh, itu bener banget. Tapi rupanya biar kamu lebih tahu, kalo di bali itu nggak cuman itu aja hutannya monyet. Ada lagi yang lain, yaitu Alas Kedaton dan Monkey forest ini.

Nah, monkey forest ini adanya itu di daerah ubud. Kamu tanya siapa aja pasti emuanya tahu dan memang mudah nyariin lokasinya ini. Sekedar buat bekel pengetahuan aja, kamu baeknya siapin diri ama kacang atau makanan kecil yang banyak dijual di sekitar area, and nanti makanan ini kamu kas’in ke monyet-monyet itu. Berderma ama nenek moyang, boleh lah…..

Penelokan

Penelokan berarti’tempat untuk dilihat’. Dari Denpasar, Penelokan kira-kira 56 km. Daerahnya dingin dengan ketinggian 1450 m. terkesan seperti desa suci, terlihat hitam dengan asap vulkanik dari Gunung Batur dan Danau Batur, air yang diperlukan mengalir untuk kebutuhan lahan pertanian Bali selatan.


Datanglah kesini sekitar pukul 08.00 atau 09.00 sebelum awan bergerak maju. Masih lebih baik jika anda bangun lebih awal untuk melihat matahari terbit. Pada bulan Agustus dan September matahari sudah terlalu tinggi, bergerak ke puncak tengah gunung, tapi pada bulan Juni dan Juli, matahari berada di kiri puncak gunung dengan warna kuning keemasan. Pada malam hari anda dapat melihat bulan berlayar menuju gunung. Baca lanjutannya dong »

Penulisan

Penulisan berarti tempat untuk menulis. Anda dapat menemukan tempat ini sekitar 8 km utara Kintamani di sebelah kiri tikungan pada salah satu jalan terbagus di Bali. Yang menarik perhatian di pinggir kawah Batur adalah dengan adanya pura tertinggi ( 1745 m ) dan mungkin yang tertua di Bali. Penulisan dipercaya memiliki gunung suci para raja dari dinasti Pejeng.

Dari Sukawana, naik ke arah timur sampai Pura Penulisan, ambil jalan naik mengikuti pinggir utara kawah dimana anda dapat melihat pemandangan kawah menyerupai permadani cantik. Jalan menuju Pinggan di sebelah utara kawah, kemudian berliku di tenggara menuju Songan. Baca lanjutannya dong »

Random Post from English Version

Village Life

The idea of balance is central to Balinese philosophy and way of life. Nature and Man meet and complement each other. The basic Balinese territorial unit is ‘desa’ (village), whose surface covers both the wet land of the rice fields, and the dry land of the compounds and related gardens, temples and roads. To the wet land, correspond the irrigation units or ’subak’, and to the dry and inhabited land, the community wards or ‘banjar’, each with their temples and organizations.

Ninety percent of Bali’s population is rural, living in hundreds of hamlets and villages all over the island. Traditionally, the social organization of the island is based on the village, each completely self-sufficient, providing for all the needs and functions of the individual from birth through cremation. Not just a collection of family compounds, the rural community was and is a whole series of interlocking corporations, a living organism, a microcosm of the cosmic order.

Page 3 of 8«12345»...Last »

putrabali.net - solusi webhosting murah dan berkualitas