home kontak kita
Tour de Bali - Bali buat Paramuda

Taukah Kamu?

urutan pemberian nama2 untuk orang bali bersaudara, mulai dari yang tertua sampai termuda adalah: wayan/gede/putu -> made/kadek/nengah ->nyoman/komang -> ketut

Arsip Penulis

Page 4 of 8« First...«23456»...Last »

Marga, Desa

Di Desa Margarana ini terdapat Monumen Margarana yang merupakan penghormatan kepada para pejuang Bali yang meninggal selama revolusi fisik melawan Belanda. Para pejuang Bali mengangkat senjata setelah bangsa ini menolak tuk menolak menyerah kepada Belanda dan menyatakan kemerdekaannya.

Bali yang pada waktu itu kekurangan pasukan meminta Jawa untuk mengirimkan bantuan. Nah untuk mengalihkan perhatian Belanda dari pendaratan tentara Jawa di Negara, Letkol I Gusti Ngurah Rai memimpin pasukannya mengadakan long march ke Gunung Agung. Baca lanjutannya dong »

Trunyan

Daerah di seberang danau Batur adalah daerah yang masih asing buat orang kebanyakan. Di situ terdapat sebuah desa yang dipercaya masyarakat Bali umumnya masih asli banget. Ya…, lo bayangin aja kaya badui di Jabar. Cuman saat ini, penduduk desa ini (Trunyan) udah bisa membuka hubungan dengan dunia luar.

Untuk mencapai desa tersebut, kita mesti naek perahu dari kawasan pariwisata Danau Batur. Kalo udah nyampe sana, ya ramah..ramah dikit lah. Jangan terlalu over-akting. Masyarakat disini dikenal sebagai “Baliaga” atau bali yang masih asli. Dan mereka ngga suka keributan. Baca lanjutannya dong »

Blahbatuh

Kalo kamu lagi jalan-jalan di Gianyar dan belum tau Blahbatuh, rasanya kurang lengkap. Blahbatuh terletak + 7 km ke arah barat kota Gianyar . Atau 4 km dari Sakah, kemudian belok ke arah Ubud sepanjang jalan utama Denpasar-Gianyar. Blahbatuh terkenal karena banyaknya mata air yang mengandung ikan segar.

Di dalam kota, kamu dapat mengunjungi taman anggrek yang indah serta Pura Gaduh yang memliki ciri khas dan berbeda dengan Pura lainnya. Untuk mencapai pura ini, kita akan melewati tangga yang curam serta pepohonan yang rimbun. Pura ini mengalami pemugaran setelah gempa bumi th. 1917. Baca lanjutannya dong »

Bali Barat

Mungkin taman ini bisa dibilang cukup jauh kalo kamu ambil jalan dari Denpasar, tapi sampe disana, asyik banget, lho. Ternyata ndak melulu di Jawa ada macemnya pelestarian buat hewan-hewan langka, di Bali juga…..

Nah, ceritanya disini ini yang paling beken itu tempat penangkaranburung langka Jalak Putih. Burung ini seakan udah jadi maskotnya Bali. Asal kamu tahu aja, burung cantik ini udah jarang banget adanya, dan disini, burung itu nggak dikurung mati gitu, tapi dibiarin lepas bebas. Baca lanjutannya dong »

Campuan

Sebuah desa yang asri terletak pada 1 km arah barat Ubud yang terkenal dengan nama Campuan. Lingkungan yang asri dan hijau akan menyambutmu, menyeberangi jembatan dengan sungainya yang jernih dan dalam. Jembatan ini merupakan penghubung vital antara Ubud dengan Campuan, Panestanan, Sanggingan dan Kadewatan.

Di bawah jembatan Campuan merupakan sungai yang jernih yang dikenal dengan nama Tukad Oos. Oleh karena itu, sungai ini merupakan denyut nadi bagi masyarakat sekitar karena menyediakan air bersih dan digunakan multifungsi. Ini juga merupakan kawasan spiritual umat Hindu, karena terletak pada pertemuan dua sungai. Baca lanjutannya dong »

Pancasari

Ada lagi satu desa di buleleng yang terkenal dengan kebun sayuran dan lapangan golf kelas dunia. Udaranya disana sejuk Cenderung dingin condong bikin badan menggigil. Desa ini cukup asyik, pasalnya dikelilingi oleh dua danau, yaitu danau tamblingan and danau Buyan. Lagian, desa ini di daerah gunung, jadi…..

TOPnya lagi yaitu lapangan golfnya yang dikasih nama Bali Handara Kosaido Country Club. Lapangan golf ini adalah lapangan golf terindah seluruh Asia (gile..!) dan satu-satunya lapangan golf yang adanya di daerah gunung.

Random Post from English Version

Trees

Offerings are frequently made to trees, especially in southern Bali. Selected, representative trees are adorned with ceremonial parasols and dressed in traditional black-and-white checkered cloth (kain poleng), scarf (saput), and headband (udeng) - the same dress Balinese men wear to temple.

The Balinese believe that in large trees dwell a host of spirits and demons; one often sees offerings placed on the ground before them, shrines constructed in their branches high above the ground. Legend has it that temples have even been founded next to important, spiritually charged trees. There are small, sacred reserves of trees all over the island, such as the Monkey Forest of Ubud and the majestic grove of dipterocarps at Sangeh.

Myriad uses are found for trees. Tree-trunk hollows are used as signal logs to call people to prayer, much like church bells in the West. The sacred milkwood (pule), sought after by woodworkers, is used to make the fearsome Rangda masks. In October, acacia trees, with huge clusters of bright yellow flowers, beautify the main road between Sanur and Tanjung Bungkak. Venerable tamarind trees line kilometer after kilometer of roads in northern Bali east of Singaraja; you can also see these huge shade trees on Jl. Suropati alongside Puputan Square in Denpasar.

Page 4 of 8« First...«23456»...Last »

putrabali.net - solusi webhosting murah dan berkualitas