Taukah Kamu?
di bali, ga ada sistem RT/RW. sebage penggantinya digunakan nama banjar, yg luas daerahnya kira2 sama dengan RW
Arsip Penulis
by angel - 24 Jul 2005 @ 15:03 · Kategori Keliling Bali
Di buleleng itu ada pura khusus memuja Dewi Sri, dewi kesuburan. Dan hasil dari khusuknya masyarakat Hindu memuja dewi kesuburan, terbukti disini adalah aerah yang cukup subur.
Lain dari sekedar pura, Sawane ini juga adalah tempat subak tertua di bali. Tahu dong subak? Subak itu adalah sistem perairan sawah khasnya orang Bali. katanya sih (entah kata siapa) subak ini udah ada sejak abad ke 15
Jadi tetep penting buat kamu tahu ciri khasnya bali yang paling khas, ya subak ini.
| Versi cetak | Email ke temen | 1,374 views

by angel - 16 Apr 2005 @ 17:32 · Kategori Keliling Bali
Alkisah zaman doeloe sekali, para dewa perang ama raksasa. Waktu itu perang dipimpin oleh Batara Indra dari kubu dewa, and Mayadenawa dari kubu raksasa. Pendek cerita, pasukan dewa berhasil menang, tapi…prajurit dewa banyak yang tewas. akhirnya Batara Indra membelah bumi ampe keluar air suci dari situ, dan air itulah yang kemudian menghidupkan lagi prajurit-prajuritnya. Kamu mo tahu, mata air itu ternyata ada di pulau bali, dan beken dengan nama Tirta Empul.
Mo tahu lanjutan ceritanya???? (kita lagi baek nih, mo cerita, makanya disimak yang baek juga ya?). Mata air ini lalu dikembangin ama raja bali waktu jaman itu, Sri Candrabhaya Singha Warmadewa di abad ke-10, ampe akhirnya jadi kompleks pemandian yang cantik ampe sekarang. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 4,162 views

by angel - 14 Apr 2005 @ 17:30 · Kategori Keliling Bali
Pura beji ini terletak di Desa Sangsit. Menurut catatan kemajuan wisata, pura beji ini hampir tidak pernah dilewatkan oleh para turis yang mengantar tamunya ke Buleleng. Sebenernya pura ini amat sederhana, tapi keunikannya itu rasanya hanya bisa ditemui di sini.
Pura ini adalah pura buat memuja Dewi Sri, dewi kesuburan. Tapi yang paling menonjol disini adalah ukirannya. Bisa dibilang hampir ndak ada ruang atau tempat yang lolos dari ukiran yang notabene adalah ukiran khas Buleleng
| Versi cetak | Email ke temen | 1,930 views

by angel - 25 Feb 2005 @ 00:05 · Kategori Keliling Bali
Merupakan gunung tertua kedua dengan tinggi kira-kira 152 m ( Gunung Merah ), gundukan ini terletak di sebelah timur kawah dan sebelah selatan Penelokan, merupakan titik tertinggi pada kawah terluar Gunung Batur, jangan harap bias liat rumah loe dari sini . Sedangkan pendakian Gunung Abang relatif lebih mudah dari Gunung Batur.
| Versi cetak | Email ke temen | 1,932 views

by angel - 07 Dec 2004 @ 04:55 · Kategori Keliling Bali
Sering mungkin kita BeTe and sumpek ame keramaian, nah ndak ada salahnya kalo kita nengokin ke satu desa yang bisa dibilang cukup tradisional di Buleleng, yaitu Desa Munduk. Disini kamu bisa nemu kebun kopi, teh, cengkeh, vanilla, dan tembakau
Trus kegiatan yang bisa kamu lakonin disini juga banyak. Kamu mo apa? Mo mendaki? Nngeliat air terjun? Semuanya bisa. Atau mo yang lain? Disini kamu juga bisa naek sepeda atau belajar naik kuda. Trus, kamu juga bisa maen layangan dan main “megangsing”, maenan khas anak-anak kecil di sono. Tapi desa ini belum ditujukan khusus wisata, jadinya hiburan daerah aja yang bisa dinikmatin disini, macem adu ayam dan lomba pacuan sapi di sawah. Tapi, seru kan?
| Versi cetak | Email ke temen | 2,811 views

by angel - 16 Oct 2004 @ 21:51 · Kategori Keliling Bali
Untuk sebuah daerah yang terletak di pintu masuk bali, desa pemuteran ini punya bejibun keunggulan. Kamu bisa terbengong-bengong ama keindahan pantainya dengan pasirnya yang berwarna hitam pekat, trus kamu juga bisa manfaatin fasilitas snorkeling — kalo kamu emang doyan snorkeling. And daerah ini juga ditunjuk sebagai salah satu tempat penangkaran penyu.
Tengok juga pasar burung perkututnya. Kalo malam, kamu bisa liat lampu-lampu dari kapal-kapal nelayan. Jangan lupa juga ngeliat lumba-lumba. Kalo kamu hobi mancing, kamu bisa sewa perahu kecil dan tambah komplit lagi buat kamu yang demen mendaki. Pasalnya, dalam waktu kurang lebih dua jam, kamu bisa mendaki gunung sekaligus nonton sunrise dan sunset sekaligus.
| Versi cetak | Email ke temen | 1,879 views
Random Post from English Version
by Asn
Tourism is Bali’s biggest source of hard currency. The foreign currency brought in by tourists improves Indonesia’s balance of payments, helping to correct the structural imbalance of trade between the developing and developed nations.
The government recognizes that tourism is Bali’s best hope for raising living standards and bringing jobs and prosperity. Tourism has meant that many people are now able to send their children to school. A senior high school diploma (SMA) is required to enter a tourism school, and all the big hotels only want students from these schools. Work in a hotel in almost any capacity is considered an excellent job. Tour guides and drivers can do even better. They can make between US$400 and $500 per month, compared with a monthly salary of US$100-150 for Balinese high school teachers.
Many Balinese view tourism as a cure for overcrowding and poverty. Tourism provides extra income for the landless as well as for those put out of work by the “green revolution,” the introduction of machines, and shrinking land holdings. Even backpackers leave money. Their priority is to travel cheaply, but the very length of their stay-often up to the two-month limit-means they usually drop more cash than the wealthy tourists who spend but four days on the island.
read more...
