home kontak kita
Tour de Bali - Bali buat Paramuda

Taukah Kamu?

urutan pemberian nama2 untuk orang bali bersaudara, mulai dari yang tertua sampai termuda adalah: wayan/gede/putu -> made/kadek/nengah ->nyoman/komang -> ketut

Arsip Penulis

Page 1 of 41234»

Banjar, Organisasi Tradisional Masyarakat Bali

Dalam membaca artikel-artikel tdb, pengunjung banyak yang tanya: apa seh banjar?

Banjar merupakan organisasi kemasyarakatan masyarakat tradisional Bali. Organisasi ini seperti sistem RT/RW pada masyarakat Indonesia modern. Sudah ada sejak jaman dahulu kala dan mulanya dikenal dengan nama subak.

Awalnya subak itu merupakan organisasi yang hanya mengatur masalah-masalah di sawah (sebelum bule-bule datang menjajah negeri ini dan kemudian berjemur di pantai) berhubung masyarakat Bali saat itu sebagian besar mata pencahariannya bertani. Baca lanjutannya dong »

Batukaru, Gunung

Selain Taman Nasional Bali Barat, tinggal pegunungan Batukaru inilah yang masih menyisakan kealamian dan keasrian pemandangan hutan di Pulau Dewata ini. Dengan tinggi 2.275 meter, (dari permukaan laut tentu saja) gunung ini menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang gemar mendaki.

Ampe tulisan ini gue buat, gue belon pernah mendaki gunung ini. Tapi dari cerita dan pengalaman konco-koncoku, perjalanan ke puncak gunung ini sangat menyenangkan, sejuk, hijau dan sangat tenang, namun di kala hujan tempat ini menjadi sangat berbahaya. Sebab permukaan jalan setapak yang pada musim kering pun licin menjadi sangat licin dan banyak di antara mereka yang lecet-lecet bahkan keseleo. So, hati-hati. Baca lanjutannya dong »

Ulun Danu, Pura

Pura Ulun Danu merupakan pura subak yaitu pura yang disungsung oleh para petani. Dibangun oleh raja Mengwi pada tahun 1633, kompleks pura ini mempunyai arsitektur campuran Hindu dan Budha. Ditandai oleh stupa Budha di sebelah kiri dan saat melewati pintu masuk kamu akan langsung berada di bagian utama Pura Teratai Bang.

 

Bagian pura ini didominasi oleh banguan’mer’ bertingkat tujuh. Kemudian ada pura yang lebih kecil yang digunakan sebagai tempat pemujaan dewa makanan dan minuman yang disebut Pura Dalem Purwa. Baca lanjutannya dong »

Celuk

Pusat kerajinan emas dan perak di kabupaten Gianyar yang terkenal selain Batubulan adalah Celuk. Hasil kerajinan emas dan perak disini bermutu tinggi serta asli buatan tangan pengrajin yang paham betul cara pembuatannya. Wayan Kardana dan Wayan Kawi merupakan dua pengrajin yang solid dan mempunyai keahlian khusus.

Sedikitnya 1.700 s/d 2.500 pengrajin yang bertahan hidup hanya mengandalkan kemampuannya membuat barang-barang kerajinan emas dan perak di Celuk. Keahlian ini diperoleh turun temurun dari orang tuanya. Baca lanjutannya dong »

Batubulan

Batubulan terletak kurang lebih 10 km dari kota Denpasar dan 17 km dari kota Gianyar. Desa Batubulan yang berbatasan dengan desa Celuk dan Singapadu mempunyai persamaan dalam hal kesenian, yaitu: seni tari, patung dan aneka ragam tabuh yang memikat hati. Dalam hal pendidikan, Batubulan tidak mau kalah dengan Denpasar. Di sini terdapat 2 sekolah bergengsi : SESRI (Sekolah Seni Rupa Indonesia ) dan SMKI (Sekolah Menengah Kerawitan Indonesia) yang akan memikat wisatawan dengan suguhan tarian dan tabuh yang artistik.

Berdasarkan ciri khas bentuk patungnya, Batubulan mempunyai bentuk tersendiri dan agak ekstrem dibandingakan dengan yang lainnya. Hal ini terlihat jelas pada ukiran-ukiran yang terpahat pada bangunan suci, rumah, kantor, jembatan, hotel, restoran dan lain-lainnya yang nggak kamu temuin di tempat lain. Baca lanjutannya dong »

Ubud

Kamu pasti kenal dengan Walter Spies, itu tuh.. pelukis beken Jerman yang udah memberi sumbangan yang luar biasa ama gaya pelukis-pelukis bali. Nah, doski ini udah menetap di abli itu sejak taon 1930-an, dan dia pilih tempat yang bener-bener pas, yaitu ubud. Sejak itulah lantas ubud jadi sedemikian bekennya.

Bukan itu aja alasan ubud jadi tenar, tapi emangnya disini adalah pusatnya segala macem kesenian bali. Mulai dari lukisan, kerajinan, de el el. Banyak banget keasyikan tinggal di ubud ini, serasa kamu ada di pusat kesenian dan tradisi bali. Coba jalan-jalan di sorenya, and baru kamu bakalan ngerasain nikmatnya ubud.

Random Post from English Version

Priest

There are two kinds of priests on Bali, the ‘pedanda’, or high priest, and the ‘pemangku’, or temple priest. Only a Brahman can become a ‘pedanda’; ‘pemangku’ are recruited from the lower castes. There are about 20 times more ‘pemangku’ than ‘pedanda’. Priests don’t hold political office and their economic power is limited, yet they’re the most respected members of Balinese society, their place the highest a mortal can achieve.

Balinese priests don’t stand between a worshipper and god; he’s there to make sure a person’s prayers are properly directed so the desired results may be achieved. Before a family moves into a new house or opens a ‘losmen’, a priest is asked to give god’s blessing. Priests purify people after an accident or illness, avert curses, and bring people out of spells and trances.

‘Pedanda’ all claim lineage from Wau Rauh himself, the highest priest of the Majapahit Empire. A ‘pedanda’ is usually an old man, quiet, gentle, thin, clad in white with a white turban. He is cared for by his sons, his spiritual practice “subsidized.” It’s bad manners to ask a proud ‘pedanda’ how much a ceremony will cost; the answer will most likely be, “no, I’m busy.”

Page 1 of 41234»

putrabali.net - solusi webhosting murah dan berkualitas