Taukah Kamu?
cara paling mudah & murah untuk jalan2 keliling bali adalah dengan menggunakan sepeda motor. kalo ga dapat minjem, ya harus sewa. jgn lupa pake sedikit rayuan karena harga di bali sangat nego gitu loh.
Arsip Penulis
by Kompiang - 18 Aug 2004 @ 12:56 · Kategori Keliling Bali
Kebun Raya ini merupakan cabang dari kebun raya Bogor, dibangun pada tahun 1959 sebagai tempat penelitian flora pegunungan Indonesia Timur. Mempunyai kurang lebih 600 jenis anggrek dan 668 jenis tumbuhan lokal dan import. Dan kemaren sempet ada Bunga Bangkai Raksasa seperti yang di Bengkulu itu.
Semua tanaman dikelompokkan dan ditata dengan apik, diselingi dengan tanaman hias dan bunga-bunga indah membuat pemandangan disini tidak hanya sekedar indah. Di dalamnya kamu akan menjumpai 3 pura, herbarium, cafetaria, pavillion kecil untuk duduk serta kamar kecil yang bersih. Segala hal yang kamu perlukan untuk piknik. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 5,452 views

by Kompiang - 29 Jul 2004 @ 12:44 · Kategori Keliling Bali
Di bali ini, kamu bisa ngeliat sunrise dan sunset di dua pantai yang beda. Di Sanur, kamu bisa nonton sunrisenya yang aduhai. Pantai sanur ini dinobatin sebagai daerah tempat kompleks hotel resort pertama di Bali. Bayangin aja, hotel itu udah dibangun disini sejak taon 1940. Sampe akhirnya hari ini, wah… ratusan hotel, bungalow dan penginapan kecil atawa besar.
 Â
Sanur juga tercatat sebagai pantai yang punya nilai sejarah. Taon 1906, Belanda terdampar di Bali lewat pantai ini, juga Jepang. Dan di taon 1946, Belanda ngulang kunjungannya juga lewat pantai ini. Di sini dibangun monumen yang ngingetin generasi muda kalo dulu di sini juga terjadi pertumpahan darah.
Buat kamu yang doyan snorkeling, bisa nyoba di sini. Selain itu, Sanur juga terkenal ama desa-desanya yang masih bisa tercium aroma tradisionalnya. Ada juga pasar tradisional, dan pasar seni yang ngegelar aneka khas Bali. Selamat shopping, deh.
| Versi cetak | Email ke temen | 6,786 views

by Kompiang - 23 Jul 2004 @ 19:17 · Kategori Keliling Bali
Kata kerambitan berasal dari bahasa Sanskerta karawitan yang artinya seni, musik dan tari. Well, no hip metal or sort after all. Anyway, kebayang kan keunikan nya. Makanya begitu ada upacara di daerah ini bergegaslah ke sana. Di jamin kamu akan menjumpai sesuatu yang lebih unik di banding daerah lain. Sayang di sini susah mencari losmen yang murah padahal daerah ini merupakan pusat terdekat untuk mencapai Tanah Lot, Mengwi, Gunung Batukaru, Pejaten, Alas Kedaton dan Bedugul.
Daerah di terkenal karena kesusastraan klasik mereka, Tari Legong, lukisan bertemakan wayang, ukiran baik batu maupun kayu dan tektekan (semacam orkestra tradisional) yang dipercaya mempunyai kekuatan magis. Di tempat ini juga msih terdapat bangunan-bangunan kuno dari abad ke 17. Bagunan tersebut berupa semacam istana yang oleh masyarakat setempat disebut puri, Puri Gede dan Puri Anyar. Juga terdapat sebuah pura dari jaman neolithicus yaitu Pura Ulun Desa, kamu bisa bertanya jalan pada penduduk di sana, mereka ramah kok. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 3,280 views

by Kompiang - 25 Jun 2004 @ 16:31 · Kategori Keliling Bali
Museum yang satu ini mungkin bisa dibilang sedikit lain, karena disini adalah tempat yang bener-bener khusus nyimpen lontar aja. Tahu lontar dong, keterlaluan deh kalo ngga. Nah, kalo kamu sedikitnya pengen tahu sejarah ato tulisan-tulisan kuno Bali, kamu bisa bongkar abis itu koleksi 3000 lontar kuno ini.
Tapi, meski ini adalah tulisan dari orang-orang bali jaman doeloe, tapi, masyarakat bali sendiri masih takut-takut masuk ke sini, alasannya takut dengan “jiwa-jiwa” lontar itu. Dan uniknya lagi, museum ini dibangun oleh orang Belanda, L.J Caron taon 1928.
| Versi cetak | Email ke temen | 1,909 views

by Kompiang - 06 Jun 2004 @ 19:45 · Kategori Keliling Bali
Museum yang ada di tengah-tengah kota Denpasar ini bisa dibilang udah tua banget lo. Bayangin aja, dia dibangun pada taon 1910 (kita masih dimana ya?). Trus karena letusan gunung yang ngerusakin juga bangunan ini, taon 1925 dipugar lagi. Museum ini sempet juga jadi museum etnograpfis. Itu lo, tempat dimana orang jual beli kerajinan tangan dan ngadain pameran temporari, ampe taon 1932.
Nah, museum ini sebenernya bisa dibilang amat sangat menarik buat kamu yang demen am peninggalan-peninggalan kuno. Utamanya dari jaman batu ampe perunggu. Kamu bisa liat macem-macem benda dari jaman-jaman itu. Mengagumkan, kan? Trus, disana juga kamu bisa ngeliat dari deket arsitektur Bali yang terkenal ampe luar negeri itu. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 2,882 views

by Kompiang - 03 Jun 2004 @ 13:01 · Kategori Keliling Bali
Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu tertelak bener2 di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Bahkan pada hari yang terang (laut tidak berkabut, cerah lah) kamu bisa melihat Pura Uluwatu dari sini. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi Pulau Bali. Dan Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.
Â
Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Beliau adalah Sanghyang Nirantha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Sanghyang Nirantha. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 17,752 views
Random Post from English Version
by Asn
Homo erectus, a distant ancestor of modern man, lived in a part of Indonesia between 350,000 and 800,000 years ago during the time of the great Ice Ages. Fossilized bones of “Java Man” from this period were found in Central Java in 1890, and stone axes and adzes have been discovered on Bali, in the northern village of Sembiran.
As the earth cooled during the Ice Ages, glaciers advanced from the Polar Regions and the levels of the world’s oceans fell. Many of the islands of Indonesia became joined to the landmasses of Southeast Asia and Australia by exposed land bridges. The early humans, as well as animals, moved through these areas across the land bridges linking the islands. It is thought there were two main routes into Indonesia from the Asian mainland; one led down through Thailand into Malaysia and then into the archipelago while the other came down via the Philippines with branches into Kalimantan and Sulawesi.
Homo sapiens first appeared around 40,000 years ago. These hunter-gatherers lived in caves and left their rock paintings on some of the Far Eastern islands of the archipelago. The Neolithic era, around 3000 BC, is marked by the appearance of more sophisticated stone tools, agricultural techniques and basic pottery. Remains from this era have been found at Cekik Village, in the far west of Bali, where evidence of a settlement together with burials of around a hundred people are thought to range from the Neolithic through to the Bronze Age.
read more...
