Taukah Kamu?
di bali, memegang kepala orang laen, apalagi orang yang lebih tua atau berkasta, adalah perbuatan tidak sopan. jadi, peganglah bagian2 yg laen bro :D
Arsip Penulis
by Kompiang - 25 May 2004 @ 13:41 · Kategori Keliling Bali
Satu lagi tercatat nama pelukis asing yang ngabisin masa hidupnya di Bali, Le Mayeur, selain nama besar Antonio De Blanco. Nah, pelukis Le Mayeur ini adalah pelukis asal Belgia yang pada taon 1932 pindah ke bali. Nama lengkap doski keren, lo… Adrien Jean Le Mayeur. Mungkin karena kecintaannya ama bali, lalu dia bikin rumah di pinggir pantai sanur dengan style Bali juga. Romantisnya�
Alkisah di taon-taon pertama di Bali, dia kesengsem ama seorang penari Bali yang waktu itu beken habis saking cantiknya. Cewe itu punya nama Ni Polok. Akhirnya Ni Polok pun nyerah ama Le Mayeur dan nikah setelah kurang lebih selama 2 tahun udah jadi model lukisannya. Mirip Blanco deh ceritanya :p Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 4,413 views

by Kompiang - 21 Apr 2004 @ 19:07 · Kategori Keliling Bali
Masih ingat Kerambitan kan? Nah salah satu tempat yang nggak boleh kamu lewati kalo kesana adalah Puri Anyar ini.
Puri (istana kecil) Anyar (baru) merupakan kediaman Anak Agung Ngurah Oka Silagunadha atau’Pak Ok’ dan Anak Agung Rai Giri Gunadhi atau’Pak Ra’. Beliau berdua adalah saudara kembar identik dan merupakan cucu dari raja terakhir puri. Pak Oka ini merupakan kepala keluarga puri karena beliau lahir berapa menit duluan dari Pak Rai.
Tanyakan kepada beliau siapa saja yang pernah berkunjung kesana. Tentunya beliau tidak akan mengingat nama gue, karena yaaa memang gue belum pernah kesana. Eerrrr..anyway, beliau akan menunjukkan sudut’selebrit’ dari ruang tamu puri. Disana terpajang foto King Hussein, Prince Bartiel of Sweden, Kurt Waldheim, Mick Jagger, David Bowie dan seorang penari kabuki terkenal. Sekali lagi nggak usah kamu cari foto gue disana karena si asn ydah membelinya dan melelangnya di situs ini. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 4,395 views

by Kompiang - 21 Apr 2004 @ 15:55 · Kategori Keliling Bali
Kalo di Jakarta, mungkin ada TMII yang ngegelar kebudayaan dan seni dari semua propinsi di Indonesia. Di Bali juga ada pusat kesenian seprti itu yang tentunya nggak nunjukin seni seluruh Indonesia, bisa dibilang Taman Werdi Budaya ini adalah TMII-nya Bali.
Di Art Center atau Taman Werdi budaya ini kamu bisa ngeliat segala pameran kerajinan Bali. Mulai dari patung, ukiran, lukisan ampe kain-kain dan perhiasan pernak-pernik khas Bali. Selain itu, kamu juga bisa nonton berbagai pagelaran budaya macam kecak, tarian-tarian Bali, dan sendratari yang digelar ampir tiap malam. Tinggal kamu nyocokin aja jadwal, tempat dan lokasinya
Apalagi kalo kamu dateng ke bali kira-kira pertengahan Juni, kamu bakalan ngeliat Pesta Kesenian Bali (PKB). Dimana acara ini dipusatin di Art Centre dan berlangsung selama sebulan penuh. Saat itu, kamu bakalan ngeliat lebih lengkap segala acara kesenian dari seluruh kabupaten se-Bali dan segala macem pameran kerajinan tangan. Wah, asyiknya bisa mengenal Bali!
| Versi cetak | Email ke temen | 4,776 views

by Kompiang - 07 May 2002 @ 14:52 · Kategori Perjalanan
Perkenalkan, nama gue rik, one of those melodramatic fools. Orang jalanan dalam arti orang yang tau banyak jalan, suka jalan2, naik motor di jalan dan kebut2an di jalan. Oh ya, kids, don’t try this at home, this is for pro only. Minta maaf sebelumnya karena gue bikin ni walkthrough setelah nonton “The Matrix” tuk yang kesekian kalinya. So jika ada bagian dari walkthrough ini yang membingungkan, tontonlah Matrix.

Foto: para pendaki amatir yg gagal audisi AFI. the white fury was not included.
Kali ini gue akan khusus membahas alternatif asik menikmati panorama Kintamani (Gunung Batur dan sekitarnya) saat mentari enggan bersinar. Walkthrough ini tentu saja bukan untuk badut2 rumahan, freaks yang cuman jago di diskotik dan all tough guy that afraid of the nature and being alone in the dark. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 3,610 views

by Kompiang - 15 Aug 2001 @ 02:26 · Kategori Keliling Bali
Kalo ke bali, jangan lupa ama barang-barang khasnya bali. Kalo kamu orangnya demen ama yang namanya patung, disini tempatnya!!! Kota kecil yang punya nama unik, “Kapal” ini, adalah pusatnya keramik, patung, piring-piring style Cina, cangkir-cangkir dan masih banyak lagi yang lainnya. Ada ratusan toko-toko kecil pinggir jalan yang siap menuhin segala selera kamu..
Hampir tiap kota di Bali pasti ada puranya. Kapal juga. Disini itu ada Pura Sada namanya. Pernah liat candi di jawa? Nah, bangunan ini nyaris seperti gayanya candi, dan konon pura ini dulunya adalah tempat suci keluarga kerajaan. Konon lagi, pura ini dibuat untuk Ratu Sakti Jayanengrat, penguasa dan penakluk dunia. Seru khan?
| Versi cetak | Email ke temen | 1,870 views

by Kompiang - 11 Jul 2001 @ 14:24 · Kategori Bali Sehari-hari
Baru-baru ini terjadi skandal yang menurut gue memalukan. Berapa SMA favorit terbukti melakukan pemalsuan nilai yang menyebabkan UNUD mencekal siswa2 peraih PMDK dari SMA2 tersebut. Berawal dari terbuktinya SMUN 4 Denpasar (SMA gue dulu, hiks…), yang akhirnya dengan terpaksa merambat ke SMA2 yang lain.
Gue sendiri nggak tau kenapa baru sekarang pihak UNUD berani mengungkapkan hal ini. Dan kenapa pula dimulai dari SMUN 4 Denpasar.Soalnya gue tau, (ini adalah pendapat pribadi gue dan kalo ada yang komplin hubungin gue deh) pemalsuan nilai di SMUN 4 ini udah lama berjalan, kayaknya sebelum angkatan gue deh. Dan gue juga tau SMUN 4 tidak sendirian, mereka berani karena bareng2 dan dengan pertimbangan siswa dari sini kualitasnya lebih bagus dari yang lain. Baca lanjutannya dong »
| Versi cetak | Email ke temen | 3,112 views
Random Post from English Version
by Asn
After Agung, Batur is the most sacred mountain on Bali. Most often the mountain’s only sign of life is an occasional wisp of smoke that drifts across its lava-blackened slopes. However, when this 1,717-meter volcano erupts, it glows red, bellows and throws out rocks and showers of volcanic debris.
History
Batur was initially formed in the shape of a sharply pointed cone over 3,500 meters above sea level. A terrific explosion blew the point off the cone, atomized a large portion of the volcano and collapsed the bulk of the mountain into the magma chamber, which was emptied by the initial cataclysm.
Before the present caldera was born, Penelokan and Kintamani lay on the western slope of the “first” Gunung Batur. Now Penelokan and Kintamani are spread out along the top of the caldera’s outer crater rim. The present younger, smaller volcano-of the effusive rather than explosive type-gradually grew out of the crater floor over a period of hundreds of thousands of years.
read more...