home kontak kita
Tour de Bali - Bali buat Paramuda

Taukah Kamu?

cara paling mudah & murah untuk jalan2 keliling bali adalah dengan menggunakan sepeda motor. kalo ga dapat minjem, ya harus sewa. jgn lupa pake sedikit rayuan karena harga di bali sangat nego gitu loh.
Page 15 of 15« First...«1112131415

Wisuda ke-57 UNUD

Sabtu kemaren, ada Wisuda UNUD angkatan gue. Acaranya meriah, termasuk karena gue ketemu hampir semua temen2 maen kelereng gue waktu SMU dulu. Cepet banget waktu jalan, gue kayanya udah ketua-an banget yah… Untuk lulusan taon ini, IPK tertinggi nyampe 3,94 and terendah 2,06. Yang terendah neh dari Fak, Kedokteran and sang pembantu rektor pake becanda dengan bilang, “biar IP kecil yang penting khan pasien laris…, emang ada pasien nanyain IPK?”

Beberapa hal hebat terjadi seperti lulusan tertua yang berumur 57 taon (konon mantan suhunya pak rektor sendiri), trus semester terlama tuh 24 semester (buset dah…), lulusan termuda 18 taon. Wisuda kali ini juga bertaburan “selebritis” diantaranya putra-putri 2 mantan rektor UNUD, trus anaknya pak Kapolda Irian, anaknya pak Kepala RSUP and gue sebagai fotografer amatir terpopuler :)

Galeri Foto Bali
cremation6
Blow in the wind! 3
Reef near Nusa Lembongan
IMG_2429.JPG
D300 Bali _20080730_192317.jpg
DSC_0117
Anturan-Lovina temple festivall
DSC_0646.jpg
VILLA TULUM
Beauty at calm sunset

Reguler VS Ekstensi

Sebuah fenomena baru muncul di kalangan mahasiswa Universitas Udayana (UNUD). para mahasiswa reguler mulai protes terhadap mahasiswa ekstensi karena merasa kurang diperhatikan. setahun belakangan, program ekstensi bener2 diminati. Selain karena status lulusan disamakan, fasilitas juga ngga kalah sip ketimbang reguler. Malah bangunan kampusnya lebih oke karena baru dibangun (dan masih terus membangun…).

Belon lagi lokasi kampus yang ada di Denpasar. Bandingkan dengan kampus reguler di bukit jimbaran (udah 20 km dari Denpasar, terpencil lagi…) Mirisnya lagi, anak2 reguler yang udah susah payah ikutan UMPTN mesti berjuang minimal 5-7 tahunan untuk bisa lulus. Sedangkan ekstensi, cukup 3-4 tahun. Perbandingan belon berakhir sampe disitu. Dosen2 reguler tampaknya juga lebih suka mengajar di ekstensi. Walopun statusnya honorer, tapi duitnya bo… Baca lanjutannya dong »

Pejeng

Adalah sebuah desa di gianyar yang terkenal dengan koleksi barang-barang antik dari mulai jaman batu (jamannya ada stupa) ampe ke jaman peradaban, tepatnya jaman Budha and dilengkapi juga ama tempat pemandian yang rupanya masih utuh.

Ada satu yang paling unik dari desa Pejeng ini, yaitu…..ada sebuah gong guuueeeddeee banget, yang ditaruh di Pura Penataran Sasih, dan disajeni, lho!!!! Bejibun mitos yang mewarnai cerita gong ini. Ada yang bilang gong ini adalah satu dari 13 bulan di bumi yang jatuh, ada juga yang katain ini adalah roda keretanya Kebo Iwa, dan mungkin masih banyak lagi sejarahnya, kamu bisa nanya langsung kalo mo lengkapnya, ya?????

Gong ini sempet bekan dengan nama bulan jatuh, dan’bula’ ini tingginya itu 186.5 dengan diameternya 160 cm. Konon menurut penelitian arkeologi, gong ini adalah berasal dari jaman logam yang kalo ndak salah itu sekitar taon 300 S.M dan kononnya lagi umurnya ini udah 1000 taon lebih tua daripada dinasty pejeng.

Songan

Dari Toya Bungkah, jalan selama satu jam atau berkendaraan di satu gang, jalan menuju Songan ke sebelah timur laut di ujung kawah terluar, sepanjang 12 km dari Penelokan. Songan juga dapat dijangkau dengan perahu dari Kedisan dan Toya Bungkah.

Ini merupakan desa terbesar di seputar danau, dengan populasi sekitar 5000. Penduduknya hidup dari perikanan dan pertanian di seberang desa. Tidak ada bemo menuju Songan tapi anda dapat menumpang truk. Para pendatang bernego untuk mendapatkan tumpangan gratis. Banyak belerang dan mata air alami disini.
Baca lanjutannya dong »

Kapal

Kalo ke bali, jangan lupa ama barang-barang khasnya bali. Kalo kamu orangnya demen ama yang namanya patung, disini tempatnya!!! Kota kecil yang punya nama unik, “Kapal” ini, adalah pusatnya keramik, patung, piring-piring style Cina, cangkir-cangkir dan masih banyak lagi yang lainnya. Ada ratusan toko-toko kecil pinggir jalan yang siap menuhin segala selera kamu..

Hampir tiap kota di Bali pasti ada puranya. Kapal juga. Disini itu ada Pura Sada namanya. Pernah liat candi di jawa? Nah, bangunan ini nyaris seperti gayanya candi, dan konon pura ini dulunya adalah tempat suci keluarga kerajaan. Konon lagi, pura ini dibuat untuk Ratu Sakti Jayanengrat, penguasa dan penakluk dunia. Seru khan?

Kasus PMDK SMUN 4 Denpasar

Baru-baru ini terjadi skandal yang menurut gue memalukan. Berapa SMA favorit terbukti melakukan pemalsuan nilai yang menyebabkan UNUD mencekal siswa2 peraih PMDK dari SMA2 tersebut. Berawal dari terbuktinya SMUN 4 Denpasar (SMA gue dulu, hiks…), yang akhirnya dengan terpaksa merambat ke SMA2 yang lain.

Gue sendiri nggak tau kenapa baru sekarang pihak UNUD berani mengungkapkan hal ini. Dan kenapa pula dimulai dari SMUN 4 Denpasar.Soalnya gue tau, (ini adalah pendapat pribadi gue dan kalo ada yang komplin hubungin gue deh) pemalsuan nilai di SMUN 4 ini udah lama berjalan, kayaknya sebelum angkatan gue deh. Dan gue juga tau SMUN 4 tidak sendirian, mereka berani karena bareng2 dan dengan pertimbangan siswa dari sini kualitasnya lebih bagus dari yang lain. Baca lanjutannya dong »

Random Post from English Version

Bangli

Bangli is an hour’s drive (40 km) northeast of Denpasar. An offshoot of the early Gelgel dynasty, the ancient kingdom of Bangli became Bali’s most powerful upland court in the second half of the 19th century.

Bangli today is perhaps the quietest and most easygoing of all the regency capitals. Travelers use for lying on the slopes of Gunung Batur, Bangli has one of the most temperate climates on Bali. The town is still the subject of fierce barbs, and the Balinese look at you askance when you say you’re going to Bangli.

Pura Kehen
Eight royal ‘puri’ were once situated around the main crossroads of town, but now only Puri Denpasar (the present Artha Sastra Inn) is open to the publicAs the original palace of Bangli’s last raja  note the sculptures of lions and bodhisattvas inspired by early photographs of Borobudur, and the remarkable painted mural and frieze in the ‘bale loji’ depicting Chinese life in Bangli. The mural is in bad shape but you can still make out detail. Also worth seeing is the 100-year-old ‘bale kulkul’, about a five-minute walk.

Page 15 of 15« First...«1112131415

putrabali.net - solusi webhosting murah dan berkualitas