Reguler VS Ekstensi

Ditulis oleh: Asn @ 29 Aug 2001

5 Komentar

Sebuah fenomena baru muncul di kalangan mahasiswa Universitas Udayana (UNUD). para mahasiswa reguler mulai protes terhadap mahasiswa ekstensi karena merasa kurang diperhatikan. setahun belakangan, program ekstensi bener2 diminati. Selain karena status lulusan disamakan, fasilitas juga ngga kalah sip ketimbang reguler. Malah bangunan kampusnya lebih oke karena baru dibangun (dan masih terus membangun…).

Belon lagi lokasi kampus yang ada di Denpasar. Bandingkan dengan kampus reguler di bukit jimbaran (udah 20 km dari Denpasar, terpencil lagi…) Mirisnya lagi, anak2 reguler yang udah susah payah ikutan UMPTN mesti berjuang minimal 5-7 tahunan untuk bisa lulus. Sedangkan ekstensi, cukup 3-4 tahun. Perbandingan belon berakhir sampe disitu. Dosen2 reguler tampaknya juga lebih suka mengajar di ekstensi. Walopun statusnya honorer, tapi duitnya bo… (more…)

Baca lanjutannya...

Pejeng

Ditulis oleh: angel @ 15 Aug 2001

Belum ada komen

Adalah sebuah desa di gianyar yang terkenal dengan koleksi barang-barang antik dari mulai jaman batu (jamannya ada stupa) ampe ke jaman peradaban, tepatnya jaman Budha and dilengkapi juga ama tempat pemandian yang rupanya masih utuh.

Ada satu yang paling unik dari desa Pejeng ini, yaitu…..ada sebuah gong guuueeeddeee banget, yang ditaruh di Pura Penataran Sasih, dan disajeni, lho!!!! Bejibun mitos yang mewarnai cerita gong ini. Ada yang bilang gong ini adalah satu dari 13 bulan di bumi yang jatuh, ada juga yang katain ini adalah roda keretanya Kebo Iwa, dan mungkin masih banyak lagi sejarahnya, kamu bisa nanya langsung kalo mo lengkapnya, ya?????

Gong ini sempet bekan dengan nama bulan jatuh, dan’bula’ ini tingginya itu 186.5 dengan diameternya 160 cm. Konon menurut penelitian arkeologi, gong ini adalah berasal dari jaman logam yang kalo ndak salah itu sekitar taon 300 S.M dan kononnya lagi umurnya ini udah 1000 taon lebih tua daripada dinasty pejeng.

Baca lanjutannya...

Songan

Ditulis oleh: Asn @ 15 Aug 2001

Belum ada komen

Dari Toya Bungkah, jalan selama satu jam atau berkendaraan di satu gang, jalan menuju Songan ke sebelah timur laut di ujung kawah terluar, sepanjang 12 km dari Penelokan. Songan juga dapat dijangkau dengan perahu dari Kedisan dan Toya Bungkah.

Ini merupakan desa terbesar di seputar danau, dengan populasi sekitar 5000. Penduduknya hidup dari perikanan dan pertanian di seberang desa. Tidak ada bemo menuju Songan tapi anda dapat menumpang truk. Para pendatang bernego untuk mendapatkan tumpangan gratis. Banyak belerang dan mata air alami disini.
(more…)

Baca lanjutannya...

Kapal

Ditulis oleh: kompiang @ 15 Aug 2001

Belum ada komen

Kalo ke bali, jangan lupa ama barang-barang khasnya bali. Kalo kamu orangnya demen ama yang namanya patung, disini tempatnya!!! Kota kecil yang punya nama unik, “Kapal” ini, adalah pusatnya keramik, patung, piring-piring style Cina, cangkir-cangkir dan masih banyak lagi yang lainnya. Ada ratusan toko-toko kecil pinggir jalan yang siap menuhin segala selera kamu..

Hampir tiap kota di Bali pasti ada puranya. Kapal juga. Disini itu ada Pura Sada namanya. Pernah liat candi di jawa? Nah, bangunan ini nyaris seperti gayanya candi, dan konon pura ini dulunya adalah tempat suci keluarga kerajaan. Konon lagi, pura ini dibuat untuk Ratu Sakti Jayanengrat, penguasa dan penakluk dunia. Seru khan?

Baca lanjutannya...
Page 17 of 17« First...1314151617