Foto Galeri Update
Tambahan beberapa foto dari bali. Selengkapnya ada di Foto Galeri
Komen (6) | Versi cetak | Email ke temen | 2,373 views

Tambahan beberapa foto dari bali. Selengkapnya ada di Foto Galeri
Komen (6) | Versi cetak | Email ke temen | 2,373 views
![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
Berhubung banyaknya request untuk memberi lebih banyak info soal tempat makan di Denpasar dan sekitarnya, kita update2 lagi postingan terdahulu (ditulis skitar 2 tahun lalu hehe). Banyak yg berubah. Yg dulu enak sekarang payah. Yang dulu murah jadi mahal. Tapi ada juga yg membaik, plus beberapa tempat makan baru. Istilahnya “the rising warteg”, halah…
Review ini khusus makanan umum yg relatif murah. Sumber dari pengalaman mencoba2 dari para kru tdb sendiri plus beberapa referensi. Bagi yg doyan steak bisa baca postingan kita terdahulu Steak Murah di Denpasar. Untuk tempat makan kelas cafe/restaurant dan tempat dugem (party zone) akan segera menyusul. Ok. kita mulai dari yang murah2 dulu.
Cak Asmo
Jl. Komodo, Sanglah - Denpasar
Salah satu yg paling populer di tengah kota Denpasar. Menu nya mulai dari cap-cay, nasi goreng (ayam, spesial, sea-food dan masih ganyak variasi lagi), mie goreng and kuah, fuyung hay, bakso and semacemnya. update: sekarang ada siomay. Soal rasa, disini ok lah. Harganyajuga bagus. Nasi goreng ato capcay skitar Rp. 4000 - 6000 seporsi. Dengan Rp. 20.000 udah bisa buat makan bedua sampe perut kembung.. Baca lanjutannya dong »
Komen (29) | Versi cetak | Email ke temen | 11,774 views

Gw terakhir ke Dreamland skitar 2 tahun lalu. Jangan salah, ini bukan Dreamland toko sufr fashion ala Billabong, Rip Curl etc, tapi Pantai Dreamland yang terletak di pesisir selatan Jimbaran. Kalo kamu tau Garuda Wisnu Site, kamu tinggal lurus bberapa kilometer lagi sampe ktemu gerbang gede. Setelah gerbang, ada skitar 3 kilometer boulevard dgn view tebing2 dan perumahan hantu
Perumahan hantu? Iyah, konon disini akan dibangun real estate megah untuk para koruptor.. erhh.. maksud gw untuk orang2 kaya gitu. Tapi ntah knapa proyeknya mandeg. Maka yg ada adalah boulevard megah + bebrapa properti yg udah jadi en ga berpenghuni. Baca lanjutannya dong »
Komen (64) | Versi cetak | Email ke temen | 17,055 views

Ide Garuda Wisnu Kencana (GWK) bgitu hebat. Sebuah mini-city dengan segala fasilitas hiburan, shopping dan tempat rekreasi seluas puluhan hektar. Tentu saja jgn lupakan patung GWK itu sendiri. Rencananya akan menjulang setinggi 128 meter dan konon merupakan yg tertinggi di dunia untuk kategori Statue.
Terletak di kawanan pebukitan dgn view yg menawan seperti Pantai Kuta & Jimbaran di kejauhan, Airport Ngurah Rai dan Pelabuhan benoa. Kamu bisa mencapai GWK melalui beberapa jalur. Diantaranya melewati kampus UNUD yg belok2 tapi dapet bonus liat mahasiswi bening, ato direct melalui jalan utama Jimbaran dgn beberapa tikungan2 tajam dan berbahaya. Baca lanjutannya dong »
Komen (38) | Versi cetak | Email ke temen | 13,058 views

Kabar baik buat kamu yang berdomisili di Denpasar dan sekitarnya yang lagi butuh koneksi internet 24 jam sehari, murah dan handal. Tour de Bali bekerjasama dengan Era Akses memberi solusi buat kamu yang udah cape dengan ISP Anu yg diskonek melulu, ato ISP ABC yang tidak hanya cepat dalam koneksi tapi juga cepat menguras isi kantong. Hanya Rp 385.000/bulan sudah termasuk PPN!
Siapa tuh Era Akses?
Era Akses adalah divisi dari PT. Cakra Lintas Nusantara, salah satu ISP terpercaya di Denpasar yang sudah melayani ratusan pelanggan korporat sejak 2003. Era Akses diperuntukkan bagi pengguna rumahan atau bisnis menengah ke bawah yang memerlukan akses internet 24 jam dengan dana terbatas. Baca lanjutannya dong »
Komen (14) | Versi cetak | Email ke temen | 2,504 views

Sejak 1-2 tahun lalu, steak murah mulai menjamur di denpasar. tempatnya ga perlu mewah, cukup pake tenda/terpal, meja/kursi plastik/olympic, pasang musik disko darurat (the upstairs hehe), pajang papan tulis bertuliskan “STEAK MURAH!! Mulai dari 12ribu!” jadi deh. selamat! elo sudah punya warung steak.
Dan dalam kesempatan yg berbahagia ini, gw mau buat review suka2 terhadap 3 warung steak pilihan di denpasar. warning: jgn lupa, gw bukan ahli makanan, percaya boleh, tidak percaya harus.
1 Steak KQ5
Jln. Merdeka, Renon, sebelah wong solo
Bgitu sampe parkir, elo akan sedikit heran. warungnya ancur, tapi parkirnya luas en full dengan boil2 mewah. dekor warung pas2an. meja/kursi ga lebih baek dari warteg banyuwangi yg ada deket rumah gw. pilar bambu en atap terpal. musik darurat degn speker digantung/diikat di pilar bambu. selera musik bolehlah, pop alternative gitu. Baca lanjutannya dong »
Komen (13) | Versi cetak | Email ke temen | 4,262 views
At the time of Holland’s final conquest of Bali in 1906, the island was administered by autonomous lords and their officials. Each of its nine warring principalities-Klungkung, Karangasem, Mengwi, Badung, Bangli, Tabanan, Gianyar, Buleleng and Jembrana-was separated by sharply demarcated borders and each competed for the loyalty, support, and deference of the population.
In May 1904 the small Chinese steamer Sri Koemala was wrecked and looted off Sanur. The owners held the Dutch government directly responsible. The Dutch, in turn, demanded the raja of Badung pays damages and punish the looters. The raja, with the support of bordering states, refused. The dickering between the Dutch and the raja dragged on for two years, with the deadlock finally used as a pretense for the Dutch to throw a complete naval blockade around southern Bali.
On 15 September 1906, the Dutch anchored a large war fleet off Sanur and landed an expeditionary force of 2,000 men. Opposed on the beach at dawn the next day by Balinese attacking with golden spears, the Dutch started their final advance on Denpasar, trundling their cannons behind them. By 19 September they reached the town’s outskirts. The naval bombardment commenced early the next morning, firing the king’s palace and the houses of the princes.
