home kontak kita
Tour de Bali - Bali buat Paramuda

Taukah Kamu?

di bali, anjing2 bebas berkeliaran di jalan. ada yg kalem ada juga yg galak. pemandangan ini mungkin sedikit aneh bagi mereka yg hidup pada daerah2 'bebas anjing' sperti di pulau jawa misalnya. jadi, waspadalah!
Page 3 of 15«12345»...Last »

Sport-Game Asik di Bali

Paint Ball 3 Paint Ball 2 Paint Ball 1
Paintball
adalah game ala counter strike dengan misi utama “capture the flag”. Dimainkan oleh 2 team dimana tiap pemain dilengkapi dengan baju perang en senjata CO2 paint makers. Dijamin adrenalin lo pada tumpah deh. Cocok buat kamu yg terobsesi menjadi rambo ato yg ga kesampean ikut perang irak. info lengkap di http://www.paintballbali.com/about_paintball.htm

Sea Walker 3 Sea Walker 2 Sea Walker
Sea walker
, sesuai namanya, lo bisa jalan2 bebas di dasar laut dengan menggunakan semacam helm khusus berbentuk bulat en terbuat dari kaca. sperti di pilm2 kartun kalo tokohnya ke luar angkasa gitu loh. selamat berjalan-jalan di dasar laut selama 25 menit dengan kedalaman maksimum 15 kaki Baca lanjutannya dong »

Galeri Foto Bali
Bali 17-19 Jan 08 (1)
padi 1
Uluwatu
Bali 547
Ebbe
DSC_0122.JPG
Tanah Lot SunSet
Tjampuhan River Valley
Ricefield
Surf's up!

Banjar, Organisasi Tradisional Masyarakat Bali

Dalam membaca artikel-artikel tdb, pengunjung banyak yang tanya: apa seh banjar?

Banjar merupakan organisasi kemasyarakatan masyarakat tradisional Bali. Organisasi ini seperti sistem RT/RW pada masyarakat Indonesia modern. Sudah ada sejak jaman dahulu kala dan mulanya dikenal dengan nama subak.

Awalnya subak itu merupakan organisasi yang hanya mengatur masalah-masalah di sawah (sebelum bule-bule datang menjajah negeri ini dan kemudian berjemur di pantai) berhubung masyarakat Bali saat itu sebagian besar mata pencahariannya bertani. Baca lanjutannya dong »

Batukaru, Gunung

Selain Taman Nasional Bali Barat, tinggal pegunungan Batukaru inilah yang masih menyisakan kealamian dan keasrian pemandangan hutan di Pulau Dewata ini. Dengan tinggi 2.275 meter, (dari permukaan laut tentu saja) gunung ini menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang gemar mendaki.

Ampe tulisan ini gue buat, gue belon pernah mendaki gunung ini. Tapi dari cerita dan pengalaman konco-koncoku, perjalanan ke puncak gunung ini sangat menyenangkan, sejuk, hijau dan sangat tenang, namun di kala hujan tempat ini menjadi sangat berbahaya. Sebab permukaan jalan setapak yang pada musim kering pun licin menjadi sangat licin dan banyak di antara mereka yang lecet-lecet bahkan keseleo. So, hati-hati. Baca lanjutannya dong »

Bedulu

Sebuah desa indah yang nggak kalah dengan Batubulan, dapat kamu temuin di sebelah selatannya Pejeng dan mayoritas penduduknya adalah petani. Bedulu namanya,dan jauhnya kira-kira 26 km dari Denpasar. Jika kamu berangkat dari Ubud e’ nyampek di Teges, kamu mesti naik bemo dan lewat route Goa Gajah.

Jaman dulu, Bedulu merupakan sebuah kerajaan kuat yang merupakan bagian dari Pejeng. Penguasa terakhir kerajaan Bedulu menentang invasi kerajaan Majapahit pada tahun 1343. Sesudah invasi ini, tatanan agama Hindu mengalami kemajuan dan diiringi dengan sistim cocok tanam yang baru (th.1515) Baca lanjutannya dong »

Desa Pejaten

Kira-kira 4 km barat daya dari Kediri terletak sebuah desa tradisional penghasil kerajinan dari tanah liat dan keramik. Desa ini diapit dua sungai dengan luar kira-kira 1,5 km persegi. Kesan desa ini adalah jauh dari peradaban dan teknologi modern. Namun, masyarakat disini telah menambang tanah liat merah (bahan dasar keramik) sejak awal berdirinya desa dan mereka bereksperimen sendiri dalam membuat keramik, sampai akhirnya persediaan tanah merah tersebut menipis pada tahun 80-an.

Pada tahun 1985 masyarakat desa mulai menguasai teknik pembuatan keramik dengan temperatur tinggi. Walaupun masih menggunakan tanur-tanur tradisional dengan bahan bakar batok kelapa, namun keramik yang dihasilkan berkualitas tinggi dan artistik. Baca lanjutannya dong »

Kota Singaraja

Kalo kamu asalnya demen ngedengerin dongeng dari nenek ato tetangga kamu barangkali, kamu pastinya demen ngedengerin sejarah, donk. Nah, kalo demen ama sejarah, kamu kudu tahu kota ini, pasalnya di jaman doeloe banget, singaraja ini adalah ibukota propinsi bali, sbelum akhirnya dipindahin ke denpasar.

Pindahnya itupun udah lama banget, kalo ndak salah itu sekitar taon 1958 (kalo mo pastinya, kamu kudu kesini dulu trus nanya ama orang yang kira-kira ngerti sejarah singaraja, he…he…he…..)

Di kota ini juga ada patung khasnya singaraja, patung ini dikasih nama Tugu Singa Ambara Raja, yang konon konsepnya itu adalah lambang dari semangat orang-orang singaraja yang dulu itu gencar-gencarnya ngelawan belanda. Kota yang dulu sempet jadi kota yang teramai di bali, sekarang jadi kota yang ternyata jauh lebih rapi, lebih tenang daripada denpasar. (Iya lah …)

Random Post from English Version

The Gods of Bali-Hinduism

All the many gods of Bali-Hinduism are merely realizations or manifestations of the holy rays from the one God, Sanghyang Widhi, the omnipotent Supreme Being. In this universal, all-embracing god, all deities and ancestral spirits achieve a higher unity.

Sanghyang Widhi manifests himself to the Balinese in three main forms: Brahma the Creator, Vishnu the Preserver, and Shiva the Destroyer. This three-in-one embodiment is called the Trisakti, the Holy Trinity. The average Balinese does not utter prayers or make offerings directly to Sanghyang Widhi. Not one of the island’s temples, altars, or shrines is dedicated to him.

Instead, three-seated temple pedestals enshrine the Trisakti. Before a ceremony temple guardians will decorate the pedestal with bright wraps of colored cloth: red for Brahma, white for Shiva, black for Vishnu. These three powerfully symbolic colors predominate in all religious processions.

Page 3 of 15«12345»...Last »

putrabali.net - solusi webhosting murah dan berkualitas