<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Desa Trunyan	</title>
	<atom:link href="http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/</link>
	<description>Info tempat wisata dan foto galeri Bali</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Apr 2021 17:54:12 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>
		By: Agunk Kuncoro		</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-74726</link>

		<dc:creator><![CDATA[Agunk Kuncoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 May 2016 09:06:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-74726</guid>

					<description><![CDATA[Oknum2 yang menghadang saat memasuki jalan turunan letaknya persis dekat dengan pos polisi ternyata masih ada. 

Dengan nada sedikit memaksa menawarkan tour guide menyebrang ke Trunyan dengan tarif 600ribu/perahu. WTF Namun kami ber4 org menolaknya secara halus dan akhirnya kami berhasil turun mendekati danau.

Sesampainya dipinggir danau ternyata MASIH ADA LAGI penjual souvenir (IBU2) yang memaksa kami untuk membeli barang dagangannya, mereka mengikuti saya kemanapun saya berjalan untuk mencari spot foto. Tapi akhirnya salah satu teman saya merasa kasihan dan akhirnya membeli souvenir tersebut. Niat awal pergi ke Trunyan kami batalkan karena banyaknya oknum2  tersebut.
Apakah Dinas Pariwisata setempat tidak mengambil tindakan atas ulah oknum2 tersebut ? Padahal sudah banyak sekali keluhan wisatawan mengenai hal ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oknum2 yang menghadang saat memasuki jalan turunan letaknya persis dekat dengan pos polisi ternyata masih ada. </p>
<p>Dengan nada sedikit memaksa menawarkan tour guide menyebrang ke Trunyan dengan tarif 600ribu/perahu. WTF Namun kami ber4 org menolaknya secara halus dan akhirnya kami berhasil turun mendekati danau.</p>
<p>Sesampainya dipinggir danau ternyata MASIH ADA LAGI penjual souvenir (IBU2) yang memaksa kami untuk membeli barang dagangannya, mereka mengikuti saya kemanapun saya berjalan untuk mencari spot foto. Tapi akhirnya salah satu teman saya merasa kasihan dan akhirnya membeli souvenir tersebut. Niat awal pergi ke Trunyan kami batalkan karena banyaknya oknum2  tersebut.<br />
Apakah Dinas Pariwisata setempat tidak mengambil tindakan atas ulah oknum2 tersebut ? Padahal sudah banyak sekali keluhan wisatawan mengenai hal ini.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Andre Bayu Anggara		</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-74724</link>

		<dc:creator><![CDATA[Andre Bayu Anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2016 02:21:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-74724</guid>

					<description><![CDATA[Pengalaman saya batu kmrin tgl 26 maret 2016 sangat menyebalkan berkunjung ke desa trunyan. saya kesana beserta istri saya pakai mobil pribadi.Baru mau turun untuk masuk ke desanyanya sudah dihadang 2 pemuda kekar kayak preman memaksa untuk dipandu dg ngototnya. Saya tolak dg nada lirih dg alasan klo tujuan saya ktmu kluarga yg sdh disana. Akhirnya lolos dan di tengah perjalan masih ada lagi yg mnghadang mnghentikan mobil saya.dg alasan sama akhirnya lolos lagi dan sampailah di dermaga. Didermagapun calonya yg ngoyok2 ada 3 org ya ampun sudah saya tolak tetep aja ngoyok scra bergantian. Blum lagi penjual soevenir keliling memaksa untuk dibeli barangnya dg cara ditunggu berjam2 dsblah saya agar kita mngeluarkan uang. Kok gak tertib ya wisata ini, dan akhirnya dri mslh awal sdh kayak gitu saya batalkan untuk pergi ke makam trunyan. Klo wisatanya begini terus,saya yakin ajur....... padhl sgt potensial...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman saya batu kmrin tgl 26 maret 2016 sangat menyebalkan berkunjung ke desa trunyan. saya kesana beserta istri saya pakai mobil pribadi.Baru mau turun untuk masuk ke desanyanya sudah dihadang 2 pemuda kekar kayak preman memaksa untuk dipandu dg ngototnya. Saya tolak dg nada lirih dg alasan klo tujuan saya ktmu kluarga yg sdh disana. Akhirnya lolos dan di tengah perjalan masih ada lagi yg mnghadang mnghentikan mobil saya.dg alasan sama akhirnya lolos lagi dan sampailah di dermaga. Didermagapun calonya yg ngoyok2 ada 3 org ya ampun sudah saya tolak tetep aja ngoyok scra bergantian. Blum lagi penjual soevenir keliling memaksa untuk dibeli barangnya dg cara ditunggu berjam2 dsblah saya agar kita mngeluarkan uang. Kok gak tertib ya wisata ini, dan akhirnya dri mslh awal sdh kayak gitu saya batalkan untuk pergi ke makam trunyan. Klo wisatanya begini terus,saya yakin ajur&#8230;&#8230;. padhl sgt potensial&#8230;</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Mengunjungi Desa Trunyan &#124; Tour de Bali &#8211; Informasi Wisata dan Galeri Foto Bali		</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-65604</link>

		<dc:creator><![CDATA[Mengunjungi Desa Trunyan &#124; Tour de Bali &#8211; Informasi Wisata dan Galeri Foto Bali]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 08:31:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-65604</guid>

					<description><![CDATA[[...] ini gue bakal cerita tentang perjalanan gue dan dua temen gue, Prita dan Okta ke Desa Trunyan. Trunyan berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Trunyan merupakan desa tua, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] ini gue bakal cerita tentang perjalanan gue dan dua temen gue, Prita dan Okta ke Desa Trunyan. Trunyan berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Trunyan merupakan desa tua, atau [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: iwan		</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-65459</link>

		<dc:creator><![CDATA[iwan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 12:29:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-65459</guid>

					<description><![CDATA[emang banyak pemalaknya ya trunyan jadi ragu2 mau ke sana]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>emang banyak pemalaknya ya trunyan jadi ragu2 mau ke sana</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Asn		</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-63884</link>

		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2013 01:15:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-63884</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-63874&quot;&gt;amos&lt;/a&gt;.

setau saya mikrobus bisa turun ke pinggir danau, hanya saja jalan cukup curam jadi mesti hati2]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-63874">amos</a>.</p>
<p>setau saya mikrobus bisa turun ke pinggir danau, hanya saja jalan cukup curam jadi mesti hati2</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: amos		</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-63874</link>

		<dc:creator><![CDATA[amos]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2013 15:08:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-63874</guid>

					<description><![CDATA[apa bisa mikrobus turun ke pinggir danau dan cari perahu penyeber5angan. siapa mau jadi gaet di trunyam, harap hub 08564 123 8818. rencana Juni 2013 bawa romb ke trunyam. trims]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>apa bisa mikrobus turun ke pinggir danau dan cari perahu penyeber5angan. siapa mau jadi gaet di trunyam, harap hub 08564 123 8818. rencana Juni 2013 bawa romb ke trunyam. trims</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: lina		</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-58544</link>

		<dc:creator><![CDATA[lina]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2012 03:13:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-58544</guid>

					<description><![CDATA[Mdh2an pengelolaan wisata Truyan emang sdh berubah ya. Pengalamanku ya sama d palak persis = cerita2 d atas. Kejadian th 2009.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mdh2an pengelolaan wisata Truyan emang sdh berubah ya. Pengalamanku ya sama d palak persis = cerita2 d atas. Kejadian th 2009.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Bekti Toscha		</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-51421</link>

		<dc:creator><![CDATA[Bekti Toscha]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2012 09:10:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-51421</guid>

					<description><![CDATA[waktu gw kesana emang sangat penasaran dengan hal demikian masa orang tanpa di balsam, tanpa dimumi, tampa diapa2in bisa tidak bau,makannya saya pas ada waktu ke bali saya bergegas ke bali tepatnya tgl 15 juni 2012, sesampai disana dekat danau pas naik mobil langsung ditawarkan oleh penduduk sana di tawarkan tour gaet, saya ikuti dia tanpa basa-basi menyelusuri danau, sesampainya tempat pelabuhan kecil di sana saya lang sung disodorkan harga untuk melihat Kuburun Trunyan sebesar Rp.600 Rb, katanya itu sudah murah kalo lewat ujung danau bisa Rp. 1.2 jt. ya mau gimana lagi karena penasaran n masih ada uang lebih, saya ambil lah peket tersebut walau dengan sangat berat hati. tetapi memang ajib semua yang saya dengar SANGAT benar Pemakaman yang sangat ajib.,., tidak bau tidak ada laler, dan udaranya sangat sejuk sekali.,., ya mudah-mudahan objekwisata yang bagus itu bisa di jaga kelestariannya n mudah2an biaya akomodasi para turis bisa dimanfatkan dengan baik oleh warga sekitar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>waktu gw kesana emang sangat penasaran dengan hal demikian masa orang tanpa di balsam, tanpa dimumi, tampa diapa2in bisa tidak bau,makannya saya pas ada waktu ke bali saya bergegas ke bali tepatnya tgl 15 juni 2012, sesampai disana dekat danau pas naik mobil langsung ditawarkan oleh penduduk sana di tawarkan tour gaet, saya ikuti dia tanpa basa-basi menyelusuri danau, sesampainya tempat pelabuhan kecil di sana saya lang sung disodorkan harga untuk melihat Kuburun Trunyan sebesar Rp.600 Rb, katanya itu sudah murah kalo lewat ujung danau bisa Rp. 1.2 jt. ya mau gimana lagi karena penasaran n masih ada uang lebih, saya ambil lah peket tersebut walau dengan sangat berat hati. tetapi memang ajib semua yang saya dengar SANGAT benar Pemakaman yang sangat ajib.,., tidak bau tidak ada laler, dan udaranya sangat sejuk sekali.,., ya mudah-mudahan objekwisata yang bagus itu bisa di jaga kelestariannya n mudah2an biaya akomodasi para turis bisa dimanfatkan dengan baik oleh warga sekitar.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Gex Dewi		</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-51327</link>

		<dc:creator><![CDATA[Gex Dewi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jun 2012 04:01:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-51327</guid>

					<description><![CDATA[In reply to &lt;a href=&quot;http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-50953&quot;&gt;Ardnen&lt;/a&gt;.

gpp atuh mas,,cuma donasi 5rb. penyu dan hewan2 lainnya di sana kan perlu makan dan perawatan :-)
kalo aku minggu kemarin, begitu masuk ke pulau penyu, memang diminta donasi 5rb, tapi mereka bilangnya baik2 kok...dan semua dengan sukarela memberi ^^]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In reply to <a href="http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-50953">Ardnen</a>.</p>
<p>gpp atuh mas,,cuma donasi 5rb. penyu dan hewan2 lainnya di sana kan perlu makan dan perawatan 🙂<br />
kalo aku minggu kemarin, begitu masuk ke pulau penyu, memang diminta donasi 5rb, tapi mereka bilangnya baik2 kok&#8230;dan semua dengan sukarela memberi ^^</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Ardnen		</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comment-50953</link>

		<dc:creator><![CDATA[Ardnen]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 16:02:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-50953</guid>

					<description><![CDATA[Bukan hanya Trunyan yg &#039;danger&#039;. Aku pernah ke Tanjung Benoa, sampai di sana liat penyu dan burung elang yang menurutku tiada hal yg menarik sama sekali. Anehnya turis2 asing pada happy semua minum sampe main judi sabung ayam di situ. Waktu mau keluar dari lokasi , aku dicegat pemuda yang meminta &#039;donasi&#039; untuk lokasi wisata tsb.
Dgn tidak iklas ku masukkan uang 5rb ke kotak . Rada maksa dan kayak preman. I really don&#039;t like that..kok org Bali bs kayak gini?tapi aku mencoba berpikir ppsitif aja, mgkn hanya oknum . So...u decide guys.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan hanya Trunyan yg &#8216;danger&#8217;. Aku pernah ke Tanjung Benoa, sampai di sana liat penyu dan burung elang yang menurutku tiada hal yg menarik sama sekali. Anehnya turis2 asing pada happy semua minum sampe main judi sabung ayam di situ. Waktu mau keluar dari lokasi , aku dicegat pemuda yang meminta &#8216;donasi&#8217; untuk lokasi wisata tsb.<br />
Dgn tidak iklas ku masukkan uang 5rb ke kotak . Rada maksa dan kayak preman. I really don&#8217;t like that..kok org Bali bs kayak gini?tapi aku mencoba berpikir ppsitif aja, mgkn hanya oknum . So&#8230;u decide guys.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
