Bali Diguyur Hujan Deras, Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Sempat ‘Muter-Muter’ di Udara!

Hujan lebat mengguyur Bali jelang akhir tahun. Simak bagaimana Bandara I Gusti Ngurah Rai mengatur ulang pendaratan dan pengalihan beberapa penerbangan demi keselamatan penumpang, terutama saat puncak liburan Nataru.

Bali Diguyur Hujan Badai, Penerbangan Ngurah Rai Harus Tunda Pendaratan!

DENPASAR, BALI – Liburan akhir tahun di Bali memang selalu dinantikan, namun kali ini ada tantangan dari alam. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur tanpa henti sejak Sabtu pagi membuat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, harus bekerja ekstra keras. Demi menjaga keselamatan seluruh penumpang dan penerbangan, bandara terpaksa melakukan penyesuaian pendaratan.

Kepala Komunikasi dan Hukum Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengonfirmasi bahwa hujan yang turun terus-menerus di area bandara dan sekitarnya memaksa manajemen bandara mengambil langkah cepat dan sigap.

Enam Pesawat Sempat ‘Holding Pattern’

Bayangkan sedang terbang, lalu diberitahu bahwa pesawat harus berputar-putar dulu di udara (istilahnya holding pattern) sambil menunggu lampu hijau untuk mendarat. Itu yang dialami oleh penumpang dari enam penerbangan berbeda pada saat itu.

  • Dua penerbangan dari Melbourne.
  • Satu penerbangan dari Perth.
  • Satu penerbangan dari Labuan Bajo.
  • Satu penerbangan dari Abu Dhabi.
  • Satu penerbangan dari Bangalore.

Tidak hanya harus menunda pendaratan, lima penerbangan juga diputuskan untuk dialihkan (divert) sementara waktu ke bandara terdekat. Ini adalah prosedur standar keamanan yang harus dilakukan saat kondisi cuaca dinilai tidak memungkinkan untuk pendaratan yang aman.

  • Dua penerbangan dialihkan ke Lombok.
  • Tiga penerbangan dialihkan ke Surabaya.

Asmadi menambahkan, berdasarkan koordinasi yang intensif dengan bandara-bandara terdekat, beberapa penerbangan yang sempat dialihkan tersebut akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Ngurah Rai setelah cuaca membaik.

Operasi Bandara Tetap Normal di Tengah Lonjakan Penumpang

Meskipun terjadi penyesuaian teknis pada pendaratan, Asmadi menegaskan bahwa secara keseluruhan, operasional penerbangan dan layanan penumpang di Ngurah Rai tetap berjalan normal, lancar, dan terkendali. Pihak bandara, yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia (AP I), memang sudah mengantisipasi datangnya musim hujan, termasuk curah hujan lebat non-stop seperti yang terjadi baru-baru ini.

“Kami terus berupaya keras untuk menjaga keselamatan penerbangan, apalagi ini adalah periode puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),” ujar Asmadi.

Data bandara menunjukkan, arus penumpang di Ngurah Rai memang sedang ramai-ramainya. Dalam periode 15 hingga 26 Desember 2025, tercatat ada 811.170 pergerakan penumpang! Rata-ratanya mencapai 67.597 penumpang per hari. Pergerakan pesawat juga tak kalah padat, dengan total 5.128 pergerakan pesawat yang ditangani oleh Posko Natal dan Tahun Baru, atau sekitar 427 pergerakan per hari.

Koordinasi Adalah Kunci Utama Keamanan Penerbangan

Mengingat lonjakan trafik yang luar biasa selama periode Nataru ini, setiap langkah operasional dan keputusan diambil dengan sangat hati-hati. Asmadi menekankan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas tertinggi, dan ini hanya bisa tercapai melalui koordinasi yang solid.

“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan AirNav Denpasar, pihak maskapai, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan operasi bandara tetap aman di tengah cuaca hujan ekstrem,” tutupnya. Jadi, meskipun liburan ini diwarnai rintikan hujan lebat, prioritas utama bandara adalah memastikan kita semua tiba di tujuan dengan selamat dan nyaman. Salut untuk tim Bandara Ngurah Rai yang sudah sigap mengamankan penerbangan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.