
Debat Sengit Bali vs Jogja: Siapa Raja Destinasi Wisata 2026? Ini Solusi Liburan Multi-Stop Terbaik!
Persaingan destinasi wisata antara Bali dan Yogyakarta kembali memanas. Cari tahu mengapa liburan multi-stop adalah tren 2026 yang wajib kamu coba untuk menikmati budaya terbaik di kedua kota ikonik ini.
Bagi yang akrab dengan Indonesia, pasti tahu betapa serunya rivalitas antar kota. Dari Denpasar, Medan, Jakarta, hingga Bandung, ‘persaingan’ ini seringkali menjadi bumbu penyemangat untuk menjelajahi berbagai sudut negeri. Namun, ketika bicara soal destinasi wisata, perdebatan abadi antara Bali dan Yogyakarta kembali memanas.
Jogja Unggul dalam Jumlah Turis Domestik?
Beberapa waktu lalu, jagat maya dihebohkan oleh kabar bahwa Yogyakarta mungkin telah menyambut lebih banyak turis domestik selama musim liburan ketimbang Bali. Tentu saja, persaingan ini adalah hal yang sehat. Yogyakarta memang layak mendapatkan sorotan sebagai destinasi wisata unggulan. Namun, muncul pertanyaan: bisakah wisatawan menikmati yang terbaik dari kedua dunia ini di tahun 2026?
Jawabannya tegas: Sangat bisa! Tren perjalanan terbesar yang diprediksi akan mendominasi Indonesia pada tahun 2026 adalah liburan multi-stop atau wisata dengan banyak pemberhentian. Tren ini akan diadopsi baik oleh pelancong internasional maupun domestik, dan alasannya jelas.
Indonesia Makin Terkoneksi: Waktunya Island Hopping!
Meskipun Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 17.000 pulau, berpindah dari satu pulau ke pulau lain kini menjadi lebih mudah dari sebelumnya—baik itu melalui pesawat, kapal, atau mobil. Konektivitas yang semakin baik ini membuka peluang emas bagi para petualang.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sendiri telah lama gencar mempromosikan perjalanan ke lima “Bali Baru” atau yang dikenal sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). DPSP ini meliputi:
- Danau Toba (Sumatera Utara)
- Borobudur (Jawa Tengah)
- Mandalika (Lombok, NTB)
- Likupang (Sulawesi Utara)
- Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur)
Para pemimpin pariwisata ingin memastikan pengunjung tetap merasakan pesona destinasi unggulan bangsa, Bali, sambil mendorong wisatawan untuk berimajinasi lebih luas dan merancang liburan multi-stop yang ambisius.
Itinerary Siap Pakai dari Kemenparekraf
Untuk mempermudah rencana perjalanan, Kemenparekraf bahkan telah menyusun beberapa contoh itinerary siap pakai. Salah satu yang populer adalah “3Bs Tour”, yang mengunjungi Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi (Jawa Timur). Ada juga itinerary “Bali, Bajo, Beyond Beautiful” yang menggabungkan keajaiban budaya Bali dengan eksplorasi Taman Nasional Komodo.
Kekuatan Budaya: Kunci Liburan Bali dan Jogja
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, baru-baru ini menanggapi isu perbandingan jumlah turis tersebut, menyebutnya sebagai “isu lama yang muncul kembali.”
“Budaya adalah kekuatan pariwisata Bali. Oleh karena itu, kami mendorong peningkatan kualitas layanan dan kenyamanan turis, sambil memastikan bahwa masyarakat lokal juga mendapatkan manfaat dari pariwisata,” ujar Sumarajaya kepada wartawan.
Bagi turis yang haus akan warisan budaya, menggabungkan Bali dan Yogyakarta dalam satu perjalanan adalah pilihan yang sangat tepat. Yogyakarta dikenal sebagai salah satu pusat budaya terpenting di Indonesia, rumah bagi situs-situs warisan yang sangat menarik. Sementara Bali, tentu saja, merupakan salah satu destinasi paling unik secara budaya di dunia.
Menggabungkan kedua destinasi ini tidak hanya memberikan sekilas pandang tentang budaya lokal yang khas, tetapi juga menawarkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah dan warisan Indonesia lintas zaman.
Tips Cepat Multi-Stop Bali-Jogja
Mengatur liburan multi-stop antara Bali dan Yogyakarta kini jauh lebih mudah. Cara terbaik adalah terbang masuk dan keluar dari Bali untuk segmen internasional, lalu pesan salah satu dari banyak penerbangan harian yang terjangkau dari Denpasar ke Yogyakarta.
Di Yogyakarta, kamu wajib mengunjungi:
- Kraton Yogyakarta (Pusat Kerajaan)
- Taman Sari (Istana Air)
- Museum Sono-Budoyo
- Candi Prambanan: Candi Hindu abad ke-9 ini adalah salah satu landmark budaya terpenting di Asia dan tak boleh dilewatkan.
Untuk melengkapi petualangan budaya di Bali, jangan lupa mampir ke:
- GWK Cultural Park
- Samsara Living Museum
- Pura Tanah Lot
- Pura Tirta Empul
- Gunung Kawi
Jadi, lupakan perdebatan. Tahun 2026 adalah waktunya untuk menciptakan itinerary epik dan menikmati yang terbaik dari Bali dan Yogyakarta sekaligus!