
Parkir Hidrolik 6 Lantai di Sanur Beach Solusi Anti-Macet
Sanur, hotspot wisata tertua Bali, kini punya solusi keren buat masalah parkir. Cek detail parkir hidrolik 6 lantai di Pantai Bangsal yang bisa tampung 600 motor dan jadi proyek percontohan di Bali!
Sanur Berbenah: Lawan Kemacetan dengan Teknologi Canggih
Siapa sih yang enggak kenal Sanur? Daerah pesisir ini bukan cuma destinasi wisata tertua di Bali, tapi juga salah satu yang paling hits sampai sekarang. Tapi, makin ramai Sanur, makin pusing juga urusan infrastruktur, terutama soal parkir dan macet. Bikin bete, kan, kalau lagi liburan malah kejebak di jalan?
Untungnya, Pemerintah Kota Denpasar dan Desa Adat Sanur enggak tinggal diam. Mereka bareng-bareng cari solusi yang *sustainable* dan *impactful*. Hasilnya? Sebuah terobosan keren, yaitu lahan parkir hidrolik enam lantai di Pantai Bangsal, Sanur.
Parkir Anti-Ribet: Bisa Tampung Ratusan Motor!
Salah satu penyebab utama kemacetan di Sanur adalah motor dan mobil yang parkir sembarangan di pinggir jalan, bikin arus lalu lintas mampet. Nah, parkir hidrolik ini datang sebagai pahlawan! Fasilitas baru ini dirancang khusus untuk motor dan memiliki kapasitas fantastis, yaitu 600 unit motor. Tarifnya juga standar, cuma Rp 2.000 per motor, sama kayak di area wisata Sanur lainnya.
Proyek ini adalah hasil kolaborasi antara Desa Adat Sanur dan vendor dari Jakarta. Ini bukan cuma solusi lokal, tapi juga proyek percontohan (pilot project) di Bali. Kalau sukses meredakan pusingnya parkir di kawasan padat wisata, siap-siap saja lokasi lain di Bali bakal ikut punya parkiran canggih kayak gini. Perjanjian pengelolaannya sudah disepakati selama 10 tahun, dengan sistem bagi hasil 30% untuk Desa Adat Sanur dan 70% untuk vendor.
Tantangan di Fase Uji Coba: Karyawan Sulit Dicari?
Meskipun teknologinya sudah siap, perjalanannya enggak mulus-mulus amat. Saat ini, lahan parkir bertingkat hidrolik tersebut masih dalam tahap uji coba (soft-launch). Masalahnya, Desa Adat Sanur kesulitan mencari staf yang mau bertugas sebagai petugas parkir di lokasi tersebut.
Ida Bagus Sudiraharja, Kepala Desa Adat Sanur, menjelaskan situasinya. “Ini masih uji coba, belum operasional penuh. Pengunjungnya lumayan banyak, tapi tenaga kerjanya belum siap, jadi sering pengunjung terburu-buru dan ninggalin motornya begitu saja,” ujarnya. Sudiraharja menyoroti bahwa anak-anak muda saat ini kurang tertarik untuk mengisi peran sebagai petugas parkir, padahal sistem parkir hidrolik ini sangat bergantung pada staf yang cukup untuk mengoperasikan sistem naik-turun motor secara efektif.
“Pengunjung nanti tinggal parkir motor, dan petugas parkirlah yang akan mengatur naik-turunnya. Makanya, kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan vendor untuk bantuan staf,” tambahnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun teknologinya modern, peran manusia tetap krusial!
Visi Besar Sanur: Menuju Park and Ride Keren
Parkir hidrolik ini bukan satu-satunya jurus Sanur melawan kemacetan. Sebelumnya, Desa Adat Sanur juga sudah punya layanan bus antar-jemput listrik (electric shuttle bus) yang kini jadi fitur permanen di kawasan wisata ini.
Layanan bus antar-jemput ini beroperasi setiap hari dari pukul 06.00 pagi hingga 22.00 malam. Rencananya, jumlah bus akan ditambah dari enam unit menjadi dua belas unit untuk memastikan semua wisatawan dan warga yang membutuhkan terangkut. Setiap bus bisa membawa 10-12 penumpang. Rute perjalanannya juga strategis:
- SMP Pariwisata Sanur
- Pasar Sindu Sanur
- Icon Mall
- Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Danau Poso
- Parkiran Pantai Mertasari
Misi jangka panjang dari semua upaya ini adalah menciptakan sistem *park-and-ride* yang terintegrasi di Sanur. Jadi, kantong-kantong parkir besar (seperti parkir hidrolik ini) akan terhubung langsung dengan layanan transportasi publik seperti bus listrik, memudahkan turis, warga lokal, dan staf yang bekerja di Sanur untuk bergerak bebas tanpa harus stuck di kemacetan. Keren, kan?