Obyek Wisata

Desa Songan

Dari Toya Bungkah, jalan selama satu jam atau berkendaraan di satu gang, jalan menuju Songan ke sebelah timur laut di ujung kawah terluar, sepanjang 12 km dari Penelokan. Songan juga dapat dijangkau dengan perahu dari Kedisan dan Toya Bungkah.

Ini merupakan desa terbesar di seputar danau, dengan populasi sekitar 5000. Penduduknya hidup dari perikanan dan pertanian di seberang desa. Tidak ada bemo menuju Songan tapi anda dapat menumpang truk. Para pendatang bernego untuk mendapatkan tumpangan gratis. Banyak belerang dan mata air alami disini.
Belok kanan di Songan dan pergi ke ujung jalan untuk mendapatkan pemandangan indah Pura Ulun Danu. Selama air danau dianggap suci mengalir sepanjang wilayah barat Bali, terjadi upacara ritual terhadap kehidupan binatang setiap 10 tahun sekali untuk menghormati Dewi Danu, dewa danau.

Di tahun 1994, kerbau, babi, kambing, angsa, ayam dijadikan indah dengan kepeng emas serta dekorasi lainnya yang dibawa keluar ke tengah danau kemudian ditenggelamkan dengan resmi.

Dari pura naiklah ke atas selama 15 menit menuju pinggir kawah, anda dapat melihat pantai timur Bali. Sekitar 12 km melalui jalan tua ke Lupak di jalan raya Amlapura-Tianyar-Tejakula-Singaraja sepanjang pantai timur. Berjalan menuruni bukit hingga ke sungai dan melewati desa kecil serta daerah hutan, sekitar 5 atau 6 jam dengan jalan kaki.

Jika melalui perairan akan lebih panas. Jalan setapak berakhir di tengah pasar kecil Lupak. Belok kiri di jalan raya dan dapatkan bemo biru menuju Lovina. Tepat di belakang Pura Ulun Danu, jalan setapak ke atas akan menuju kawah.

Tentang Penulis

kru tetap tdb. lulusan D1 teknik informatika yg cinta bali *halah di dalam organisasi tdb, asn merangkap bbrp jabatan sekaligus diantaranya founder, owner, manager, supervisor, employer, secretary, data entry, operator, web designer, web programmer, online marketing, satpam, office boy, tukang parkir, segala aya dah…