Pura Ulun Danu merupakan pura subak yaitu pura yang disungsung oleh para petani. Dibangun oleh raja Mengwi pada tahun 1633, kompleks pura ini mempunyai arsitektur campuran Hindu dan Budha. Ditandai oleh stupa Budha di sebelah kiri dan saat melewati pintu masuk kamu akan langsung berada di bagian utama Pura Teratai Bang.
Â
Bagian pura ini didominasi oleh banguan’mer’ bertingkat tujuh. Kemudian ada pura yang lebih kecil yang digunakan sebagai tempat pemujaan dewa makanan dan minuman yang disebut Pura Dalem Purwa.
Pura-pura ini berada dalam satu komplek dan saat air danau pasang, pura ini akan tenggelam dikit, alias tegenang air. (Masih ingat Danau Bratan kan?) Kemudian ada Pura Ulun Danu Bratan yang merupakan pusat irigasi Bali. Pura ini ditandai dengan adanya meru tingkat 11 buat pemujaan Wisnu, meru tingkat 7 buat Brahma dan meru tingkat 3 untuk Siwa. Dan masyarakat yang datang bersembahyang adalah untuk memuja Dewi Danu yaitu dewi air. Semoga pulau ini jauh dari bahaya kekeringan dan semoga orang sadar bahwa hutan lindung itu lebig bagus dibiarin dari pada ditebang dan dibangun hotel.








