home kontak kita
Tour de Bali - Bali buat Paramuda

Taukah Kamu?

di bali, ga ada sistem RT/RW. sebage penggantinya digunakan nama banjar, yg luas daerahnya kira2 sama dengan RW

Yang dulu2 pada 'June, 2004'

Gedong Kirtya

Museum yang satu ini mungkin bisa dibilang sedikit lain, karena disini adalah tempat yang bener-bener khusus nyimpen lontar aja. Tahu lontar dong, keterlaluan deh kalo ngga. Nah, kalo kamu sedikitnya pengen tahu sejarah ato tulisan-tulisan kuno Bali, kamu bisa bongkar abis itu koleksi 3000 lontar kuno ini.

Tapi, meski ini adalah tulisan dari orang-orang bali jaman doeloe, tapi, masyarakat bali sendiri masih takut-takut masuk ke sini, alasannya takut dengan “jiwa-jiwa” lontar itu. Dan uniknya lagi, museum ini dibangun oleh orang Belanda, L.J Caron taon 1928.

Lovina Beach

Kebayang ndak kalo kamu suatu hari ada di sebuah tempat dimana kamu bakalan dikelilingi oleh ratusan lumba-lumba? Nah, di Bali, tepatnya di Bali utara, ada sebuah pantai yang bisa untuk nonton lumba-lumba. Namanya Pantai Lovina. Tapi, ndak berarti kamu di pantai, trus langsung liat lumba-lumba. Jadi kamu kudu ikut kapal yang emang bakalan ke tengah lautan. Dan kalo kamu get lucky, kamu bisa dikelilingi oleh sekitar 500 ampe 1000 lumba-lumba.

Pantai ini asyik juga buat nonton yang namanya sunset. Trus kamu juga bisa snorkeling, diving dan aktivitas pantai lainnya. Dan yang unik lagi adalah pelestarian terumbu karangnya.

Museum Bali

Museum yang ada di tengah-tengah kota Denpasar ini bisa dibilang udah tua banget lo. Bayangin aja, dia dibangun pada taon 1910 (kita masih dimana ya?). Trus karena letusan gunung yang ngerusakin juga bangunan ini, taon 1925 dipugar lagi. Museum ini sempet juga jadi museum etnograpfis. Itu lo, tempat dimana orang jual beli kerajinan tangan dan ngadain pameran temporari, ampe taon 1932.

Nah, museum ini sebenernya bisa dibilang amat sangat menarik buat kamu yang demen am peninggalan-peninggalan kuno. Utamanya dari jaman batu ampe perunggu. Kamu bisa liat macem-macem benda dari jaman-jaman itu. Mengagumkan, kan? Trus, disana juga kamu bisa ngeliat dari deket arsitektur Bali yang terkenal ampe luar negeri itu. Baca lanjutannya dong »

Tanah Lot

Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu tertelak bener2 di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Bahkan pada hari yang terang (laut tidak berkabut, cerah lah) kamu bisa melihat Pura Uluwatu dari sini. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi Pulau Bali. Dan Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

 

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Beliau adalah Sanghyang Nirantha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Sanghyang Nirantha. Baca lanjutannya dong »


putrabali.net - solusi webhosting murah dan berkualitas