home kontak kita
Tour de Bali - Bali buat Paramuda

Taukah Kamu?

di bali, memegang kepala orang laen, apalagi orang yang lebih tua atau berkasta, adalah perbuatan tidak sopan. jadi, peganglah bagian2 yg laen bro :D

Yang dulu2 pada 'May, 2004'

Page 1 of 212»

Kintamani

Sebenernya, Kintamani, Penelokan, Gunung Batur and Danau Batur itu satu paket lengkap.’Merek’ semua terletak di satu areal yang luas banget. Membentang begitu aja di tengah-tengah pulau Bali. Selain keempat objek diatas, sebenernya masih banyak lagi tempat wisata’keci’ di sekitarnya. Cuman yang top aja yang dikenal orang.

Kintamani adalah sebuah nama desa. Terletak persis di bibir kaldera batur. So, dari sini loe bisa liat apa aja tanpa halangan. Gunung Batur dengan danau dibawahnya plus Desa Trunyan nun jauh di pojok.

Batur, Gunung

Gunungnya tidak terlalu tinggi, namun menyimpan banyak hal menarik. Terletak di tengah-tengah kaldera yang maha luas. Sekilas mirip Bromo, namun lebih assoy lagi karena tepat di sebelah Gunung Batur ada Danau Batur. Danau batur adalah danau terbesar di Bali.


Gunung Batur bener-bener asik. Tak terhingga jumlah orang yang pernah mendakinya. Biasanya orang mulai berangkat jam 3 pagi, biar nyampe atas bisa liat sunrise. Mendaki disini nyantai banget, karena sepanjang perjalanan, loe bakal ketemu ama belasan bule yang juga ikutan naek. Kayanya, Gunung Batur ini udah seperti tempat wisata sport. Baca lanjutannya dong »

Pura Taman Ayun

Daya tarik utamanya adalah Pura dan kolam yang mengelilingi areal Pura. Kolam disini meiliki lebar hampir 10 meter. Katanya sih, kolam ini dulu berguna untuk menghalangi musuh yang ingin masuk pada jaman kerajaan. Entar itu bener ato ngga, gue lupa nanyain :) Bisa aja khan, Sang Raja cuman iseng pengen bangunan yang laen dari yang laen, cuman buat dinikmatin.

Kendaraan umum sangat mudah didapat karena Taman Ayun terletak di sebelah jalan raya. Soal shopping juga ngga masalah. Mulai dari dagang bakso sampe cenderamata tersedia lengkap. Cuman sayang, ngga gratis. Namanya juga dagang…

Pulau Serangan

Hanya sekitar 15 km sebelah timur Kota Denpasar ada sebuah pulau yang bernama Pulau Serangan. Di pulau ini terdapat sebuah pura, Pura Sakenan. Dahulu, untuk sembahyang kesana, orang-orang Bali menggunakan bantuan jukung (perhau kecil). Namun pada sekitar 3-4 yahun yang lalu terjadi perubahan yang sangat besar.

Pulau Serangan

Pulau Serangan saat ini dari hasil capture google eart. bagian berwarna hijau adalah ‘bentuk’ asli P. Serangan. Sementara bagian berwarna putih dan bagian bawah adalah hasil reklamasi mangkrak.

Pulau itu rencananya bakal dijadikan pusat pariwisata dengan segala fasilitas yang megah. Semacem pulau impian. Langkah pertama yang telah diambil adalah menghubungkan Pulau Serangan dengan Bali dengan cara membuat sebuah jalan besar! Gila bener, entar berapa juta meter kubik batu kapur yang dipake untuk’memotong lau’ tersebut. Baca lanjutannya dong »

Candidasa

Pantai-pantai di Bali umumnya mirip. Candidasa in pun ngga beda-beda jauh ama yang Kuta ato Legian. Plus bule everywhere, lengkap sudah. Tapi kalo ngomong soal kawasan wisata pantai, Candidasa layak dibandingin ama Kuta.

Di tengah isolasi desa-desa tradisional di sekelilingnya, Candidasa menebar cahaya dengan lampu-lampu restoran dan hotel-hotel kelas atas. Suasananya mirip Kuta. Cuman kalah modern aja.

Pantainya good! Ada layanan naek perahu liatin pulau-pulau superkecil di kejauhan. Mancing juga oke. Bahkan buat yang lagi bete, cobain deh duduk berlama-lama di sea view nya, dijamin tambah bete he..he.., becanda…. Ngilangin stress kok!

Museum Le Mayeur

Satu lagi tercatat nama pelukis asing yang ngabisin masa hidupnya di Bali, Le Mayeur, selain nama besar Antonio De Blanco. Nah, pelukis Le Mayeur ini adalah pelukis asal Belgia yang pada taon 1932 pindah ke bali. Nama lengkap doski keren, lo… Adrien Jean Le Mayeur. Mungkin karena kecintaannya ama bali, lalu dia bikin rumah di pinggir pantai sanur dengan style Bali juga. Romantisnya�

Alkisah di taon-taon pertama di Bali, dia kesengsem ama seorang penari Bali yang waktu itu beken habis saking cantiknya. Cewe itu punya nama Ni Polok. Akhirnya Ni Polok pun nyerah ama Le Mayeur dan nikah setelah kurang lebih selama 2 tahun udah jadi model lukisannya. Mirip Blanco deh ceritanya :p Baca lanjutannya dong »

Random Post from English Version

The 1965 Coup

In the waning days of Sukarno’s reign, conflict increased between the high-caste capitalist class and communists pursuing a more militant role in land reform and harvest-sharing policies. Bali’s governor, Anak Agung Bagus Suteja, increased the participation of the Indonesian Communist Party (PKI) and other leftists in the island’s administration and legislative bodies.

The PKI’s aggressive policy toward land reform understandably had tremendous appeal to landless peasants and poor tenant farmers. Land was seized unilaterally from rich landowners; landlord-employed thugs destroyed sharecroppers’ crops and razed their huts. Government offices were burned, scuffles and armed attacks broke out, religious ceremonies were disrupted. A full-scale civil war, drawn along class lines, was underway.

A series of ominous natural catastrophes also weighed in: rat and mouse plagues, insect infestations, crop failures, and, finally, the violent eruption of Gunung Agung. The mountain exploded during the holiest of Balinese ceremonies, Eka Dasa Rudra, a purification rite in which harmony and balance in people and nature are restored in all 11 directions.

Page 1 of 212»

putrabali.net - solusi webhosting murah dan berkualitas