<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bangli Archives - Tour de Bali</title>
	<atom:link href="http://tourdebali.com/tag/bangli/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://tourdebali.com/tag/bangli/</link>
	<description>Info tempat wisata dan foto galeri Bali</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Sep 2021 07:01:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2021/01/favicon.png</url>
	<title>bangli Archives - Tour de Bali</title>
	<link>https://tourdebali.com/tag/bangli/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>10 Wisata Bali Yang Keren di Bangli</title>
		<link>http://tourdebali.com/5426/10-wisata-bali-yang-keren-di-bangli/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/5426/10-wisata-bali-yang-keren-di-bangli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2021 23:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[gotravelly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tourdebali.com/?p=5426</guid>

					<description><![CDATA[<p>[ad_1] Tentu sudah tidak asing lagi bahwa Bali dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang menawarkan banyak tempat wisata. Tidak hanya itu, Bali juga dikenal akan budayanya yang sangat kental. Tidak heran jika Bali menjadi salah satu kawasan yang kerap dituju oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Bangli menjadi salah satu kawasan di Bali yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/5426/10-wisata-bali-yang-keren-di-bangli/">10 Wisata Bali Yang Keren di Bangli</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>[ad_1]</p>
<div>
<p>Tentu sudah tidak asing lagi bahwa Bali dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang menawarkan banyak tempat wisata. Tidak hanya itu, Bali juga dikenal akan budayanya yang sangat kental. Tidak heran jika Bali menjadi salah satu kawasan yang kerap dituju oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Bangli menjadi salah satu kawasan di Bali yang memiliki beberapa tempat wisata populer dan bisa Anda kunjungi. Berikut daftar 10 rekomendasi tempat wisata di Bangli Bali yang sayang untuk dilewatkan.</p>
<h2><strong>1. Air Terjun Tukad Cepung</strong></h2>
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-70980" src="https://www.gotravelly.com/blog/wp-content/uploads/2021/07/air-terjun-tukad-cepung.jpg" alt="air terjun tukad cepung" width="800" height="424" /><figcaption>kintamani.id</figcaption></figure>
<p>Salah satu destinasi wisata di Bangli Bali yang menarik untuk dikunjungi adalah Air Terjun Tukad Cepung. Tempat wisata alam yang satu ini berlokasi di Jalan Tembuku, Dusun Penida Kelod, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali.</p>
<p>Karena memiliki lokasi yang cukup tersembunyi, untuk menuju ke air terjun ini pengunjung harus melewati jalan dengan medan yang cukup berat. Tetapi meskipun begitu, keindahan air terjun yang satu ini tentu sangat memanjakan mata dan sayang untuk dilewatkan. Adanya dua tebing yang menyerupai gua juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Saat ingin mengunjungi salah satu tempat wisata di Bangli, air terjun yang satu ini tentu sayang untuk dilewatkan.</p>
<h2><strong>2. Desa Penglipuran</strong></h2>
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" class="wp-image-70981" src="https://www.gotravelly.com/blog/wp-content/uploads/2021/07/desa-penglipuran.jpg" alt="desa penglipuran" width="800" height="424" /><figcaption>travel.kompas.com</figcaption></figure>
<p>Desa Penglipuran menjadi salah satu destinasi wisata di Bangli Bali yang populer. Tidak sedikit wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengunjungi desa ini. Desa Penglipuran juga dikenal memiliki ketinggian 600 sampai 700 meter di atas permukaan laut sehingga menawarkan suasana yang sangat sejuk dan segar.</p>
<p>Desa yang satu ini bisa Anda kunjungi di daerah Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Pengunjung akan disambut dengan lingkungan yang sangat bersih dan asri. Kentalnya budaya yang ditawarkan menjadikan desa yang satu ini sangat menarik untuk dikunjungi. Desa yang satu ini juga kerap menjadi tempat diselenggarakannya syuting beberapa film sinetron Indonesia.</p>
<h2><strong>3. Kolam Toya Bungkah</strong></h2>
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" class="wp-image-70982" src="https://www.gotravelly.com/blog/wp-content/uploads/2021/07/toya-bungkah.jpg" alt="toya bungkah" width="800" height="424" /><figcaption>balipost.com</figcaption></figure>
<p>Salah satu destinasi wisata di Bangli Bali yang menarik untuk dikunjungi adalah kolam Toya Bungkah. Tempat wisata yang satu ini bisa Anda kunjungi di daerah Penelokan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.</p>
<p>Pemandian air panas yang satu ini sudah cukup populer di Bali dan banyak didatangi oleh wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Berendam air panas di kolam toya bungkah dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan suasana alam yang asri dan sejuk. Saat berkunjung ke Bangli, tidak ada salahnya untuk menyempatkan mampir ke tempat wisata yang satu ini.</p>
<h2><strong>4. Air Terjun Slau Tembuku</strong></h2>
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-70983" src="https://www.gotravelly.com/blog/wp-content/uploads/2021/07/air-terjun-slau-tembuku.jpg" alt="air terjun slau tembuku" width="800" height="424" /><figcaption>ihategreenjello.com</figcaption></figure>
<p>Ada cukup banyak pilihan wisata di Bangli Bali yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Air Terjun Slau Tembuku. Wisata yang satu ini bisa Anda kunjungi di daerah Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali. Masyarakat setempat biasa menyebut Air Terjun Slau Tembuku dengan sebutan air terjun tangkup.</p>
<p>Air terjun yang satu ini memiliki lokasi yang cukup tersembunyi. Pengunjung akan dimanjakan dengan aliran air yang deras dan jernih. Pemandangan tebing dan pepohonan disekeliling juga menjadikan suasana semakin mengesankan. Pengunjung dapat berfoto dengan berbagai spot yang ditawarkan hingga mencoba untuk bermain air di kawasan air terjun.</p>
<h2><strong>5. Air Terjun Pengibul</strong></h2>
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-70984" src="https://www.gotravelly.com/blog/wp-content/uploads/2021/07/air-terjun-pengibul.jpg" alt="air terjun pengibul" width="800" height="424" /><figcaption>balitoursclub.net</figcaption></figure>
<p>Air Terjun Pengibul menjadi salah satu destinasi wisata di Bangli Bali yang menarik untuk dikunjungi. Tempat wisata yang satu ini berlokasi di daerah Apuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.</p>
<p>Pengunjung akan dimanjakan dengan indahnya pemandangan air terjun yang khas yakni bertingkat. Tidak hanya itu, adanya tebing dan bebatuan serta tanaman di sekeliling air terjun juga sangat memanjakan mata. Pengunjung dapat mencoba bermain air hingga berenang di kawasan Air Terjun Pengibul. Anda juga dapat mencoba sensasi berfoto dengan latar pemandangan air terjun yang sangat indah. Tempat yang satu ini sangat cocok dipilih bagi Anda yang ingin melepas penat dan menyegarkan pikiran.</p>
<h2><strong>6. Air Terjun Dusun Kuning</strong></h2>
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-70985" src="https://www.gotravelly.com/blog/wp-content/uploads/2021/07/air-terjun-dusun-kuning.jpg" alt="air terjun dusun kuning" width="800" height="424" /><figcaption>bali.bisnis.com</figcaption></figure>
<p>Saat ingin mengunjungi salah satu destinasi wisata di Bangli Bali, Anda dapat datang ke Air Terjun Dusun Kuning. Air terjun yang satu ini berlokasi di daerah Taman Bali, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.</p>
<p>Untuk datang ke air terjun yang satu ini, pengunjung harus melakukan perjalanan yang cukup melelahkan. Tetapi rasa lelah akan terbayar lunas saat tiba di lokasi air terjun. Aliran air yang deras dan jernih tentu sangat memanjakan mata. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan suasana yang sejuk dan segar. Air Terjun Dusun Kuning menjadi rekomendasi tempat wisata yang tepat untuk dikunjungi saat berada di Bangli.</p>
<h2><strong>7. Museum Geopark Batur</strong></h2>
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-70986" src="https://www.gotravelly.com/blog/wp-content/uploads/2021/07/museum-geopark-batur.jpg" alt="museum geopark batur" width="800" height="424" /><figcaption>traveling.bisnis.com</figcaption></figure>
<p>Selain tempat wisata alam, museum juga menjadi salah satu destinasi wisata di Bangli Bali yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu museum yang cukup populer adalah Museum Geopark Batur. Museum yang satu ini berlokasi di Jalan Raya Penelokan, Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.</p>
<p>Mengunjungi museum yang satu ini, pengunjung akan dimanjakan dengan tiga pilar Geopark yakni keanekaragaman hayati, geologi, serta budaya. Pengunjung juga dapat mengetahui tentang sejarah Gunung Batur. Adanya miniatur-miniatur alam di dalam museum tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Tempat wisata yang satu ini juga cocok dikunjungi bersama keluarga maupun anak-anak sebagai sarana edukasi.</p>
<h2><strong>8. Kaldera Gunung Batur</strong></h2>
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-70987" src="https://www.gotravelly.com/blog/wp-content/uploads/2021/07/kaldera-gunung-batur.jpg" alt="kaldera gunung batur" width="800" height="424" /><figcaption>travel.detik.com</figcaption></figure>
<p>Salah satu destinasi wisata di Bangli Bali yang menarik untuk dikunjungi adalah kaldera Gunung Batur. Di tempat wisata yang satu ini, pengunjung juga akan dimanjakan dengan adanya danau berbentuk bulan sabit.</p>
<p>Kaldera Gunung Batur sangat cocok dikunjungi bagi Anda yang memiliki jiwa petualang atau suka mendaki. Pengunjung juga dapat mencoba sensasi bermalam dengan mendirikan tenda di kawasan ini. Seru sekali bukan? Kaldera Gunung Batur dapat Anda kunjungi di kawasan Gunung Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.</p>
<h2><strong>9. Pemakaman Desa Trunyan</strong></h2>
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-70988" src="https://www.gotravelly.com/blog/wp-content/uploads/2021/07/pemakaman-desa-trunyan.jpg" alt="pemakaman desa trunyan" width="800" height="424" /><figcaption>bali.idntimes.com</figcaption></figure>
<p>Pemakaman Desa Trunyan menjadi salah satu wisata yang menarik untuk dikunjungi. Anda dapat mengunjungi pemakaman Desa Trunyan di daerah Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.</p>
<p>Di pemakaman yang satu ini, pengunjung dapat mengetahui berbagai hal baru serta sensasi yang berbeda. Pengunjung akan melihat adanya tengkorak yang ditata rapi pada pondasi. Orang yang meninggal di kawasan ini tidak dibakar melainkan didiamkan di bawah pohon kemenyan. Saat tiba di kawasan pemakaman Desa Trunyan, pengunjung ditemani oleh juru kunci untuk menyusuri sekaligus mendapat keterangan tentang pemakaman ini.</p>
<h2><strong>10. Pondok Wisata Mahapraja Bali</strong></h2>
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-70989" src="https://www.gotravelly.com/blog/wp-content/uploads/2021/07/pondok-wisata-mahapraja-bangli.jpg" alt="Wisata di Bangli Bali" width="800" height="424" /><figcaption>balitoursclub.net</figcaption></figure>
<p>Pondok Wisata Mahapraja Bali menjadi salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tempat wisata yang satu ini menawarkan berbagai aktivitas seperti memancing hingga berkemah.</p>
<p>Pengunjung akan dimanjakan dengan suasana yang tenang dan santai. Tidak hanya itu, pelayanan yang sangat baik juga akan menyambut wisatawan yang datang ke Pondok Wisata Mahapraja Bali. Anda dapat mengunjungi tempat wisata yang satu ini di daerah Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali.</p>
</div>
<p>[ad_2]</p>
<p><a href="https://www.gotravelly.com/blog/10-wisata-di-bangli-bali/">Sumber Artikel</a></p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/5426/10-wisata-bali-yang-keren-di-bangli/">10 Wisata Bali Yang Keren di Bangli</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/5426/10-wisata-bali-yang-keren-di-bangli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Desa Trunyan</title>
		<link>http://tourdebali.com/1353/mengunjungi-desa-trunyan/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/1353/mengunjungi-desa-trunyan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 08:31:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tourdebali.com/?p=1353</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari ini gue bakal cerita tentang perjalanan gue dan dua temen gue,&#160;Prita dan Okta ke&#160;Desa Trunyan. Trunyan berada&#160;di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Trunyan merupakan desa tua, atau sering disebut Bali Aga atau Bali Mula.&#160;Akhirnya gue kesampean juga menginjakkan kaki ke kuburan Desa ini yang terkenal. 😀 Nah, untuk mencapai kuburan Desa Trunyan gue menyeberangi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/1353/mengunjungi-desa-trunyan/">Mengunjungi Desa Trunyan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini gue bakal cerita tentang perjalanan gue dan dua temen gue,&nbsp;Prita dan Okta ke&nbsp;<a title="Desa Trunyan" href="http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Desa Trunyan</a>. Trunyan berada&nbsp;di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Trunyan merupakan desa tua, atau sering disebut <strong>Bali Aga</strong> atau <strong>Bali Mula</strong>.&nbsp;Akhirnya gue kesampean juga menginjakkan kaki ke kuburan Desa ini yang terkenal. 😀</p>
<p><span id="more-1353"></span></p>
<p>Nah, untuk mencapai kuburan Desa Trunyan gue menyeberangi danau Batur dengan menggunakan perahu.&nbsp;FYI:&nbsp;Kita harus pandai-pandai nawar ya soalnya suka ditembak harganya. Untungnya temen gue orang Bali asli jadinya bisa ngomong bahasa Bali itupun masih aja dapet harga&nbsp;<strong>Rp 240.000</strong> bertiga dan udah bolak-balik. oke? 🙂</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1356" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_1942.jpg" alt="Tepi Danau Batur" width="100%" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_1942.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_1942-300x152.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_1942-280x141.jpg 280w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_1942-465x234.jpg 465w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p>Gue sangat amat senang ketika gue sampai di desa ini namun gue sangat menyayangkan&nbsp;tradisi warga desa Trunyan yang kurang baik yaitu minta-minta duit kecil.&nbsp;Hal itu akan banyak kita temui disana. Tidak hanya anak kecil, orang tua sampai lansia pun melakukan hal tersebut padahal hal tersebut sangat mengganggu dan dapat mengurasi kesan yang baik bagi pariwisata desa Trunyan sendiri.</p>
<p>Yang terkenal dari desa ini adalah cara pemakaman jenazahnya yang sampai saat ini masih dilaksanakan.&nbsp;Tradisi ini hanya dilakukan oleh warga desa Trunyan aja loh. Di desa ini orang yang telah meninggal gak dikubur atau dibakar&nbsp;(Ngaben)&nbsp;yang merupakan tradisi masyarakat Bali. Tubuh orang yang telah meninggal setelah melalui sebuah prosesi akan dilapisi kain kemudian diletakkan diatas tanas di bawah pohon trunyan dan dikelilingi anyaman dari pohon bambu yang disebut ancak saji.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1357" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2049.jpg" alt="Ancak Saji" width="100%" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2049.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2049-300x200.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2049-280x186.jpg 280w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2049-465x310.jpg 465w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p>Desa Trunyan memiliki tiga jenis kuburan yang terdiri dari kuburan anak-anak, orang dewasa yang belum berkeluarga dan orang-orang yang telah berkeluarga. Hanya jenazah yang sudah dewasa dan meninggal secara normal serta tidak cacat yang bisa dimakamkan seperti itu.&nbsp;Untuk jenazah bayi dan meninggal secara tidak normal seperti bunuh diri, dibunuh ataupun kecelakaan dimakamkan di tempat lain.</p>
<p>Di sekitar kuburan ini lo bakal banyak melihat tulang-tulang berserakan di tanah, tengkorak manusia yang telah disusun rapi. Serem sih tapi bikin penasaran banget cuy. Hahahahaha</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1358" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2080.jpg" alt="Tengkorak" width="100%" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2080.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2080-300x200.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2080-280x186.jpg 280w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2080-465x310.jpg 465w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p>Dan yang paling heboh adalah lo gak bakal mencium bau yang tidak sedap dari tubuh orang yang telah meninggal tersebut. Hal ini karena adanya&nbsp;Pohon Trunyan.&nbsp;Trunyan berasal dari dua kata yaitu &#8220;taru&#8221; yang berarti pohon dan &#8220;menyan&#8221; yang berarti harum. Jadi pohon ini berfungsi menyerap bau yang tidak sedap yang dikeluarkan oleh jenazah sehingga tidak tercium lagi bau yang tidak sedap itu.</p>
<p>Sekian cerita gue tentang perjalanan gue ke desa Trunyan bersama temen-temen, sedikit menyeramkan tapi menyenangkan sekaligus menggemparkan hati dan menambah wawasan tentang budaya sebuah desa yang unik. Jadi buat lo pada yang mengunjungi Bali&nbsp;gue saranin buat datang kesini tapi ya siapin uang receh soalnya kaya yang gue bilang tadi banyak banget warga yang minta-minta uang kecil hehe.</p>
<p>Buat lo pada yang pengen banget liat atau megang yang namanya tulang belulang asli sampai yang namanya tengkorak manusia bisa mengunjungi desa ini hihihihi.. Pokoknya jangan lupa bilang&nbsp;&#8220;PERMISI&#8221;&nbsp;ya kalo mau foto bareng tengkorak atau tulang belulangnya yang ada nanti gak fokus-fokus loh.&nbsp;Soalnya pas gue foto begitu tuh semua benar-benar terjadi cuy. Gue gak boong ataupun nakutin elo pada hehee cuma kasih info dikit.</p>
<p><img decoding="async" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/DSC_0377.jpg" alt="Desa Trunyan" width="100%"></p>
<p>Nah pas udah sampe di desa setelah nyeberang jangan lupa bilang&nbsp;&#8220;TERIMAKASIH&#8221; ya.&nbsp;Mistis banget sih tapi namanya juga kita ada di tempat orang ya ngikut aja sih ya. &nbsp;That&#8217;s my journey at Trunyan Village. Walau ngeri-ngeri dikit tapi buat penasaran.</p>
<p>Cerita perjalanan ini ditulis kembali dari blog&nbsp;<a title="Equilibrium" href="http://aristakusumastuti.blogspot.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Equilibrium</a>&nbsp;atas seijin penulis&nbsp;Arista</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/1353/mengunjungi-desa-trunyan/">Mengunjungi Desa Trunyan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/1353/mengunjungi-desa-trunyan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pura Ulun Danu Batur</title>
		<link>http://tourdebali.com/750/pura-ulun-danu-batur/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/750/pura-ulun-danu-batur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 09:25:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[batur]]></category>
		<category><![CDATA[pura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tourdebali.com/?p=750</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sesuai namanya, Pura Batur atau Ulun Danu Batur terletak di daerah Gunung/Danau Batur, Kintamani. Kalo dari Denpasar, melalui jalur Kedewatan-Payangan, lalu jalan berliku mendaki bukit sekitar 3km, akhirnya akan sampai di sebuah pertigaan diatas kaldera Batur. Ke aran kanan akan ketemu obyek wisata Penelokan, Gunung/Danau Batur sedangkan ke arah kiri, hanya 200 meter kamu akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/750/pura-ulun-danu-batur/">Pura Ulun Danu Batur</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sesuai namanya, Pura Batur atau Ulun Danu Batur terletak di daerah<a title="Gunung Batur" href="http://tourdebali.com/83/road-to-batur/" target="_blank" rel="noopener"> Gunung</a>/<a title="Danau Batur" href="http://tourdebali.com/3/batur-danau/" target="_blank" rel="noopener">Danau Batur</a>, <a title="Kintamani" href="http://tourdebali.com/14/kintamani/" target="_blank" rel="noopener">Kintamani</a>. Kalo dari Denpasar, melalui jalur Kedewatan-Payangan, lalu jalan berliku mendaki bukit sekitar 3km, akhirnya akan sampai di sebuah pertigaan diatas kaldera Batur. Ke aran kanan akan ketemu obyek wisata <a title="Penelokan" href="http://tourdebali.com/46/penelokan/" target="_blank" rel="noopener">Penelokan</a>, Gunung/Danau Batur sedangkan ke arah kiri, hanya 200 meter kamu akan sampai di Pura Batur</p>



<figure class="wp-block-gallery columns-3 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex"><ul class="blocks-gallery-grid"><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4342.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="225" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4342-300x225.jpg" alt="" data-id="2216" data-full-url="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4342.jpg" data-link="http://tourdebali.com/2012/04/26/pura-ulun-danu-batur/dscn4342/" class="wp-image-2216" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4342-300x225.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4342.jpg 750w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4345.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="216" height="300" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4345-216x300.jpg" alt="" data-id="2217" data-full-url="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4345.jpg" data-link="http://tourdebali.com/2012/04/26/pura-ulun-danu-batur/dscn4345/" class="wp-image-2217" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4345-216x300.jpg 216w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4345.jpg 504w" sizes="(max-width: 216px) 100vw, 216px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4351.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="225" height="300" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4351-225x300.jpg" alt="" data-id="2218" data-full-url="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4351.jpg" data-link="http://tourdebali.com/2012/04/26/pura-ulun-danu-batur/dscn4351/" class="wp-image-2218" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4351-225x300.jpg 225w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/dscn4351.jpg 525w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000283.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="207" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000283-300x207.jpg" alt="" data-id="2219" data-full-url="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000283.jpg" data-link="http://tourdebali.com/2012/04/26/pura-ulun-danu-batur/img_000283/" class="wp-image-2219" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000283-300x207.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000283.jpg 750w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000291a.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="219" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000291a-300x219.jpg" alt="" data-id="2220" data-full-url="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000291a.jpg" data-link="http://tourdebali.com/2012/04/26/pura-ulun-danu-batur/img_000291a/" class="wp-image-2220" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000291a-300x219.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000291a.jpg 750w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000294.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="213" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000294-300x213.jpg" alt="" data-id="2221" data-full-url="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000294.jpg" data-link="http://tourdebali.com/2012/04/26/pura-ulun-danu-batur/img_000294/" class="wp-image-2221" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000294-300x213.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000294.jpg 750w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000305-800.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="211" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000305-800-300x211.jpg" alt="" data-id="2222" data-full-url="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000305-800.jpg" data-link="http://tourdebali.com/2012/04/26/pura-ulun-danu-batur/img_000305-800/" class="wp-image-2222" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000305-800-300x211.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000305-800.jpg 750w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000310.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="200" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000310-300x200.jpg" alt="" data-id="2223" data-full-url="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000310.jpg" data-link="http://tourdebali.com/2012/04/26/pura-ulun-danu-batur/img_000310/" class="wp-image-2223" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000310-300x200.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000310.jpg 750w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000314.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="191" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000314-300x191.jpg" alt="" data-id="2224" data-full-url="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000314.jpg" data-link="http://tourdebali.com/2012/04/26/pura-ulun-danu-batur/img_000314/" class="wp-image-2224" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000314-300x191.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2012/04/img_000314.jpg 750w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></figure></li></ul></figure>



<span id="more-750"></span>



<p>Pura ini berdiri di ketinggian kaldera dengan view Gunung/Danau Batur yg memukau. Di pagi hari udara sangat sejuk dan menyegarkan 🙂 Kita ga punya banyak info mengenai sejarah dan detil teknis Pura ini *lagian pasti ada di wikipedia lah 😀 jadi kita ga bakal banyak nulis dan biarlah foto yg berbicara</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/750/pura-ulun-danu-batur/">Pura Ulun Danu Batur</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/750/pura-ulun-danu-batur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Road to Batur</title>
		<link>http://tourdebali.com/83/road-to-batur/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/83/road-to-batur/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 06:52:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[batur]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tourdebali.com/road-to-batur/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perkenalkan, nama gue kompiang, one of those melodramatic fools. Orang jalanan dalam arti orang yang tau banyak jalan, suka jalan2, naik motor di jalan dan kebut2an di jalan. Oh ya, kids, don&#8217;t try this at home, this is for pro only. Minta maaf sebelumnya karena gue bikin ni walkthrough setelah nonton &#8220;The Matrix&#8221; tuk yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/83/road-to-batur/">Road to Batur</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Perkenalkan, nama gue kompiang, one of those melodramatic fools. Orang jalanan dalam arti orang yang tau banyak jalan, suka jalan2, naik motor di jalan dan kebut2an di jalan. Oh ya, kids, don&#8217;t try this at home, this is for pro only. Minta maaf sebelumnya karena gue bikin ni <em>walkthrough</em> setelah nonton &#8220;The Matrix&#8221; tuk yang kesekian kalinya. So jika ada bagian dari walkthrough ini yang membingungkan, tontonlah Matrix.</p>



<figure class="wp-block-gallery columns-3 is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex"><ul class="blocks-gallery-grid"><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur14.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="700" height="526" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur14.jpg" alt="" data-id="2212" class="wp-image-2212" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur14.jpg 700w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur14-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur03.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="508" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur03.jpg" alt="" data-id="2201" class="wp-image-2201" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur03.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur03-300x203.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur13.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="568" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur13.jpg" alt="" data-id="2211" class="wp-image-2211" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur13.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur13-300x227.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur12.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="650" height="531" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur12.jpg" alt="" data-id="2210" class="wp-image-2210" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur12.jpg 650w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur12-300x245.jpg 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur11.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="452" height="600" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur11.jpg" alt="" data-id="2209" class="wp-image-2209" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur11.jpg 452w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur11-226x300.jpg 226w" sizes="(max-width: 452px) 100vw, 452px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur10.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="700" height="471" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur10.jpg" alt="" data-id="2208" class="wp-image-2208" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur10.jpg 700w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur10-300x202.jpg 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur08.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="543" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur08.jpg" alt="" data-id="2206" class="wp-image-2206" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur08.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur08-300x217.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur07.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="524" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur07.jpg" alt="" data-id="2205" class="wp-image-2205" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur07.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur07-300x210.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur06.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="650" height="606" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur06.jpg" alt="" data-id="2204" class="wp-image-2204" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur06.jpg 650w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur06-300x280.jpg 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur05.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="533" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur05.jpg" alt="" data-id="2203" class="wp-image-2203" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur05.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur05-300x213.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur04.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="514" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur04.jpg" alt="" data-id="2202" class="wp-image-2202" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur04.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur04-300x206.jpg 300w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></a></figure></li><li class="blocks-gallery-item"><figure><a href="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur01.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" width="697" height="488" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur01.jpg" alt="" data-id="2200" class="wp-image-2200" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur01.jpg 697w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2009/05/batur01-300x210.jpg 300w" sizes="(max-width: 697px) 100vw, 697px" /></a></figure></li></ul></figure>



<p>Kali ini gue akan khusus membahas alternatif asik menikmati panorama Kintamani (Gunung Batur dan sekitarnya) saat mentari enggan bersinar. Walkthrough ini tentu saja bukan untuk badut2 rumahan, freaks yang cuman jago di diskotik dan all tough guy that afraid of the nature and being alone in the dark. <br>Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mendaki Gunung Batur adalah mendatangi Badan Meteorologi dan Geofisika di Kintamani. Mudah2an si Kupo asn bisa menggambarkan petanya. Sampai disana tendang pintunya dan suruh petugas disana memberikan laporan kondisi Gunung Batur terakhir. Tanya apakah cukup aman buat naik ampe puncak. Kalo aman, lanjut ke step berikutnya. Gue sendiri sih bakal nanya dengan baik2, soalnya Kintamani jauh dari Denpasar, dude!</p>



<span id="more-83"></span>



<p>Coba berangkat dari Denpasar sore2. Jam 3 sore atau jam berapa pun asal nyampe di sana (Penelokan-Kintamani) sekitar jam 5 sore. Bayangan bukit yang perlahan2 menutupi lembah seiring dengan tenggelamnya mentari terlihat sangat eksotik. Hmmm nikmati sejuknya angin Kintamani dan bagi yang membawa &#8216;perlengkapan&#8217; lebih, dapat menikmatinya sambil minum kopi hangat di cafe terdekat. Yummiii.</p>



<p>Jam 7 malem matahari kan sepenuhnya hilang, malam datang dan dingin kan mulai terasa. Ada dua cara untuk menunggu jam 3 pagi, dimana kita akan mulai mendaki. Pertama menginap dan cara kedua adalah tidak menginap. Mulai bingung? 😀</p>



<p>Jika mo nginap, tentu saja maksudnya lebih dari sehari. Bisa di motel2 di Penelokan atau bikin tenda di pinggir Danau Batur. Tentu saja akan lebih murah jika kalian mendirikan tenda di pinggir danau. Banyak hal yang bisa kalian lakukan dan tentu saja lebih bebas. Eeiit, ntar dulu mentang2 bebas jangan seenaknya, patuhilah norma2 kesopanan dan kesusilaan dan jangan membuat suara nyang bisa membangunkan orang sekampung sana. Pelan2 saja OK?</p>



<h3 class="wp-block-heading">Perjalanan Malam</h3>



<p>Bila kalian punya jadwal yang ketat, dianjurkan cara yang kedua yaitu tidak menginap. Masuk akal kan? Datang malem, istrirahat sebentar dan langsung naik ke puncak. Gue sendiri waktu ngadain RTB II, berangkat dari Denpasar jam 8 malam. Bawa ayam yang sudah di potong2, arang lengkap dengan panggangan, dan nasi dalam bungkusan.</p>



<p>Perjalanan sangat seru. Jalan yang sepi, empat motor sarat muatan, plus 8 orang yang berdebar2 jika tiba2 muncul &#8220;leak&#8221; atau hal2 serem lainnya. Memasuki Kintamani perjalanan lebih seru lagi dengan datangnya kabut, jalan menanjak lengkap dengan jurangnya serta hutan yang lebat. mana dingin lagi (kalo pake motor).</p>



<p>Saran gue hati2 dan kalo nemu kabut tolong pake lampu kabut. Soalnya gue hampir masuk jurang gara2 satu motor dibelakang masang lampu jauh. Kabutnya jadi layar putih yang menyilaukan. Penderitaan gue waktu itu belum berakhir sampe disana. Jam 10 malem salah satu motor kempes ban dan dengan terpaksa kami menggedor pintu bengkel disana. Lakukan hal yang sama jika kejadian ini menimpa anda.</p>



<p>Sampe di pinggir danau sekitar jam 10-11 malem. Motor diparkir di halaman sebuah kantor polisi di sana. Jangan takut, polisi2 itu tidak akan marah. Polisi kan sahabat anda, lagian mana ada polisi jam segitu? Anyway, kami langsung menyalakan api, ayam pun naik ke panggangan. Sambil menunggu ayam matang banyak cerita mengalir.</p>



<p>Ayam matang dan selesai makan kira2 jam 2 pagi. Masih ada 1 jam buat istirahat. Nikmati. Pukul 3 dini hari, saatnya berangkat. Sebenarnya mendaki gunung Batur sangat mudah dan hampir tidak beresiko. Yang membuat agak susah adalah gelap dan belum adanya pengalaman.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Berangkat</h3>



<p>Kira2 50 meter di sebelah timur kantor polisi, akan terlihat jalan tanah menuju puncak gunung. Ikuti. Daerah pertama yang akan kalian temui adalah hutan belantara. Hutan ini beserta jalannya yang bercabang-cabang bisa menyesatkan.</p>



<p>Jadikanlah lampu2 rumah penduduk di sekitar danau sebagai pedoman. Kita tidak perlu kompas disini. Usahakan lampu2 tersebut selalu berada dibelakangmu. Jika nanti kalian berjalan dan melihat lampu2 tersebut di samping (kiri atau kanan) kalian, berarti kalian sudah salah arah. Go Back. Jika kalian berhasil melewati hutan maka kalian akan memasuki kawasan berbatu yang berarti puncak gunung sudah dekat.</p>



<p>**Beristirahatlah jika sudah merasa capai dan santai saja, Gunung Batur bukanlah gunung yang kejam, belum gue denger ada pendaki yang tersesat apalagi sampe tewas disana.**</p>



<p>Jangan heran kalo kalian nemu banyak bule sepanjang perjalanan. Maklum ini Bali Bung! Oh ya daerah kedua ini sangat potensial membuat kalian lecet2 karena jalannya terjal dan licin. Carefull dude. Kalo lancar, kalian akan nyampe di puncak sekitar jam 4.30-5 pagi. Selamat menikmati sunrise!</p>



<p>Hmm, gue sendiri sebenarnya bukan penggemar kegiatan outdoor. Menikmati panorama seperti ini pun baru yang kedua kalinya. Gimana ngejelasinnya ya, pokoknya rasain sendiri dah. Perasaan capek, dinginnya angin dan pemandangan temaram lembah di bawah berbaur menjadi satu mengalahkan semua unek2 dan masalah yang sebelumnya memenuhi kepala gue. Mungkin terdengar rada berlebihan tapi itulah yang gue rasakan dan menjadi memory sampe sekarang.</p>



<p>Gue nggak tau isi kepala yang laen, tapi yang jelas mereka menikmati terbitnya mentari, melihat kegelapan yang terhapus pelan2 di dasar lembah.</p>



<p>Kembali ke walktrough, di seberang kawah terdapat banyak sumber uap panas. So kamu bisa kesana buat ngangetin badan sekalian mandi sauna. Jangan keenakan nanti basah kuyup dan akhirnya kedinginan kayak gue. Di sana juga ada yang jualan minuman hangat dan pisang rebus. Mereka merebus pisangnya diantara batu2an yang menyemburkan uap. Ditaruh disana nggak nyampe 5 menit udah mateng, sayang gue nggak sempet nyobain rasanya. (Katanya sih rada2 rasa belerang tapi di iklannya dibilang ampuh buat ngobatin kurap di lidah.)</p>



<p>Anyway, jika kalian udah merasa cukup dan tidak ingin kepanasan, jam 8 pagi adalah saat yang tepat untuk turun. Perjalanan turun lebih mudah daripada saat naik, tapi tetap harus hati2 kalo nggak pingin lecet seperti si asn . Sepanjang perjalanan banyak terdapat bunga Edelweis, yang konon merupakan bunga abadi. Penilaian awal gue, ini bunga apaan kering, jelek, nggak harum lagi. Nggak seindah namanya.</p>



<p>Tapi entah kenapa gue ikutan metik dan berlomba ngambil sebanyak-banyaknya. Dan ternyata ini tidak sia2, gue mendapat service tambahan dari cewe gue malemnya. Jroottt. Dan bunga itu tampak bagus bila ditata dengan bener 🙂 Oh ya sebenarnya pecinta lingkungan melarang memetik bunga ini. Tapi berhubung anak sispala dalam rombongan cuman satu orang, jadi secara demokrasi, BOLEH</p>



<p>Tidak ada yang bisa diceritakan dalam perjalanan pulang, yang jelas hutan yang malamnya terlihat angker, menjelma menjadi tirai hijau yang indah. Jika kalian ingin beristirahat sebelum meninggalkan Kintamani, cobalah minuman hangat di Penelokan. Kopi susu atau teh hangat terasa lebih nikmat saat ini. Go back and sleep.</p>



<p>Kesimpulan: Tidak ada salahnya mencoba suatu yang baru. Dalam hal ini kegiatan outdoor (mendaki gunung) itu sebenarnya tidak berbahaya selama kamu kenal medan, atau setidaknya bersama orang yang tau medan, sama orang Batak yang pernah ke Medan tapi belon ke Batur sama sekali tidak dianjurkan.</p>



<p>story by&nbsp;<strong>kompiang</strong>, dioprek oleh&nbsp;<strong>asn.&nbsp;</strong>wajah2 yg ada di artikel ini adalah wajah asli sebagian penulis dan kontributor TDB. Foto2 diambil dari 2x pendakian di tahun 1998 dan 2001</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/83/road-to-batur/">Road to Batur</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/83/road-to-batur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Danau Batur</title>
		<link>http://tourdebali.com/3/danau-batur/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/3/danau-batur/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 10:59:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[batur]]></category>
		<category><![CDATA[danau]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Persis di kaki Gunung Batur ada sodaranya, Danau Batur. Sayang banget, ngga seperti Danau Beratan yang kesohor itu (Bedugul, mas), Daerah sekitar Danau Batur masih bisa dibilang terisolir banget. Masyarakatnya tradisional, and jumlah hotel and restoran pun sangat tidak memadai. Ngga nyalahin juga seh, soalnya untuk mencapai danau ini, kita perlu sedikit perjuangan. Mesti nurunin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/3/danau-batur/">Danau Batur</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Persis di kaki Gunung Batur ada sodaranya, Danau Batur. Sayang banget, ngga seperti Danau Beratan yang kesohor itu (Bedugul, mas), Daerah sekitar Danau Batur masih bisa dibilang terisolir banget. Masyarakatnya tradisional, and jumlah hotel and restoran pun sangat tidak memadai.</p>
<p>Ngga nyalahin juga seh, soalnya untuk mencapai danau ini, kita perlu sedikit perjuangan. Mesti nurunin lereng kaldera yang begitu terjal. Mana keseringan jalannya ancur lagi. Tau neh, masa tempat wisata sebagus ini ngga didukung oleh jalan yang cool.</p>
<p>Turunnya seh gampang, pake motor bebek juga pasti bisa. Naeknya itu lo&#8230;berabe banget. Bensin abis seliter kalo pake motor bebek. Terjalnya bukan maen, lengkap ama beberapa tikungan ala rally kelas dunia. Kalo ngga pengalaman bawa kendaraan, ngga disaranin turun deh.</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/3/danau-batur/">Danau Batur</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/3/danau-batur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>14</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penelokan</title>
		<link>http://tourdebali.com/46/penelokan/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/46/penelokan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2006 10:30:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[batur]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Penelokan secara harfiah berarti &#8216;tempat untuk melihat&#8217;. Lokasinya kira-kira 56 km utara Denpasar. Daerahnya dingin dengan ketinggian 1450 m terkesan seperti desa suci terkadang dengan asap vulkanik dari Gunung Batur dan Danau Batur, sumber air yang diperlukan mengalir untuk kebutuhan lahan pertanian Bali selatan. Datanglah kesini sekitar pukul 08.00 atau 09.00 sebelum awan bergerak maju. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/46/penelokan/">Penelokan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penelokan secara harfiah berarti &#8216;tempat untuk melihat&#8217;. Lokasinya kira-kira 56 km utara Denpasar. Daerahnya dingin dengan ketinggian 1450 m terkesan seperti desa suci terkadang dengan asap vulkanik dari <a title="Gunung Batur" href="http://tourdebali.com/2/gunung-batur/" target="_blank" rel="noopener">Gunung Batur</a> dan <a title="Danau Batur" href="http://tourdebali.com/3/danau-batur/" target="_blank" rel="noopener">Danau Batur</a>, sumber air yang diperlukan mengalir untuk kebutuhan lahan pertanian Bali selatan.</p>
<p>Datanglah kesini sekitar pukul 08.00 atau 09.00 sebelum awan bergerak maju. Masih lebih baik jika anda bangun lebih awal untuk melihat matahari terbit. Pada bulan Agustus dan September matahari sudah terlalu tinggi, bergerak ke puncak tengah gunung, tapi pada bulan Juni dan Juli, matahari berada di kiri puncak gunung dengan warna kuning keemasan. Pada malam hari anda dapat melihat bulan berlayar menuju gunung.<br />
<span id="more-46"></span></p>
<p>Pedagang buah-buahan di seberang jalan menuju Kedisan menjual jeruk dan buah-buahan eksotik lainnya. Yang menarik adalah mengendarai sepeda sampai ke Penelokan lalu turun menyusuri jalan selatan.</p>
<p>Di hutan yang berdataran tinggi, ada desa Bali Aga yaitu Selulung, batukaang dan Catur. Anda dapat melihat monumen peninggalan pra-hindu primitif yang tertutup patung batu, piramida megalith kecil bermotif Polynesian.</p>
<p><strong>Lokasi Penelokan</strong></p>
<p>[google-map-v3 width=&#8221;100%&#8221; height=&#8221;350&#8243; zoom=&#8221;11&#8243; maptype=&#8221;roadmap&#8221; mapalign=&#8221;center&#8221; directionhint=&#8221;false&#8221; language=&#8221;default&#8221; poweredby=&#8221;false&#8221; maptypecontrol=&#8221;true&#8221; pancontrol=&#8221;true&#8221; zoomcontrol=&#8221;true&#8221; scalecontrol=&#8221;true&#8221; streetviewcontrol=&#8221;true&#8221; scrollwheelcontrol=&#8221;false&#8221; draggable=&#8221;true&#8221; tiltfourtyfive=&#8221;false&#8221; addmarkermashupbubble=&#8221;false&#8221; addmarkermashupbubble=&#8221;false&#8221; addmarkerlist=&#8221;-8.280366,115.359621{}glacier-2.png{}Penelokan&#8221; bubbleautopan=&#8221;true&#8221; showbike=&#8221;false&#8221; showtraffic=&#8221;false&#8221; showpanoramio=&#8221;false&#8221;]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/46/penelokan/">Penelokan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/46/penelokan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Trunyan</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2006 16:11:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Daerah di seberang danau Batur adalah daerah yang masih asing buat orang kebanyakan. Di situ terdapat sebuah desa yang dipercaya masyarakat Bali umumnya masih asli banget. Ya&#8230;, lo bayangin aja kaya badui di Jabar. Cuman saat ini, penduduk desa ini (Trunyan) udah bisa membuka hubungan dengan dunia luar. Untuk mencapai desa tersebut, kita mesti naek [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/">Desa Trunyan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Daerah di seberang danau Batur adalah daerah yang masih asing buat orang kebanyakan. Di situ terdapat sebuah desa yang dipercaya masyarakat Bali umumnya masih asli banget. Ya&#8230;, lo bayangin aja kaya badui di Jabar. Cuman saat ini, penduduk desa ini (Trunyan) udah bisa membuka hubungan dengan dunia luar.</p>
<p>Untuk mencapai desa tersebut, kita mesti naek perahu dari kawasan pariwisata Danau Batur. Kalo udah nyampe sana, ya ramah..ramah dikit lah. Jangan terlalu over-akting. Masyarakat disini dikenal sebagai &#8220;Baliaga&#8221; atau bali yang masih asli. Dan mereka ngga suka keributan.<span id="more-15"></span></p>
<p>Hal yang paling unik disini adalah cara mereka menguburkan mayat. Tidak seperti masyarakat Bali umumnya yang membakar mayat dalam upacara ngaben, disini mayat mereka taruh begitu saja di sebuah areal hutan. Anehnya, mayat itu tak akan mengeluarkan bau busuk walo sudah disana selama berbulan-bulan.</p>
<p>Mitosnya, di areal hutan tersebut terdapat sebuah pohon yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Trunyan</p>
<p>Sumber foto: <a title="Desa Trunyan" href="http://rhilyzoro.wordpress.com/2012/07/02/terunyan-village/" target="_blank" rel="noopener">Rhilyzoro Blog</a></p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/">Desa Trunyan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>67</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kota Bangli</title>
		<link>http://tourdebali.com/42/kota-bangli/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/42/kota-bangli/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2005 18:18:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Kota Bangli terletak di sebelah timur laut Denpasar, kira-kira satu jam perjalanan ( 40 km ). Pada awal Dinasti Gelgel, Kerajaan kuno Bangli menjadikan Bali paling berkuasa pada pertengahan abad-19. Pada saat itu Bangli merupakan kota yang paling tenang dari seluruh kota dengan iklim sedang, tidak panas dan juga tidak dingin (panas dingin). Delapan puri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/42/kota-bangli/">Kota Bangli</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Bangli terletak di sebelah timur laut Denpasar, kira-kira satu jam perjalanan ( 40 km ). Pada awal Dinasti Gelgel, Kerajaan kuno Bangli menjadikan Bali paling berkuasa pada pertengahan abad-19. Pada saat itu Bangli merupakan kota yang paling tenang dari seluruh kota dengan iklim sedang, tidak panas dan juga tidak dingin (panas dingin).</p>
<p>Delapan puri raja adalah salah satu tempat di sekitar perempatan utama kota, tapi sekarang hanya Puri Denpasar yang dibuka untuk umum sebagai istana ( yaitu adanya Artha Sastra Inn ).<span id="more-42"></span></p>
<p>Raja terakhir Bangli tertera pada arca singa dan Bodhisattva, berinspirasi dari fotografi Borobudur dan penandaan lukisan dinding di&#8217;bale loj&#8217; berdasarkan pada kehidupan masyarakat Cina di Bangli. Lukisan dinding ini dalam bentuk yang tidak begitu bagus tapi anda masih bisa membuat detailnya. Panorama lainnya adalah&#8217;bale kulku&#8217; yang berusia 100 tahun, sekitar lima menit jika ditempuh dengan jalan kaki.</p>
<p>Event terpenting adalah hari pasaran, anda dapat melihat produk-produk seperti kentang manis, kacang-kacangan dan rempah-rempah yang tidak akan ditemukan di daerah selatan. Tarian dan wayang kulit kadang dipentaskan di bale banjar setiap hari raya, tapi tidak dengan dana yang berlebihan atau merupakan kebiasaan dari kota Gianyar. Tempat tinggal dalang, Dewa Made Rai Resi, hanya 700 m dari Artha Sastra Inn.</p>
<p>Artha Sastra Inn, sebagai istana raja, semakin hari terlihat semakin baik. Pot-pot tanaman dan arsitektur istana memberi kesan unik pada tempat ini. Anda dapat tidur di peraduan raja terakhir Bangli dan berpartisipasi dalam kehidupan ritual keluarga triwangsa. Artha Sastra Inn berlokasi di pusat Bangli dekat dengan stasiun bis dan rambu lalu lintas yang ramai.</p>
<p>Terdapat lima ruangan terbesar di dalam puri yang disampingnya ada pemandian. Ini disesuaikan dengan&#8217;bale bal&#8217; tradisional dimana terdapat pintu berukiran kuno serta furniture-furniture antik.</p>
<p>Di timur stasiun bis terdapat pasar malam dengan sajian murah meriah, camilan lezat, capcay goreng dengan nasi, ayam goreng dengan sayuran. Atau makan di beberapa warung makan kecil di sekitar stasiun bis. Segeralah datang selagi masih buka sampai tahun 2001.</p>
<p>Anda akan menemukan pertokoan di sekitar pasar, sebelah selatan Artha Sastra Inn dimana anda akan dapat membeli barang-barang kebutuhan hidup. Uang cash dapat ditukar di Bank Pembangunan Daerah, tapi tidak untuk travellers cheque atau gunakan bank di Gianyar, 13 km menggunakan bemo ke arah barat daya. Di depan Artha Sastra Inn, terdapat telepon umum atau ke wartel 24 jam ( pelayanan telekomunikasi )</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/42/kota-bangli/">Kota Bangli</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/42/kota-bangli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>8</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penulisan</title>
		<link>http://tourdebali.com/47/penulisan/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/47/penulisan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2005 15:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[bukit]]></category>
		<category><![CDATA[pura]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulisan berarti tempat untuk menulis. Anda dapat menemukan tempat ini sekitar 8 km utara Kintamani di sebelah kiri tikungan pada salah satu jalan terbagus di Bali. Yang menarik perhatian di pinggir kawah Batur adalah dengan adanya pura tertinggi ( 1745 m ) dan mungkin yang tertua di Bali. Penulisan dipercaya memiliki gunung suci para raja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/47/penulisan/">Penulisan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulisan berarti tempat untuk menulis. Anda dapat menemukan tempat ini sekitar 8 km utara Kintamani di sebelah kiri tikungan pada salah satu jalan terbagus di Bali. Yang menarik perhatian di pinggir kawah Batur adalah dengan adanya pura tertinggi ( 1745 m ) dan mungkin yang tertua di Bali. Penulisan dipercaya memiliki gunung suci para raja dari dinasti Pejeng.</p>
<p>Dari Sukawana, naik ke arah timur sampai Pura Penulisan, ambil jalan naik mengikuti pinggir utara kawah dimana anda dapat melihat pemandangan kawah menyerupai permadani cantik. Jalan menuju Pinggan di sebelah utara kawah, kemudian berliku di tenggara menuju Songan.<span id="more-47"></span></p>
<p>Melalui hutan pinus, kopi, cengkeh dan perkebunan jeruk. Jalan di utara Penulisan berangin turun ke laut di Kubutambahan sekitar 47 km. Dari anda dapat melanjutkan ke Singaraja dan Lovina ke arah barata atau menuju Tirtagangga dan Amlapura ke arah timur. Menuruni jalan dari Penulisan menuju Kubutambahan adalah desa adat Lotang dimana banjar lokal memiliki pura tradisional.</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/47/penulisan/">Penulisan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/47/penulisan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lembah Pantunan</title>
		<link>http://tourdebali.com/45/lembah-pantunan/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/45/lembah-pantunan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2005 07:38:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Lukisan indah hanya terlihat dari keindahan alaminya yang dapat anda temukan pada Lembah Pantunan di desa Bangbang, Tembuku, Bangli. Namanya berarti lembah sawah dan diperoleh dari pantun Bali yang artinya beras. Hamparan hijau persawahan dengan bukkit dibelakangnya sangat mudah ditemukan dari daerah tujuan wisata lainnya, kira-kira 30 km dari Penelokan-Kintamani dan sekitar 15 km dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/45/lembah-pantunan/">Lembah Pantunan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Lukisan indah hanya terlihat dari keindahan alaminya yang dapat anda temukan pada Lembah Pantunan di desa Bangbang, Tembuku, Bangli.</p>
<p>Namanya berarti lembah sawah dan diperoleh dari pantun Bali yang artinya beras. Hamparan hijau persawahan dengan bukkit dibelakangnya sangat mudah ditemukan dari daerah tujuan wisata lainnya, kira-kira 30 km dari Penelokan-Kintamani dan sekitar 15 km dari Pura Besakih. <span id="more-45"></span></p>
<p>Para turis yang datang ke Bali, khususnya mereka yang berkunjung untuk pertama kalinya, biasanya sangat menyukai pemandangan sawah yang hijau. Anda harus mengambil kesempatan ini untuk menyaksikan keindahan alaminya, dimana anda juga akan meyebrangi pura yang terpisah diantara desa dan bukit.</p>
<p>Jalan menuju Lembah Pantunan dalam kondisi yang bagus, jadi anda tidak akan menghadapi kendala untuk melihat panorama ini ketika berdarmawisata ke Danau Batur dan Pura Besakih.</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/45/lembah-pantunan/">Lembah Pantunan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/45/lembah-pantunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
