<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>desa Archives - Tour de Bali</title>
	<atom:link href="http://tourdebali.com/tag/desa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tourdebali.com/tag/desa/</link>
	<description>Info tempat wisata dan foto galeri Bali</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Aug 2021 13:41:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2021/01/favicon.png</url>
	<title>desa Archives - Tour de Bali</title>
	<link>http://tourdebali.com/tag/desa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengunjungi Desa Trunyan</title>
		<link>http://tourdebali.com/1353/mengunjungi-desa-trunyan/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/1353/mengunjungi-desa-trunyan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 08:31:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tourdebali.com/?p=1353</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari ini gue bakal cerita tentang perjalanan gue dan dua temen gue,&#160;Prita dan Okta ke&#160;Desa Trunyan. Trunyan berada&#160;di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Trunyan merupakan desa tua, atau sering disebut Bali Aga atau Bali Mula.&#160;Akhirnya gue kesampean juga menginjakkan kaki ke kuburan Desa ini yang terkenal. 😀 Nah, untuk mencapai kuburan Desa Trunyan gue menyeberangi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/1353/mengunjungi-desa-trunyan/">Mengunjungi Desa Trunyan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini gue bakal cerita tentang perjalanan gue dan dua temen gue,&nbsp;Prita dan Okta ke&nbsp;<a title="Desa Trunyan" href="http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Desa Trunyan</a>. Trunyan berada&nbsp;di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Trunyan merupakan desa tua, atau sering disebut <strong>Bali Aga</strong> atau <strong>Bali Mula</strong>.&nbsp;Akhirnya gue kesampean juga menginjakkan kaki ke kuburan Desa ini yang terkenal. 😀</p>
<p><span id="more-1353"></span></p>
<p>Nah, untuk mencapai kuburan Desa Trunyan gue menyeberangi danau Batur dengan menggunakan perahu.&nbsp;FYI:&nbsp;Kita harus pandai-pandai nawar ya soalnya suka ditembak harganya. Untungnya temen gue orang Bali asli jadinya bisa ngomong bahasa Bali itupun masih aja dapet harga&nbsp;<strong>Rp 240.000</strong> bertiga dan udah bolak-balik. oke? 🙂</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1356" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_1942.jpg" alt="Tepi Danau Batur" width="100%" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_1942.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_1942-300x152.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_1942-280x141.jpg 280w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_1942-465x234.jpg 465w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p>Gue sangat amat senang ketika gue sampai di desa ini namun gue sangat menyayangkan&nbsp;tradisi warga desa Trunyan yang kurang baik yaitu minta-minta duit kecil.&nbsp;Hal itu akan banyak kita temui disana. Tidak hanya anak kecil, orang tua sampai lansia pun melakukan hal tersebut padahal hal tersebut sangat mengganggu dan dapat mengurasi kesan yang baik bagi pariwisata desa Trunyan sendiri.</p>
<p>Yang terkenal dari desa ini adalah cara pemakaman jenazahnya yang sampai saat ini masih dilaksanakan.&nbsp;Tradisi ini hanya dilakukan oleh warga desa Trunyan aja loh. Di desa ini orang yang telah meninggal gak dikubur atau dibakar&nbsp;(Ngaben)&nbsp;yang merupakan tradisi masyarakat Bali. Tubuh orang yang telah meninggal setelah melalui sebuah prosesi akan dilapisi kain kemudian diletakkan diatas tanas di bawah pohon trunyan dan dikelilingi anyaman dari pohon bambu yang disebut ancak saji.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1357" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2049.jpg" alt="Ancak Saji" width="100%" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2049.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2049-300x200.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2049-280x186.jpg 280w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2049-465x310.jpg 465w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p>Desa Trunyan memiliki tiga jenis kuburan yang terdiri dari kuburan anak-anak, orang dewasa yang belum berkeluarga dan orang-orang yang telah berkeluarga. Hanya jenazah yang sudah dewasa dan meninggal secara normal serta tidak cacat yang bisa dimakamkan seperti itu.&nbsp;Untuk jenazah bayi dan meninggal secara tidak normal seperti bunuh diri, dibunuh ataupun kecelakaan dimakamkan di tempat lain.</p>
<p>Di sekitar kuburan ini lo bakal banyak melihat tulang-tulang berserakan di tanah, tengkorak manusia yang telah disusun rapi. Serem sih tapi bikin penasaran banget cuy. Hahahahaha</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-1358" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2080.jpg" alt="Tengkorak" width="100%" srcset="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2080.jpg 750w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2080-300x200.jpg 300w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2080-280x186.jpg 280w, http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/MG_2080-465x310.jpg 465w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p>Dan yang paling heboh adalah lo gak bakal mencium bau yang tidak sedap dari tubuh orang yang telah meninggal tersebut. Hal ini karena adanya&nbsp;Pohon Trunyan.&nbsp;Trunyan berasal dari dua kata yaitu &#8220;taru&#8221; yang berarti pohon dan &#8220;menyan&#8221; yang berarti harum. Jadi pohon ini berfungsi menyerap bau yang tidak sedap yang dikeluarkan oleh jenazah sehingga tidak tercium lagi bau yang tidak sedap itu.</p>
<p>Sekian cerita gue tentang perjalanan gue ke desa Trunyan bersama temen-temen, sedikit menyeramkan tapi menyenangkan sekaligus menggemparkan hati dan menambah wawasan tentang budaya sebuah desa yang unik. Jadi buat lo pada yang mengunjungi Bali&nbsp;gue saranin buat datang kesini tapi ya siapin uang receh soalnya kaya yang gue bilang tadi banyak banget warga yang minta-minta uang kecil hehe.</p>
<p>Buat lo pada yang pengen banget liat atau megang yang namanya tulang belulang asli sampai yang namanya tengkorak manusia bisa mengunjungi desa ini hihihihi.. Pokoknya jangan lupa bilang&nbsp;&#8220;PERMISI&#8221;&nbsp;ya kalo mau foto bareng tengkorak atau tulang belulangnya yang ada nanti gak fokus-fokus loh.&nbsp;Soalnya pas gue foto begitu tuh semua benar-benar terjadi cuy. Gue gak boong ataupun nakutin elo pada hehee cuma kasih info dikit.</p>
<p><img decoding="async" src="http://tourdebali.com/wp-content/uploads/2013/05/DSC_0377.jpg" alt="Desa Trunyan" width="100%"></p>
<p>Nah pas udah sampe di desa setelah nyeberang jangan lupa bilang&nbsp;&#8220;TERIMAKASIH&#8221; ya.&nbsp;Mistis banget sih tapi namanya juga kita ada di tempat orang ya ngikut aja sih ya. &nbsp;That&#8217;s my journey at Trunyan Village. Walau ngeri-ngeri dikit tapi buat penasaran.</p>
<p>Cerita perjalanan ini ditulis kembali dari blog&nbsp;<a title="Equilibrium" href="http://aristakusumastuti.blogspot.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Equilibrium</a>&nbsp;atas seijin penulis&nbsp;Arista</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/1353/mengunjungi-desa-trunyan/">Mengunjungi Desa Trunyan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/1353/mengunjungi-desa-trunyan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penelokan</title>
		<link>http://tourdebali.com/46/penelokan/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/46/penelokan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2006 10:30:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[batur]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Penelokan secara harfiah berarti &#8216;tempat untuk melihat&#8217;. Lokasinya kira-kira 56 km utara Denpasar. Daerahnya dingin dengan ketinggian 1450 m terkesan seperti desa suci terkadang dengan asap vulkanik dari Gunung Batur dan Danau Batur, sumber air yang diperlukan mengalir untuk kebutuhan lahan pertanian Bali selatan. Datanglah kesini sekitar pukul 08.00 atau 09.00 sebelum awan bergerak maju. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/46/penelokan/">Penelokan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penelokan secara harfiah berarti &#8216;tempat untuk melihat&#8217;. Lokasinya kira-kira 56 km utara Denpasar. Daerahnya dingin dengan ketinggian 1450 m terkesan seperti desa suci terkadang dengan asap vulkanik dari <a title="Gunung Batur" href="http://tourdebali.com/2/gunung-batur/" target="_blank" rel="noopener">Gunung Batur</a> dan <a title="Danau Batur" href="http://tourdebali.com/3/danau-batur/" target="_blank" rel="noopener">Danau Batur</a>, sumber air yang diperlukan mengalir untuk kebutuhan lahan pertanian Bali selatan.</p>
<p>Datanglah kesini sekitar pukul 08.00 atau 09.00 sebelum awan bergerak maju. Masih lebih baik jika anda bangun lebih awal untuk melihat matahari terbit. Pada bulan Agustus dan September matahari sudah terlalu tinggi, bergerak ke puncak tengah gunung, tapi pada bulan Juni dan Juli, matahari berada di kiri puncak gunung dengan warna kuning keemasan. Pada malam hari anda dapat melihat bulan berlayar menuju gunung.<br />
<span id="more-46"></span></p>
<p>Pedagang buah-buahan di seberang jalan menuju Kedisan menjual jeruk dan buah-buahan eksotik lainnya. Yang menarik adalah mengendarai sepeda sampai ke Penelokan lalu turun menyusuri jalan selatan.</p>
<p>Di hutan yang berdataran tinggi, ada desa Bali Aga yaitu Selulung, batukaang dan Catur. Anda dapat melihat monumen peninggalan pra-hindu primitif yang tertutup patung batu, piramida megalith kecil bermotif Polynesian.</p>
<p><strong>Lokasi Penelokan</strong></p>
<p>[google-map-v3 width=&#8221;100%&#8221; height=&#8221;350&#8243; zoom=&#8221;11&#8243; maptype=&#8221;roadmap&#8221; mapalign=&#8221;center&#8221; directionhint=&#8221;false&#8221; language=&#8221;default&#8221; poweredby=&#8221;false&#8221; maptypecontrol=&#8221;true&#8221; pancontrol=&#8221;true&#8221; zoomcontrol=&#8221;true&#8221; scalecontrol=&#8221;true&#8221; streetviewcontrol=&#8221;true&#8221; scrollwheelcontrol=&#8221;false&#8221; draggable=&#8221;true&#8221; tiltfourtyfive=&#8221;false&#8221; addmarkermashupbubble=&#8221;false&#8221; addmarkermashupbubble=&#8221;false&#8221; addmarkerlist=&#8221;-8.280366,115.359621{}glacier-2.png{}Penelokan&#8221; bubbleautopan=&#8221;true&#8221; showbike=&#8221;false&#8221; showtraffic=&#8221;false&#8221; showpanoramio=&#8221;false&#8221;]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/46/penelokan/">Penelokan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/46/penelokan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Bedulu</title>
		<link>http://tourdebali.com/65/desa-bedulu/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/65/desa-bedulu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 May 2006 23:05:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[gianyar]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah desa indah yang nggak kalah dengan Batubulan, dapat kamu temuin di sebelah selatannya Pejeng dan mayoritas penduduknya adalah petani. Bedulu namanya,dan jauhnya kira-kira 26 km dari Denpasar. Jika kamu berangkat dari Ubud e&#8217; nyampek di Teges, kamu mesti naik bemo dan lewat route Goa Gajah. Jaman dulu, Bedulu merupakan sebuah kerajaan kuat yang merupakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/65/desa-bedulu/">Desa Bedulu</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah desa indah yang nggak kalah dengan Batubulan, dapat kamu temuin di sebelah selatannya Pejeng dan mayoritas penduduknya adalah petani. Bedulu namanya,dan jauhnya kira-kira 26 km dari Denpasar. Jika kamu berangkat dari Ubud e&#8217; nyampek di Teges, kamu mesti naik bemo dan lewat route Goa Gajah.</p>
<p>Jaman dulu, Bedulu merupakan sebuah kerajaan kuat yang merupakan bagian dari Pejeng. Penguasa terakhir kerajaan Bedulu menentang invasi kerajaan Majapahit pada tahun 1343. Sesudah invasi ini, tatanan agama Hindu mengalami kemajuan dan diiringi dengan sistim cocok tanam yang baru (th.1515) <span id="more-65"></span><br />
Sebelum Majapahit mengadakan invasi, raja Sri Aji Asura Bumibanten merupakan raja Bedulu yang sakti mandraguna dan mempunyai daya supranatural tinggi. Beliau mempunyai kesaktian unik, yaitu memotong leher hingga putus dan mampu menyambungnya kembali tanpa bekas luka.</p>
<p>Pada suatu hari, ketika beliau menunjukkan kesaktian ini, terjadilah petaka. Kepala Sang Prabu yang lepas dari badannya jatuh ke dalam sungai dan hanyut. Para pembantunya panik dan mengganti kepala Sang Prabu dengan kepala? BABI HUTAN!! Akibatnya beliau malu dan melarang siapapun untuk melihatnya. Akhirnya seorang anak mengetahui rahasia ini dan sejak saat itu rakyatnya menjuluki beliau&#8217;Dalem Bedul&#8217; yang berarti &#8220;beliau yang telah berganti kepala&#8221;. Ada pendapat lain bahwa Bedulu berasal dari kata&#8217;bedaul&#8217; yang berarti &#8220;ke hulu&#8221;.</p>
<p>Sekitar 100 m ke barat dari jalan utama, terdapat Pura Samuan Tiga yang awalnya dibangun oleh Mpu Kuturan. Selama pemerintahan Raja Udayana dan Ratu Darmapatni (988-1011), banyak sekte keagamaan dan aliran kepercayaan berkembang di Bali dan masing-masing mempunyai ciri yang khas. Akibatnya tatanan kehidupan beragama kacau serta situasi menjadi tak terkendali. Oleh karena itu, enam Rsi berkumpul di pura ini dan menyusun prinsip-prinsip agama Hindu serta mempersatukan semua sekte. Selain itu dibentuk pula desa adat, yang masih eksis sampai saat ini.</p>
<p>Salah satu dari lima museum Arkeologi yang ada di Bali, terletak kira-kira 2 km ke utara Bedulu. Di sana ada artefak-artefak kebudayaan pra Hindu serta relief purbakala yang nggak bakalan kamu temuin di tempat lain. Ada juga sarkofagus bulat yang berisi relief manusia dan kura-kura dan dipergunakan sebagai peti mayat. Jika kamu ingin baca-baca, di sana ada perpustakaan kecil dan museum buka dari hari Senin-Kamis (pkl.07.00-14.00), Jumat buka sampai pkl. 13.00 dan Sabtu sampai pkl. 12.30 WITA.</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/65/desa-bedulu/">Desa Bedulu</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/65/desa-bedulu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>13</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Pejaten</title>
		<link>http://tourdebali.com/53/pejaten/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/53/pejaten/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Apr 2006 17:50:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[tabanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Kira-kira 4 km barat daya dari Kediri terletak sebuah desa tradisional penghasil kerajinan dari tanah liat dan keramik. Desa ini diapit dua sungai dengan luar kira-kira 1,5 km persegi. Kesan desa ini adalah jauh dari peradaban dan teknologi modern. Namun, masyarakat disini telah menambang tanah liat merah (bahan dasar keramik) sejak awal berdirinya desa dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/53/pejaten/">Desa Pejaten</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kira-kira 4 km barat daya dari Kediri terletak sebuah desa tradisional penghasil kerajinan dari tanah liat dan keramik. Desa ini diapit dua sungai dengan luar kira-kira 1,5 km persegi. Kesan desa ini adalah jauh dari peradaban dan teknologi modern. Namun, masyarakat disini telah menambang tanah liat merah (bahan dasar keramik) sejak awal berdirinya desa dan mereka bereksperimen sendiri dalam membuat keramik, sampai akhirnya persediaan tanah merah tersebut menipis pada tahun 80-an.</p>
<p>Pada tahun 1985 masyarakat desa mulai menguasai teknik pembuatan keramik dengan temperatur tinggi. Walaupun masih menggunakan tanur-tanur tradisional dengan bahan bakar batok kelapa, namun keramik yang dihasilkan berkualitas tinggi dan artistik.<span id="more-53"></span></p>
<p>Di sini kamu akan bisa melihat berbagai bentuk keramik berupa binatang, pot, peralatan makan dan dapur, asbak dll. Semuanya dalam warna-warna yang unik dan sekilas mirip dengan keramik cina. Tidak seperti keramik buatan luar negeri seperti Eropa, keramik disini tidak dibuat secara mass product tapi lebih ke arah karya seni dan cocok sebagai koleksi. Kalo kamu menemukan suatu bentuk keramik disini, jangan harap kamu bisa melihatnya di lain tempat. So, kalo ada yang cocok beli saja, harganya sama dengan keramik-keramik buatan Eropa atau Cina yang banyak kamu jumpai di toko-toko. Ehem..barang antik susah dicari Man. Oh ya, di sini cuman ada dua buah&#8217;tok&#8217; yang memajang kermik-keramik tersebut dan masing-masing toko berjarak setengah km. Watch..</p>
<p>Kamu bisa mencari desa ini dengan mudah. Kamu bisa mencapainya dai Kerambitan atau Tanah Lot. Cukup ikuti penunjuk jalan dan kamu akan sampai in no time. Bagusnya jika kamu membuat suatu agenda tour, kamu menempatkan urutan desa ini setelah Kerambitan. Usahain kamu berada di desa ini menjelang sore. Dengan demikian maka kamu cukup berjalan 6 km lagi ke arah barat daya dan kamu akan sampai di Tanah Lot tuk menikmati sun set yang hmmm.</p>
<p><em>Sumber foto: <a title="Tri Hartadi Blog" href="http://trihartadi.blogspot.com/2013/01/pejaten-village.html" target="_blank" rel="noopener">Tri Hartadi Blog</a></em></p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/53/pejaten/">Desa Pejaten</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/53/pejaten/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>13</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Trunyan</title>
		<link>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2006 16:11:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Daerah di seberang danau Batur adalah daerah yang masih asing buat orang kebanyakan. Di situ terdapat sebuah desa yang dipercaya masyarakat Bali umumnya masih asli banget. Ya&#8230;, lo bayangin aja kaya badui di Jabar. Cuman saat ini, penduduk desa ini (Trunyan) udah bisa membuka hubungan dengan dunia luar. Untuk mencapai desa tersebut, kita mesti naek [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/">Desa Trunyan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Daerah di seberang danau Batur adalah daerah yang masih asing buat orang kebanyakan. Di situ terdapat sebuah desa yang dipercaya masyarakat Bali umumnya masih asli banget. Ya&#8230;, lo bayangin aja kaya badui di Jabar. Cuman saat ini, penduduk desa ini (Trunyan) udah bisa membuka hubungan dengan dunia luar.</p>
<p>Untuk mencapai desa tersebut, kita mesti naek perahu dari kawasan pariwisata Danau Batur. Kalo udah nyampe sana, ya ramah..ramah dikit lah. Jangan terlalu over-akting. Masyarakat disini dikenal sebagai &#8220;Baliaga&#8221; atau bali yang masih asli. Dan mereka ngga suka keributan.<span id="more-15"></span></p>
<p>Hal yang paling unik disini adalah cara mereka menguburkan mayat. Tidak seperti masyarakat Bali umumnya yang membakar mayat dalam upacara ngaben, disini mayat mereka taruh begitu saja di sebuah areal hutan. Anehnya, mayat itu tak akan mengeluarkan bau busuk walo sudah disana selama berbulan-bulan.</p>
<p>Mitosnya, di areal hutan tersebut terdapat sebuah pohon yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Trunyan</p>
<p>Sumber foto: <a title="Desa Trunyan" href="http://rhilyzoro.wordpress.com/2012/07/02/terunyan-village/" target="_blank" rel="noopener">Rhilyzoro Blog</a></p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/">Desa Trunyan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/15/desa-trunyan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>67</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Sembiran</title>
		<link>http://tourdebali.com/91/desa-sembiran/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/91/desa-sembiran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Mar 2006 15:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tourdebali.com/91/sembiran/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu tahu gamelan bali yang beken and terkenal itu? Jangan kaget, kalo kamu untuk pertama kali ngedengerin musik bali, dapetnya musik yang keras, pasalnya sebagian besar, musik atawa gamelan bali itu memang gitu. Nah, salah satu instrumen di musik bali itu namanya &#8216;gong&#8217;. Kebayang bentuknya &#8216;kan? Ada satu desa di singaraja yang khusus ngebikin instrumen [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/91/desa-sembiran/">Desa Sembiran</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kamu tahu gamelan bali yang beken and terkenal itu? Jangan kaget, kalo kamu untuk pertama kali ngedengerin musik bali, dapetnya musik yang keras, pasalnya sebagian besar, musik atawa gamelan bali itu memang gitu. Nah, salah satu instrumen di musik bali itu<br />
namanya &#8216;gong&#8217;. Kebayang bentuknya &#8216;kan?</p>
<p>Ada satu desa di singaraja yang khusus ngebikin instrumen ini. Namanya desa sembiran. Kamu bisa ngeliat langsung gimana para pengrajin itu bikinnya dari logam. Tapi biasanya, orang-orang yang berkunjung ngeliat &#8216;pabrik&#8217; gong ini, memberikan sumbangan<br />
sukarelanya, kalo dia ndak beli&#8230;&#8230;.</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/91/desa-sembiran/">Desa Sembiran</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/91/desa-sembiran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Bungkulan</title>
		<link>http://tourdebali.com/92/desa-bungkulan/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/92/desa-bungkulan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2005 15:01:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://tourdebali.com/92/bungkulan/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waduh, ternyata baru satu kabupaten aja udah bejibun desa tardisionalnya. And tentunya masing-masing itu ngebawa daya tariknya masing-masing. Kayaknya lagi, desa Bungkulan ini juga bisa diamsukin di daftar desa-desa tradisional pilihan kamu, pasalnya, desa ini emang bener-bener belon terjamah turis alias pariwisata. Bayangin aja, desa ini terdiri dari 13 banjar!! dan total keseluruhan penduduknya itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/92/desa-bungkulan/">Desa Bungkulan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Waduh, ternyata baru satu kabupaten aja udah bejibun desa tardisionalnya. And tentunya masing-masing itu ngebawa daya tariknya masing-masing. Kayaknya lagi, desa Bungkulan ini juga bisa diamsukin di daftar desa-desa tradisional pilihan kamu, pasalnya, desa ini emang bener-bener belon terjamah turis alias<br />
 pariwisata.</p>
<p>Bayangin aja, desa ini terdiri dari 13 banjar!! dan total keseluruhan penduduknya itu sekitar 10.000 orang (kalo nggak percaya, hitung aja sendiri!). trus disini kamu bakalan ngeliat betul desa kayak yang mungkin kamu liat di tipi-tipi. Mandi pagi-pagi di kali, trus ngeliat cucok-cucoknya pada ngebawa kebo atawa sapi<br />
 mandi, trus ngeliat cewek-ceweknya bawa pasir-pasir di kepalanya, de el el deh&#8230; <span id="more-92"></span></p>
<p>Uniknya lagi, disini kamu bisa ngeliat sebuah kulkul (kentongan khasnya bali) yang diukir diatasnya itu berbentuk kepala manusia. Kulkul ini adanya di dalam Pura Sari Pemerajan Agung yang tempatnya itu ada di puncak bukit tertinggi. Pokoke asri deh!!!!</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/92/desa-bungkulan/">Desa Bungkulan</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/92/desa-bungkulan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Marga</title>
		<link>http://tourdebali.com/52/desa-marga/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/52/desa-marga/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2005 01:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[tabanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Di Desa Margarana ini terdapat Monumen Margarana yang merupakan penghormatan kepada para pejuang Bali yang meninggal selama revolusi fisik melawan Belanda. Para pejuang Bali mengangkat senjata setelah bangsa ini menolak tuk menolak menyerah kepada Belanda dan menyatakan kemerdekaannya. Bali yang pada waktu itu kekurangan pasukan meminta Jawa untuk mengirimkan bantuan. Nah untuk mengalihkan perhatian Belanda [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/52/desa-marga/">Desa Marga</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di Desa Margarana ini terdapat Monumen Margarana yang merupakan penghormatan kepada para pejuang Bali yang meninggal selama revolusi fisik melawan Belanda. Para pejuang Bali mengangkat senjata setelah bangsa ini menolak tuk menolak menyerah kepada Belanda dan menyatakan kemerdekaannya.</p>
<p>Bali yang pada waktu itu kekurangan pasukan meminta Jawa untuk mengirimkan bantuan. Nah untuk mengalihkan perhatian Belanda dari pendaratan tentara Jawa di Negara, Letkol I Gusti Ngurah Rai memimpin pasukannya mengadakan long  march ke Gunung Agung.<span id="more-52"></span></p>
<p>Rencana ini diketahui Belanda dan pada tanggal 20 November 1946 mereka mencegat pasukan Bali di Desa Marga ini. Pesawat pembom B-52 dikerahkan Belanda, pasukan bersenjata lengkap disiapkan. Pasukan Bali yang kalah jumlah, yang kalah persenjataan (banyak yang masih bawa bambu runcing), kalah putih dan kalah tinggi tapi nggak kalah keren.</p>
<p>Mengetahui peluang mereka kecil, I Gusti Ngurah Rai memerintahkan untuk puputan. Puputan artinya sampe tetes darah terakhir kasarnya habis-habisan sampe nyawa ini tidak lagi bertahta di tubuh ini. Prinsipnya lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup menanggung malu. Merdeka..merdeka..Hup..hup. Ntar, gue narik napas dulu.</p>
<p>Akhirnya, 96 orang gerilyawan yang gagah berani itu tewas di Desa Marga. Kabut mesiu dan hawa kesedihan ibu pertiwi mengalir bersama tetesan darah putra-putra terbaik bangsa. Semangat dan kemerdekaan yang mereka perjuangkan tumbuh subur di bumi ini dan menjelma kepada jiwa setiap insan yang tumbuh yang meminum air dan menghirup udara di pertiwi ini. Kisah mereka kan abadi dan gue nggak akan mundur sebelum dia luluh dan menyerahkan hatinya. Pokoknya MERDEKA!!</p>
<p>Begitulah untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan bangsa ini maka pada tahun 1954 dibangunlah monumen Margarana (Pertempuran Marga) ini. Terdapat 1.372 monumen yang melambangkan jiwa putra maupun putri bangsa yang tewas selama mengusir Belanda, termasuk juga 11 orang Jepang yang ikut membantu kita. Mereka berjuang tanpa membedakan agama, ras dan suku bangsa, semua bersatu. (Nggak seperti sekarang..saling tikam.)</p>
<p>Pejuang yang beragama Kristen mempunyai makam dengan salib di atasnya, Muslim dengan bulan sabit, Hindu dengan swastika. Nama I Gusti Ngurah Rai sendiri diabadikan sebagai nama bandara udara di Denpasar dan sebuah tugu setinggi 17 meter dibangun di tengah-tengah makam sebagai lambang persatuan dan semangat para pejuang. Pada tugu ini terukir surat I Gusti Ngurah Rai kepada Belanda yang isinya dengan tegas menyatakan kebulatan tekadnya untuk mengabdikan jiwa dan raganya pada perjuangan bangsa ini untuk merdeka.</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/52/desa-marga/">Desa Marga</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/52/desa-marga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>10</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Blahbatuh</title>
		<link>http://tourdebali.com/66/desa-blahbatuh/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/66/desa-blahbatuh/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2005 12:07:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[gianyar]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalo kamu lagi jalan-jalan di Gianyar dan belum tau Blahbatuh, rasanya kurang lengkap. Blahbatuh terletak + 7 km ke arah barat kota Gianyar . Atau 4 km dari Sakah, kemudian belok ke arah Ubud sepanjang jalan utama Denpasar-Gianyar. Blahbatuh terkenal karena banyaknya mata air yang mengandung ikan segar. Di dalam kota, kamu dapat mengunjungi taman [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/66/desa-blahbatuh/">Desa Blahbatuh</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo kamu lagi jalan-jalan di Gianyar dan belum tau Blahbatuh, rasanya kurang lengkap. Blahbatuh terletak + 7 km ke arah barat kota Gianyar . Atau 4 km dari Sakah, kemudian belok ke arah Ubud sepanjang jalan utama Denpasar-Gianyar. Blahbatuh terkenal karena banyaknya mata air yang mengandung ikan segar.</p>
<p>Di dalam kota, kamu dapat mengunjungi taman anggrek yang indah serta Pura Gaduh yang memliki ciri khas dan berbeda dengan Pura lainnya. Untuk mencapai pura ini, kita akan melewati tangga yang curam serta pepohonan yang rimbun. Pura ini mengalami pemugaran setelah gempa bumi th. 1917.<span id="more-66"></span></p>
<p>Konon, Kebo Iwa yang merupakan patih raksasa sakti di jaman Dalem Bedulu, mengukir sebuah batu besar di areal ini hanya dengan menggunakan kuku. Kebo Iwa merupakan tangan kanan Dalem Bedulu dan pada akhirnya beliau ditundukkan oleh Mahapatih Gajah Mada dalam invasi Majapahit th.1343.</p>
<p>Patung-patung yang terdapat di sini diperkirakan sudah ada sejak abad 14 dan uniknya, tidak ada yang identik dengan kebudayaan Hindu-Jawa (Majapahit). Hal ini adalah seni patung asli Bali dan belum mendapat pengaruh kebudayaan lain. Kemudian Blahbatuh menjadi kerajaan kecil yang dipimpin oleh Gusti Ngurah Jelantik, patih agung dari Gelgel. Beliau mampunyai pasukan-pasukan tangguh dan melakukan expedisi militer melawan Jawa pada awal abad 17.</p>
<p>Selama pemerintahannya, banyak barang-barang rampasan dikumpulkan dan dibawa kambali ke Bali, termasuk 21 lukisan topeng tokoh-tokoh Majapahit yang terkenal.</p>
<p>Lukisan topeng inilah yang mengilhami dan menyerupai bentuk asli dari topeng-topeng dalam drama tari Bali. &#8220;Topeng-topeng&#8221; ini tersimpan lebih dari 600 tahun di Pura Penataran Topeng yang letaknya berdekatan dengan puri Blahbatuh. Peninggalan berharga ini hanya diperlihatkan selama odalan (upacara) Pura Penataran Topeng.</p>
<p>Blahbatuh merupakan kota strategis dan kamu dapat jalan-jalan ke Gunung Kawi melalui Kutri, kemudian melanjutkan tur ke Bangli yang terkenal dengan Gunung Batur-nya atau kamu lebih pengen ke kota Klungkung. Blahbatuh dekat juga dengan Rendang (bukan nama masakan, lho!) dan Besakih. Kira-kira 1 km ke barat, terdapat jalan kecil menuju ke selatan memasuki Desa Belangsinga yang terkenal dengan air terjun Tegenungan atau SrogSrogan yang terletak di kawasan Tukad (sungai) Petanu.</p>
<p>Kawasan ini dipercaya sebagai tempat penyembuhan. Sebaiknya kamu jangan kesini pada hari Minggu, tapi pada saat malam bulan Purnama dan para pendeta suci mohon berkah untuk kita di Pura Mertha Jiwa (Mertha Jiwa = air kehidupan).</p>
<p>Kemudian kamu dapat melanjutkan tur ke Desa Belaga, 1 km ke barat perbatasan Blahbatuh dengan Bona, yang terkenal dengan kerajinan bambunya,antara lain: industri mebel dan hiasan dari bambu. Bahan bambu yang digunakan adalah bambu hitam dan bambu yang alami.</p>
<p>Dalam perjalanan antara Blahbatuh dan Bona, untuk mengurangi penat, singgahlah di pantai Kramas yang memiliki pesona indah dengan panorama Lautan Hindia. Kira-kira 500 m utara Blahbatuh, kamu dapat mengunjungi Banjar Babakan dan melihat kerajinan Gong (gamelan) Sidha Karya di rumah Bapak I Made Gabeleran, satu-satunya pembuat Gong di Bali yang masih eksis sampai kini. Hal ini patut diperhatikan oleh pecinta gamelan dan&#8217;pabrik gon&#8217; ini bukanlah sekecil yang dibayangkan.</p>
<p>Disini terdapat lima ruangan yang digunakan untuk membuat gamelan. Segala jenis instrumen gamelan Bali, seperti: gangsa, terompong, gendang, dll. dibuat disini. Ornamen dan ukiran pada gamelan diambil dari pakem Ramayana. Bahan kayu yang dipergunakan adalah pohon nangka dan tukang ukir kayunya bekerja dengan cepat. Material yang dipergunakan untuk membentuk bait-bait nada pada gamelan ini dibuat dari percampuran tembaga dan timah. Dengan menggunakan metode lama, bahan ini kemudian dileburkan dalam tungku pemanas dan dibentuk dalam cetakan pohon pisang yang melebur dalam api sebagai perangkat logam.</p>
<p>Seleksi diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu untuk program magang dan memberikan kesempatan kepada para murid untuk mempelajari tehnik-tehnik membuat gamelan. Kamu juga dapat melihat logam panas yamg ditempa menjadi&#8217;kempli gon&#8217;. Untuk mendapatkan nada yang pas, perlu diadakan pengujian. Dalam hal ini digunakan tuning dari bambu yang mempunyai nada yang pas. Ini merupakan bagian yang sulit dan sedikit orang yang mampu melakukannya. Masing-masing instrumen berbeda cara menyetelnya, sehingga kalau dipadukan akan terjadi harmonisasi yang menarik. Volume pembuatan gamelan dalam setahun adalah 5-6 gamelan per tahun. Kamu juga diperbolehkan memainkan gamelan.</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/66/desa-blahbatuh/">Desa Blahbatuh</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/66/desa-blahbatuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>14</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Desa Celuk</title>
		<link>http://tourdebali.com/68/desa-celuk/</link>
					<comments>http://tourdebali.com/68/desa-celuk/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asn]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2005 08:10:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Obyek Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[gianyar]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Pusat kerajinan emas dan perak di kabupaten Gianyar yang terkenal selain Batubulan adalah Celuk. Hasil kerajinan emas dan perak disini bermutu tinggi serta asli buatan tangan pengrajin yang paham betul cara pembuatannya. Wayan Kardana dan Wayan Kawi merupakan dua pengrajin yang solid dan mempunyai keahlian khusus. Sedikitnya 1.700 s/d 2.500 pengrajin yang bertahan hidup hanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/68/desa-celuk/">Desa Celuk</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pusat kerajinan emas dan perak di kabupaten Gianyar yang terkenal selain Batubulan adalah Celuk. Hasil kerajinan emas dan perak disini bermutu tinggi serta asli buatan tangan pengrajin yang paham betul cara pembuatannya. Wayan Kardana dan Wayan Kawi merupakan dua pengrajin yang solid dan mempunyai keahlian khusus.</p>
<p>Sedikitnya 1.700 s/d 2.500 pengrajin yang bertahan hidup hanya mengandalkan  kemampuannya membuat barang-barang kerajinan emas dan perak di Celuk. Keahlian ini diperoleh turun temurun dari orang tuanya.<span id="more-68"></span></p>
<p>Di bagian selatan kota, ada transakasi khusus yang dilakukan dan patokan harga biasanya memakai US Dollar serta menerima kartu kredit. Jika pengen yang lebih murah, datang saja ke kios-kios yang lebih kecil yang terletak dibagian belakang desa. Kalo kebetulan kamu datang dari Sukawati dan pengen main kesini, kamu tinggal belok kiri ngikutin petunjuk jalan dan masuk gang. Simple, kok ! Kamu bakalan ketemu kios-kios yang menjual kerajinan emas dan perak. Harganya relatif lebih murah, tetapi kualitasnya nggak kalah. Mereka juga mau menerima pesanan dengan motif modern maupun motif lainnya. Mereka juga menawarkan desain kontemporer ala Amrik dan Eropa. Dalam hal bekerja, ada pembagian tugas. Para pengrajin rata-rata berjumlah 35 orang.</p>
<p>The post <a href="http://tourdebali.com/68/desa-celuk/">Desa Celuk</a> appeared first on <a href="http://tourdebali.com">Tour de Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://tourdebali.com/68/desa-celuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>14</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
