Kintamani

Sebenernya, Kintamani, Penelokan, Gunung Batur and Danau Batur itu satu paket lengkap.’Merek’ semua terletak di satu areal yang luas banget. Membentang begitu aja di tengah-tengah pulau Bali. Selain keempat objek diatas, sebenernya masih banyak lagi tempat wisata’keci’ di sekitarnya. Cuman yang top aja yang dikenal orang.

Kintamani adalah sebuah nama desa. Terletak persis di bibir kaldera batur. So, dari sini loe bisa liat apa aja tanpa halangan. Gunung Batur dengan danau dibawahnya plus Desa Trunyan nun jauh di pojok.

Gunung Batur

Gunungnya tidak terlalu tinggi, namun menyimpan banyak hal menarik. Terletak di tengah-tengah kaldera yang maha luas. Sekilas mirip Bromo, namun lebih assoy lagi karena tepat di sebelah Gunung Batur ada Danau Batur. Danau batur adalah danau terbesar di Bali.

Gunung Batur bener-bener asik. Tak terhingga jumlah orang yang pernah mendakinya. Biasanya orang mulai berangkat jam 3 pagi, biar nyampe atas bisa liat sunrise. Mendaki disini nyantai banget, karena sepanjang perjalanan, loe bakal ketemu ama belasan bule yang juga ikutan naek. Kayanya, Gunung Batur ini udah seperti tempat wisata sport.
Continue reading Gunung Batur

Pura Taman Ayun

Daya tarik utamanya adalah Pura dan kolam yang mengelilingi areal Pura. Kolam disini meiliki lebar hampir 10 meter. Katanya sih, kolam ini dulu berguna untuk menghalangi musuh yang ingin masuk pada jaman kerajaan. Entar itu bener ato ngga, gue lupa nanyain ­čÖé Bisa aja khan, Sang Raja cuman iseng pengen bangunan yang laen dari yang laen, cuman buat dinikmatin.

Kendaraan umum sangat mudah didapat karena Taman Ayun terletak di sebelah jalan raya. Soal shopping juga ngga masalah. Mulai dari dagang bakso sampe cenderamata tersedia lengkap. Cuman sayang, ngga gratis. Namanya juga dagang…

Pulau Serangan

Hanya sekitar 15 km sebelah timur Kota Denpasar ada sebuah pulau yang bernama Pulau Serangan. Di pulau ini terdapat sebuah pura, Pura Sakenan. Dahulu, untuk sembahyang kesana, orang-orang Bali menggunakan bantuan jukung (perhau kecil). Namun pada sekitar 3-4 yahun yang lalu terjadi perubahan yang sangat besar.

Pulau Serangan

Pulau Serangan saat ini dari hasil capture google eart. bagian berwarna hijau adalah ‘bentuk’ asli P. Serangan. Sementara bagian berwarna putih dan bagian bawah adalah hasil reklamasi mangkrak.

Pulau itu rencananya bakal dijadikan pusat pariwisata dengan segala fasilitas yang megah. Semacem pulau impian. Langkah pertama yang telah diambil adalah menghubungkan Pulau Serangan dengan Bali dengan cara membuat sebuah jalan besar! Gila bener, entar berapa juta meter kubik batu kapur yang dipake untuk’memotong lau’ tersebut. Continue reading Pulau Serangan

Candidasa

Pantai-pantai di Bali umumnya mirip. Candidasa in pun ngga beda-beda jauh ama yang Kuta ato Legian. Plus bule everywhere, lengkap sudah. Tapi kalo ngomong soal kawasan wisata pantai, Candidasa layak dibandingin ama Kuta.

Di tengah isolasi desa-desa tradisional di sekelilingnya, Candidasa menebar cahaya dengan lampu-lampu restoran dan hotel-hotel kelas atas. Suasananya mirip Kuta. Cuman kalah modern aja.

Pantainya good! Ada layanan naek perahu liatin pulau-pulau superkecil di kejauhan. Mancing juga oke. Bahkan buat yang lagi bete, cobain deh duduk berlama-lama di sea view nya, dijamin tambah bete he..he.., becanda…. Ngilangin stress kok!

Museum Le Mayeur

Satu lagi tercatat nama pelukis asing yang ngabisin masa hidupnya di Bali, Le Mayeur, selain nama besar Antonio De Blanco. Nah, pelukis Le Mayeur ini adalah pelukis asal Belgia yang pada taon 1932 pindah ke bali. Nama lengkap doski keren, lo… Adrien Jean Le Mayeur. Mungkin karena kecintaannya ama bali, lalu dia bikin rumah di pinggir pantai sanur dengan style Bali juga. Romantisnya├»┬┐┬Ż

Alkisah di taon-taon pertama di Bali, dia kesengsem ama seorang penari Bali yang waktu itu beken habis saking cantiknya. Cewe itu punya nama Ni Polok. Akhirnya Ni Polok pun nyerah ama Le Mayeur dan nikah setelah kurang lebih selama 2 tahun udah jadi model lukisannya. Mirip Blanco deh ceritanya :p Continue reading Museum Le Mayeur

Sangeh

Mau tahu pusatnya monyet, di sini neh. Terdapat hutan alami yang gede banget dengan ratusan ribu ekor monyet di dalamnya. Umumnya monyet-monyet disini lumayan ngga ramah. Pokoknya mereka iseng banget deh. Hati-hati dengan barang bawaan mulai dari perhiasan, kacamata sampe tas jinjing. Sekali disamber, bakal dilari-in masuk hutan. Kalo udah gini berabe dah├»┬┐┬Ż

Untuk lebih aman-nya, banyak guide lokal yang bisa dimintai tolong nganterin. Paling ngga mereka udah berpengalaman menghadapi serbuan monyet-monyet. Mereka akan mengantarkan kamu sampe ke tengah hutan di mana terdapat sebuah pura yang menurut mitos dijaga oleh para monyet di sini.

Pura Luhur Uluwatu

Uluwatu adalah nama sebuah desa, juga nama pura. Yang khas, puranya terletak di ujung tebing setinggi hampir 200 meter, diatas laut. Serem deh. Tebingnya sendiri panjangnya 300-an meter dengan lebar hanya sekitar 10-20 meter. Sejauh mata memandang hanya laut selatan dengan ombak yang gede.

Di areal pura ini hidup beberapa monyet yang oleh masyarakat Bali dianggap duwe (suci). Walo dianggap keramat, sifat nakalnya masih tetep ada. Yang paling sering itu nyamber tas ato kacamata. Hati-hati aja deh.

O ya, untuk masuk ke areal pura diperlukan beberapa syarat dan peraturan yang harus dipenuhi. Jangan khawatir, ngga susah kok!

Pura Kehen

Pura Kehen merupakan pura terbesar dan sangat sakral di wilayah Bangli, terletak di pusat kota sekitar 1,5 km timur laut. Ribuan orang yang mengunjungi pura tua ini.

Dimana ditengah persawahan tampak penuh dengan wayang-wayangan. Diawal abad-11 pura ini dinyatakan sebagai negara pura oleh Sri Brahma kemuti Kutu.

Kehen berasal dari kata’kure’, yang berarti rumah tangga atau hati. Pura ini berada dibawah perlindungan Brahma, si Raja Api. Continue reading Pura Kehen

Pantai Kuta

Selama ini orang mungkin mengenal Kuta hanya sebatas nama Pantai. Sebenernya Kuta iadalah nama sebuah desa ato kawasan wisata, ada pantai, pasar seni dan shopping area. Berjalan sepanjang Kuta akan selalu bertemu bule. Nongkrong ato surf di Pantai ktemu bule. Belanja beli baju ktemu bule. Sampe mau ke toilet umum juga papasan ama bule. Nah lo.

Sejak Bom Bali I dan II, jumlah bule emang rada berkurang, tapi salah besar kalo dibilang “sepi”. Kalo dulu waktu rame2, prosentase orang2 di jalan adalah 70-30 buat bule, maka sekarang kira2 50-50.

Inilah Kuta, tempat dimana orang-orang bebas mengekspresikan gayanya tanpa khawatir dipelototin ato dianggap aneh.

Pantainya selalu ramai, bahkan lebih ramai dari pasar malam sekalipun. Lima ratusan orang memenuhi areal pantai dari ujung ke ujung setiap harinya. Bukan hanya turis asing dan domestik, juga para pedagang acung. Disini kita bisa mandi, surfing ato sekedar ngobrol. Buat cewek2 biasanya ada kepang rambut kecil2 banyak ala anak opspek itu, ato pada buat tato temporary. Hari bgene, cewe2 indo palagi yg ABG juga mulai suka sunbathing. Everything is here. Continue reading Pantai Kuta

Informasi Wisata dan Galeri Foto Bali