Campuan

Sebuah desa yang asri terletak pada 1 km arah barat Ubud yang terkenal dengan nama Campuan. Lingkungan yang asri dan hijau akan menyambutmu, menyeberangi jembatan dengan sungainya yang jernih dan dalam. Jembatan ini merupakan penghubung vital antara Ubud dengan Campuan, Panestanan, Sanggingan dan Kadewatan.

Di bawah jembatan Campuan merupakan sungai yang jernih yang dikenal dengan nama Tukad Oos. Oleh karena itu, sungai ini merupakan denyut nadi bagi masyarakat sekitar karena menyediakan air bersih dan digunakan multifungsi. Ini juga merupakan kawasan spiritual umat Hindu, karena terletak pada pertemuan dua sungai.

Kata “campuan” berarti pertemuan antara dua sungai dan pengucapan secara cepat kata “campuran”. Pura Gunung Lebah yang bercorak abad 12 merupakan pura pertanian dan lambang kesuburan. Dikelingi oleh hutan bambu serta air pegunungan yang jernih menambah daya tarik kawasan ini.

Legenda menceritakan bahwa pada abad ke-8, Rsi Markandeya mendirikan Pura Gunung Lebah pada pertemuan dua sungai Campuan. Kemudian di th.1906, Nieuwenkamp menemukan gua dengan runtuhan bebatuan besar sebanyak dua kolom. Karakteristik terdapat pada langit-langit gua, tapi sayangnya hal tersebut tidak dapat dilihat lagi karena gempa bumi yang terjadi th.1917 meluluhlantakkan segalanya.

Kemudian pada th.1930, seniman asal Jerman, Walter Spies menetap di Campuan dan sekarang tempat kediamannya menjadi Hotel Tjampuan. Lingkungan sekitarnya hening dan tenang, mempunyai daya tarik tersendiri serta menarik perhatian para pelukis terkenal, kaum intelektual dan para seleb dari seluruh dunia. Spies dan Rudolf Bonnet memberikan kontribusi penting dalam dunia kesenian Bali yang modern. Mereka mengarahkan seniman-seniman lukis Bali dengan teknik kanvas dan cat.

Hal ini merupakan inspirasi bagi seniman lokal dalam berkarya dengan memasukkan unsur-unsur teknik lukisan Eropa, tetapi tidak meninggalkan unsur-unsur asli.

Kawasan Pura Gunung Lebah merupakan kawasan yang tenang, terletak di sebelah utara jembatan Campuan. Nyoman Suradnya (lokal Campuan / pelukis batik) menyatakan bahwa Pura ini merupakan sentral dan paling utama di Ubud.

Di Pura inilah diselenggarakan upacara “Penyegjeg Bhumi”(bulan Oktober 1991) upacara besar yang bertujuan untuk meruwat alam yang dilaksanakan 100 tahun sekali. Jika kebetulan kamu berkunjung ke kawasan suci ini, cobalah merenung sebentar dan dengarkan suara alam, suara air mengalir, dan kamu akan merasakan bahwa kamu adalah satu-satunya yang ada di sana. Tempat sangat cocok untuk bermeditasi dan mencari ketenangan.

Kira-kira 1 km utara Campuan, terdapat Museum Neka yang bercorak tradisional dan terdapat empat galeri seni yang berisi karya-karya seniman Bali yang terkenal. Karya-karya seni tersebut tidak dijual hanya dilihat di sana saja dan ditempatkan pada salah satu bagian museum.

Ada juga yang dijual, jadi kalo kamu pengen beli lukisan bercorak Bali bisa kamu dapatin disini. Pada galeri pertama, kamu dapat temuin hasil karya dari para pelukis tradisional Bali yang lawas, seperti: Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Made, Anak Agung Gde Sobrat dan Kebot. Selanjutnya, pada galeri kedua kamu dapat melihat karya-karya eksotis dari Nyoman Gunarsa, Abdul Aziz, Widayat, Abbas Dullah dan Affandi yang merupakan seniman Indonesia modern yang menghasilkan karyanya di Bali.

Di galeri ketiga terdapat hasil karya Walter Spies, Rudolf Bonnet, serta Arie Smit yang merupakan seniman Eropa yang memberikan pengaruh besar dalam dunia seni lukis Bali. Sedangkan hasil karya seniman asing lainnya yang menetap di Bali untuk sementara waktu, ditempatkan di galeri keempat. Ada toko buku kecil, dimana kamu bisa membeli postcard yang berisi lukisan-lukisan terkenal yang ada di sana. Jadi nggak perlu kuatir deh! Kalo nggak dapat lukisan aslinya, kamu dapat beli postcard-nya. Dijual juga kopian buku Perception of Paradise (1993).

Walaupun ada lukisan yang dijual, tetapi kenyataannya di situ tidak dicantumkan label harga dan tidak ada informasi mengenai lukisannya. Museum Neka didirkan oleh Suteja Neka yang menjadi kolektor sejak tahun 1966. Kamu juga bisa berunjung ke rumah Antonio Blanco yang merupakan pelukis asing yang eksentrik dan menetap di Bali. Hasil karyanya menunjukkan ciri khas seorang Catalonian dengan ego yang tinggi. Blanco menyebut hasil karyanya ” renaissance”.

Banyak hasil karyanya yang erotis disertai dengan komposisi warna yang menarik dan mengandung makna yang tersembunyi. Kediaman Blanco terletak di sebelah kiri setelah jembatan, pada jalur perjalanan Campuan-Ubud.

Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

9 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
yopi hure
yopi hure
18 years ago

saya punya lukisan WALTER SPIES
media : oil onkanvas
th : 1927
obyek : ubud bali ada 2 rusa dan 1 kera
ukuran : 1m X 50cm
saya jual 75 juta
BARANG DIJAMIN ASLI transaksi bisa dihadapan NOTARIS
HUB : 081851403
dengan YOPI
alamat : jl. DELTASARI INDAH blok B 301 SURABAYA. jawa timur

pangestu
pangestu
18 years ago

apa ya ? gw bingung neeh. perhaps very good

nina
nina
18 years ago

kl bs pk gamb dong spy lbh asyik ngebacanya…trus kl bs lg tulis jg ttg desa Petulu di Ubud + gamb jg ya… jgn lupa
tengkyu…

Ferdian
18 years ago

Saya mau jual Lukisan
Karya : Mozes Misdy
Tema : Penari Bali
Ukuran : 120cm x 100cm
Tahun : 1996
Jenis Lukisan : Palet Cetok
Original, Harga sepantasnya.
Untuk lebih jelas kunjungi (Contoh Gambar): http://geocities.com/jual_lukis/

Rizal
Rizal
17 years ago

Bali mempunyai kenangan indah bagiku, putri pertama lahir di Bali.
Akadah teman dan sahabat yang bisa saya hubungi untuk memberikan informasi dimana bisa memesan lukisan-likisan yang berciri khs Bali?
Terima Kasih
Rizal
di NAD

Rizal
Rizal
17 years ago

Bali mempunyai kenangan indah bagiku, putri pertama lahir di Bali.
Adakah teman dan sahabat yang bisa saya hubungi untuk memberikan informasi dimana bisa memesan lukisan-likisan yang berciri khs Bali?
Terima Kasih
Rizal
di NAD

Totok
Totok
16 years ago

Saya mempunyai beberapa lukisan walter spies tahun 1924 -1925 yang bertemakan serangga. Dulu lukisan ini milik kraton surakarta dan memiliki sertifikat dan no. registrasi di setiap lukisan. Lukisan ini harus dilihat dengan mata batin u/ dapat mengetahui arti dari lukisan ini. Bagi peminat dapat menghubungi (021) 93056197. Terima kasih

kaseh
kaseh
15 years ago

ubud, campuan punya kenangan yang gak bakal terlupakan, campuhan adalah tempat dimana ku sering ngumpul -ngumpul ma anak – anak pokoknya asyiiik deh pa lagi kalo di tambah ma nge drink wahhhhhhh pokone puenak, dulu sewaktu masih sma, ampe lulus paling sering dah ngumpul ma anak2 apalagi kalo malam, wah ubud- campuan keren abieeesz, tp karang aq ndek blitar, rasanya kangen gt kapan bisa balik ke bali yaw.. yang pengen kontak bisa hub adjie_kaseh@yahoo.co.id

aditya
aditya
13 years ago

tlg tanya untuk mengetahui keaslian dari lukisan walter spies gmn ya?soalnya gw pnya 1 di rumah cmn ga taw asli ato ga

9
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x