
Erupsi Gunung Anak Krakatau: 8 Bandara Tutup, 170 Ribu Penumpang Terdampak
Gunung Anak Krakatau erupsi dan membuat 8 bandara di Indonesia tutup. 170 ribu penumpang terdampak. Simak update lengkap dan tips buat traveler di sini.
Halo, Sobat! Ada kabar penting nih buat yang suka traveling atau sering pakai pesawat. Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda erupsi pada Minggu dini hari. Efeknya gak main-main: 8 bandara di Indonesia terpaksa tutup dan 170 ribu penumpang terkena dampak. Buat kamu yang mau terbang, simak update lengkapnya di bawah ini!
Awal Mula Erupsi Anak Krakatau
Berdasarkan catatan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Anak Krakatau sudah menunjukkan aktivitas sejak Jumat. Erupsi pertama terjadi pukul 03.53 WIB selama 30 detik. Lalu, erupsi kedua terjadi sekitar tiga jam kemudian dengan durasi 16 detik. Sempat terlihat juga semburan lava dari kawah lewat CCTV di sekitar gunung.
Meski terdengar menyeramkan, belum ada laporan korban jiwa dan tidak ada perintah evakuasi. Pemukiman terdekat berjarak lebih dari 16 kilometer dari kawah. Warga dan wisatawan tetap diminta jangan mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
Dampak Erupsi: 8 Bandara Tutup
Abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan Lampung. Kondisi ini membuat AirNav Indonesia menutup delapan bandara. Selain Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta, ada Radin Inten II Lampung, bandara di Bali, Medan, dan bandara lainnya. Penutupan berlaku sampai Senin pukul 08.59 WIB.
Sampai Minggu malam, jumlah penumpang terdampak mencapai 170 ribu orang. Rinciannya begini:
- 1.558 penerbangan dibatalkan di delapan bandara.
- 963 penerbangan batal di Soekarno-Hatta saja.
- 170 ribu penumpang gagal terbang atau mengalami delay.
- Semua bandara yang tutup baru dibuka kembali Senin setelah pukul 08.59 WIB.
Maskapai dan pengelola bandara juga diminta terus koordinasi karena penutupan ini bisa bikin jadwal pesawat kacau balau, termasuk rotasi armada dan kapasitas terminal.
Cerita Penumpang di Tengah Kekacauan
Diego Urdiales, turis asal Spanyol yang mau pulang ke Madrid, mengaku belum dapat kabar dari maskapai. “Saya harusnya dapat info, tapi belum ada,” katanya. Michele Gouw, penumpang Indonesia, memilih menerima situasi. “Ini bencana alam, force majeure. Kita cuma bisa tunggu arahan,” ujarnya.
Kenapa Abu Vulkanik Berbahaya buat Pesawat?
Abu vulkanik bukan cuma bikin kotor pesawat. Partikel abu bisa merusak mesin, mengganggu navigasi, dan bikin jarak pandang pilot turun drastis. Makanya pihak berwenang milih tutup bandara demi keselamatan semua orang. “Keselamatan tetap prioritas utama,” kata Lukman F. Laisa, Dirjen Perhubungan Udara.
Anak Krakatau Masih Aktif, Dua Kolom Abu Terdeteksi
Dari citra satelit, terdeteksi dua kolom abu. Kolom pertama naik ke 20.000 kaki atau sekitar 6.100 meter dan bergerak ke timur laut melewati Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. Kolom kedua lebih tinggi, mencapai 50.000 kaki atau sekitar 15.200 meter, menyebar sampai Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan aktivitas Anak Krakatau memang meningkat sejak Juli. Erupsi Minggu dini hari disebut yang terkuat dalam periode itu. Ini menandakan masih ada pasokan magma dan gas dari dalam perut gunung. Namun, tidak ada yang bisa memprediksi apakah bakal ada letusan lebih besar.
Sekolah Online di Daerah Terdampak
Dampak erupsi tidak berhenti di transportasi. Pemerintah juga mengizinkan sekolah di daerah terdampak abu vulkanik untuk sementara belajar dari rumah. Ini dilakukan biar siswa tidak banyak terpapar abu dan aktivitas sekolah tetap aman.
Mengenal Sejarah Kelam Anak Krakatau
Anak Krakatau merupakan anak dari Gunung Krakatau yang meletus dahsyat pada 1883 dan sempat mempengaruhi iklim global. Pada 2018 lalu, erupsi Anak Krakatau memicu tsunami di Selat Sunda. Sedikitnya 430 orang meninggal di Sumatra dan Jawa. Gunung ini juga dilaporkan menyusut hingga seperempat ukuran awalnya setelah kejadian itu.
Buat kamu yang masih punya rencana terbang, jangan panik tapi tetap pantau informasi resmi dari maskapai dan AirNav. Kalau daerahmu terkena hujan abu, pakai masker, kurangi aktivitas luar ruang, dan jaga kesehatan. Semoga situasi cepat pulih, ya!