Miris, Seorang Kakek Rela Tempuh Jarak 2 Km Demi Dapatkan Nasi Bungkus

[ad_1]

BADUNG – Kisah miris sekaligus menyentuh hati datang dari Suryadi Nurdin.

Pasalnya, demi bisa makan dengan mendapatkan nasi bungkus gratis, kakek yang sudah berumur ini rela dan bersusah payah datang ke Jalan Kubu Anyar, Kuta, Badung, Bali.  

Dalam kondisi fisik dan kesehatan yang sudah tidak lagi normal, dia pun rela datang dari tempat tinggalnya yang lokasinya berjarak 2 kilometer dari rumahnya dengan diantar sang cucu.

“Saya dengar ada bagi-bagi nasi, jadi saya ke sini. Supaya bisa makan saja,” ujarnya saat ditemui radarbali.id di sela-sela pembagian, pada Senin (2/8).

Dulunya, kakek Suryadi pernah bekerja sebagai tukang kayu.

Namun, dia kemudian mengalami sakit mata (katarak) dan juga gejala stroke. Kondisi ekonomi yang diakui sulit dan berat akibat pandemi, juga harus memaksanya untuk bisa terus bertahan hidup.

Meskipun dengan cara mengandalkan berbagi pangan atau bantuan dari para dermawan karena ketidakmampuannya.

Seperti yang ia lakukan saat aksi berbagi pangan di Kuta yang kembali dipelopori oleh Drummer Band Superman Is Dead, I Gede Ari Astina alias JRX SID.

Melihat fenomena ini, Suami dari Nora Alexandra Philip ini mengaku sedih melihat warga Kuta yang ramai-ramai butuh makan akibat perekonomian warga yang hancur lebur.

“Duh, kayak orang demo aja ramainya. Tadi tuh mereka merebut pangan dan nasi yang kami bagikan kayak zombie,” ujar Jerinx dengan raut wajah sedih saat ditemui di lokasi juga sambari mempraktekkan bagaimana warga berebut makanan.

Kemampuan untuk berbagi memang tak sesuai dengan jumlah warga yang membutuhkan pangan. Itu terlihat dari masih banyaknya warga yang belum mendapatkan bagian.

Hal yang tentu sangat miris terjadi di wilayah Kuta, dimana sebelumnya menjadi lahan perputaran dolar di Bali sekaligus dapat dikatakan penyumbang APBD terbesar di wilayah Badung. 

[ad_2]

Sumber Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.