Sedih, Saat Panen Melimpah, Petani Bunga Gumitir Justru Gigit Jari

[ad_1]

AMLAPURA- Sejumlah petani bunga gumitir di Kabupaten Karangasem, Bali terpaksa gigit jari.

Kondisi ini lantaran harga bunga gumitir anjlok di tengah hasil panen sedang melimpah.

Seperti yang dialami petani gumitir di Desa Abang, Kecamatan Abang. Harapan petani untuk mendapat untung pun tak terwujud.

Salah seorang petani Bunga Gumitir asal Dusun Abang Kelod, I Nengah Sudi mengungkapkan saat ini menjadi puncak panen bunga gumtir.

“Biasanya harga per kilo bisa di atas Rp 15 ribu, tapi sekarang turun menjadi Rp 6 ribu saja,” keluhnya, Jumat (3/9).

Bahkan yang lebih parah, di tengah anjloknya harga akibat panen melimpah, pembeli juga sangat sepi. “Sudah dijual murah tidak juga ada yg mau beli,” tambahnya.

Menurut Nengah Sudi, merosotnya harga gumitir karena pengaruh permintaan pasar yang menurun lantaran tidak ada hari-hari besar upacara keagamaan.

Selai itu, sepinya permintaan juga dipengaruhi situasi pandemi covid-19 dengan adanya pembatasan upacara keagamaan di tengah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Keluhan para petani gumitir tersebut juga di dengar oleh Perbekel Desa Abang, I Nyoman Sutirtayana.

“Ya saya sempat ngobrol dengan para petani gumitir, mereka mengeluhkan harga yang merosot ditambah minim pembeli, sehingga mereka enggan untuk memanen ketimbang busuk tidak laku dijual,” ujarnya.

Padahal menurutnya, petani gumitir yang tergabung dalam kelompak tani Kembang Lestari itu saat musim panen tiba bisa mensuplai hingga 300 sampai 400 kilogram bunga gumitir per harinya.

Atas kondisi ini, Sutirtayana tidak mau berdiam diri.

Ia berupaya untuk membantu memasarkan hasil panen bunga gumitir para petani tersebut melalui media sosial.

Ia berharap melalui media sosial ada melirik dan berminat untuk membeli bunga Gumitir dari para Petani di Desa Abang.

“Kami coba ikut tawarkan melalui media sosial, siapa tahu ada pengepul bunga gumitir yang melihat dan mau membeli,” tukasnya.

[ad_2]

Sumber Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.